Jangan Katakan 5 Kalimat Ini di Depan Anak Saat Bersama Pasangan

Mungkin kita tidak lagi berantem, hanya sekadar obrolan ringan yang jawabannya kita ucapkan nggak pakai mikir. Tapi hati-hati, karena apa yang kita ucapkan itu bisa membekas di ingatan dan hati anak-anak lho!

Pasti kita sudah khatam dengan kalimat bahwa anak-anak adalah mesin fotocopy yang paling canggih. Dia bisa menyerap, mengingat, mengcopy apapun apa yang ia dengar dan lihat di depan matanya.

Ini yang suka bahaya…. Padahal niat kita hanya sekadar ngobrol ringan atau sekadar menjawab pertanyaan pasangan, lah kok yang ditangkap oleh si kecil bertolak belakang. Jadi, mari kita crosscheck, kira-kira kalimat-kalimat apa yang ‘haram’ diucapkan kepada pasangan saat ada telinga kecil yang ikut mendengar:

Jangan Katakan 5 Kalimat Ini di Depan Anak Saat Bersama Pasangan - Mommies Daily

1. Kamu tuh memang nggak ada kontribusi apa pun dalam mengurus anak, yang kamu pikirin hanya kerja, kerja, kerja

Haloooooooo, pasangan bekerja kan juga demi masa depan si kecil ya? Jadi bagaimana bisa kita bilang pasangan tidak berkontribus. Yes, saya paham kalau yang kita maksud itu adalah mengurus anak ‘di rumah’. Masalahnya sadar nggak, dengan mengatakan kalimat ini, sama aja kita membentuk pikiran si kecil kalau bekerja itu nggak ada manfaatnya dan bahwa ayah atau ibunya sama sekali nggak peduli dengannya.

2. Aku nggak peduli lagi sama keluarga ini

Marah boleh, ingin nyambit pasangan pakai vas bunga juga boleh (asalkan hanya sekadar niat, jangan direalisasikan :D), tapi jangan sampai mengeluarkan kalimat yang hanya membuat anak merasa bahwa keluarganya akan hancur karena salah satu orangtuanya sudah tidak lagi peduli.

3. Dasar gendut/hitam/dekil/pendek …..

Apa pun jenis hinaan kita secara fisik hanya akan mengajarkan kepada anak bahwa sah-sah saja menghina fisik orang lain yang tidak dia sukai. Atau bahwa penampilan fisik menjadi sangaaaaaat penting diperhatikan karena kalau tidak nanti mama dan papah berantem lagi.

4. Aku nggak ada waktu buat ngeributin hal-hal seperti ini (sambil melengos pergi)

Duh, makanya jangan kelamaan nonton sinetron Indonesia :D. Jika kita memilih pergi sebelum masalah selesai, anak akan merasa bahwa “oh, oke-oke aja kok kita pergi meninggalkan masalah.” Nggak mau kan anak tumbuh menjadi pribadi nggak mampu menyelesaikn konflik?

5. Aku sibuk

Ya, kita terlalu sibuk menjawab pertanyaan pasangan, namun mata dan tangan kita sibuk texting atau cek email. Jika anak sering mendengar jawaban-jawaban semacam ini, anak akan belajar bahwa sah-sah saja kita mengabaikan orang lain. Dan si kecil juga menilai bahwa kita tidak menganggap penting pasangan kita.

Makanya mom, coba disaring ulang kalimat-kalimat yang akan keluar dari mulut kita :D.


Post Comment