Saat Hamil Kedua Saya Tidak Akan Melewatkan Hal Ini

Karena hamil menjadi momen penting bagi setiap perempuan, saya pun tidak mau melewatkan beberapa hal di bawah ini jika saya diizinkan untuk merasakan hamil untuk kedua kalinya

Masa-masa saya hamil memang sudah lewat cukup lama. Nyaris 7 tahun yang lalu. Meskipun begitu, semua perjalanan proses kehamilan masih saya ingat dengan jelas. Semua tentu tidak terlepas karena saat itu saya tengah membagi kehidupan dengan seseorang makhluk kecil yang kini tumbuh dengan sehat. Aqeel Bumi Adikavi, anak pertama saya.

Sejak menikah, saya dan suami memang sudah sepakat untuk punya anak dua. Bukan semata-mata ingin ikutan progam pemerintah, tapi lebih dikarenakan saya dan suami memang tidak sanggup untuk punya anak selusin. Biayanya mahal. Mengurus anak juga bukan perkerjaan yang mudah.

Baca juga : 3 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Menyiapkan Kehamilan

Menjelang Bumi usia 4 tahun, saya pun segera melepas IUD dengan harapan untuk bisa segera hamil (lagi). Rupanya Tuhan punya rencana lain, meskipun Bumi sudah sangat merindukan kehadiran adik kenyataanya sampai detik ini saya belum hamil. Sedih? Sedikit, ketika mengetahui di akhir bulan tamu bulanan kembali menyapa.

Baca juga : Aman dan Nyaman Menggunakan Iud

Belum lagi kalau ingat ada orang yang bertanya kenapa saya belum hamil-hamil juga. Bikin tambah kesel. Meskipun begitu, toh, ada beberapa hal postitif yang bisa saya ambil, salah satunya adalah menyiapkan kehamilan secara matang untuk menyambut kehadiran kehadiran bayi kecil di rahim saya. Belajar dari pengalaman kemarin, saya pun sudah membuat list hal apa saja yang tidak mau saya lewatkan jika saya mendapatkan kesempatan untuk hamil lagi.

Baca juga : Berhenti Bertanya Kapan Hamil

Saat Hamil Kedua Saya Tidak Akan Melewatkan Hal Ini-mommiesdaily

Cek kesehatan secara menyeluruh

Waktu hamil dulu, bisa dibilang saya nggak melakukan persiapan apa-apa. Padahal, ketika ada janin yang tumbuh berkembang bersama selama 9 bulan, idealnya seorang ibu sudah mempersiapkan kesehatan secara matang. Apalagi kalau ingat di keluarga besar saya punya jejak pembawa sifat thalassemia. Pemeriksaan kesehatan pra kehamilan ini penting dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit-penyakit kelainan genetik, cacat lahir, ataupun keterlambatan perkembangan intelektualitas.

Jangan banyak jajan di luar rumah

Nah, salah satu hal yang ingin saya ubah adalah kebiasaan saya untuk jajan. Dulu, waktu saya hamil, entah kenapa saya nggak nafsu untuk makan makanan rumahan. Bawaannya mau jajan terus. Padahal, biar gimana kan makanan rumahan akan jauh lebih sehat dan terjaga nutrisinya.

Baca juga : Nutrisi Kehamilan

Tidak menyepelekan senam hamil

Siapa yang bilang kalau senam hamil itu nggak penting? Nggak ada pengaruhnya sama sekali dengan proses melahirkan? Percaya, deh, pandangan ini salah besar. Setidaknya saya sangat marasakan manfaat senam hamil yang saya lakukan secara rutin. Saya jadi tahu bagaimana cara mengelola napas dengan baik, dan tentunya tahu posisi yang tepat ketika ingin melahirkan secara normal.

Mempersiapkan mental si kakak

Hamil dan punya anak lagi, artinya saya perlu menyiapkan mental Bumi sebagai calon kakak. Memang, sih, kalau sekerang Bumi terlihat cukup siap menjadi seorang kakak. Meskipun begitu kan saya belum tahu bagaimana sesungguhnya perubahan emosi yang akan dialami oleh anak saya, Bumi. Bahkan dari sekarang, ketika sedang proses hamil saya sudah melibatkan Bumi dengan mengajaknya ke dokter kandungan. Harapannya drama sibling rivalry bisa diminimalisir. Mental saya dan suami? Ah, ini sih, nggak perlu dibahas lagi, ya. Mental orangtua juga tentu saja perlu disiapkan. Siap-siap begadang lagi, siap punya mata panda, termasuk harus siap kehilangan me time, hahahaa.

Baca juga : Punya Bayi = Begadang


Post Comment