Usia Rawan Perselingkuhan

Ditulis oleh: Oriana T

Hari-hari pernikahan berjalan seperti biasa, sampai tiba-tiba pasangan mulai bertingkah ‘aneh’. Ada apa dengan pasangan kita?

Beberapa bulan silam, dunia dikejutkan dengan terkuaknya data situs Ashley Madison. Bukan, ini bukanlah teman baru keluarga Kardashian. Ashley Madison adalah sebuah situs kencan yang dikhususkan untuk mereka yang sudah menikah, dan ingin mencari “teman” baru. Ya, ini adalah situs perselingkuhan. Situs ini di’hack’ dan keluarlah semua nama dan data dari penggunanya, sekitar 37 juta orang penggunanya. Jumlah pengguna laki-laki adalah 31 juta. Sungguh angka yang mencengangkan. Tapi tidakkah ini membuat kita bertanya-tanya… apakah pasangan kita juga akan berselingkuh, dan kapankah?

Usia rawan perselingkuhan

 

*Gambar dari sini

JANGAN TUNGGU USIA 40

Familiar dengan kalimat life begins at 40? Katanya sih krisis paruh baya laki-laki dimulai di usia ini. Inilah waktu di mana para isteri harus memasang radar ekstra waspada! Benarkah? Peneliti life-span dari Universitas Zurich, Swiss, Alexandra Freund, punya opini berbeda. “Tidak ada waktu spesifik yang memicu krisis dalam hidup seseorang. Akan ada momen saat satu masalah benar-benar memicu semua dan ya sudah, segala hal mungkin terjadi. That’s why jangan sampai bom waktu dalam pernikahan meledak. Kembali ke usia rawan perselingkuhan, ternyata, peneliti menyimpulkan bahwa lelaki paling rawan berselingkuh setiap kali mereka akan memasuki dekade baru, seperti usia 29, 39, 49 dan 59. Meski dari angka pengguna, usia 33 juga angka yang cukup tinggi.

Kenapa di usia ini rentan perselingkuhan? Biasanya ini adalah masa ketika mereka mulai berhenti sejenak dan mengevaluasi kehidupan mereka beberapa tahun terakhir. Ada yang merasa kaget dan mulai membuat perubahan, kadang drastis. Hal inilah yang membuat perselingkuhan rentan terjadi. Saat kita menikah kita mulai menciptakan rutinitas dalam kehidupan bersama pasangan. Namun apa yang terjadi kalau suami mulai mempertanyakan rutinitas ini? Ada yang mulai berolahraga dan mengubah gaya hidup. Ada yang mulai mengubah penampilan, mulai dari cat rambut sampai benar-benar mengubah cara berpakaian. Ada yang langsung membeli MoGe alias motor gede atau mobil mewah. Ada yang mulai kembali berhubungan dengan teman-teman lama lewat media sosial.

Nggak pasti juga perubahan yang terjadi itu berarti telah terjadi perselingkuhan. Tapi, ada baiknya kita belajar untuk membuka lebar pintu komunikasi dan cari tahu apa yang membuat suami menjadi gelisah. Mengingat bahwa dalam sebuah pernikahan pasti banyak perbedaan yang perlu kita jembatani. Ini akan memperkecil kemungkinan perselingkuhan terjadi.

APAKAH HANYA LELAKI

Perselingkuhan bukan hanya hal yang dilakukan oleh laki-laki. Perempuan juga punya kemungkinan untuk melipir sejenak dari hubungannya. Bahkan, menurut survei dan dari pengalaman teman-teman saya sendiri, perempuan masa kini punya kemungkinan 40% lebih besar untuk berselingkuh dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu.

Seorang penulis, Charles J. Orlando, melakukan sebuah investigasi di situs Ashley Madison untuk mencari tahu mengapa perempuan berselingkuh. Ia menemukan bahwa sebagian besar perempuan yang ia dekati mencintai pasangannya, dan tidak ingin bercerai. Mereka mendaftar ke situs itu karena mendamba passion yang semakin memudar seiring usia pernikahan bertambah. Ini bukan mengenai seks, walau banyak perempuan yang secara langsung mencari seks di situs ini. Mereka suka merasa ‘dikejar’. Mereka ingin merasa diinginkan. Mereka ingin dirayu. Alasan utama perempuan berselingkuh adalah kurangnya menghabiskan waktu yang berkualitas dengan suami. Salah satu alasan lain adalah kurang perhatian dari suami. Jadi, karena alasan ini, usia rentan perselingkuhan bagi perempuan lebih bervariasi.

Saya ingin menutup tulisan saya dengan kutipan dari tagline Ashley Madison. “Life is Short, Have an Affair.” Tapi saya ingin sedikit memodifikasinya. Jika hidup ini memang pendek, mengapa Anda tidak lebih leluasa untuk berbicara tanpa penuh agenda dan drama. Jika Anda mendamba perhatian seperti waktu pacaran dulu, ya katakan saja. Jangan ragu untuk menjadi spesifik. Jika Anda merasa ia mulai bersikap aneh, coba dengarkan kisahnya dan dukung pasangan. Jika Anda ingin melakukan bertualang dengan pasangan selingkuh, mengapa tidak melakukannya dengan pasangan? Jika Anda menyukai sensasi berselingkuh, mengapa repot-repot menikah?

Bagi saya, hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan perselingkuhan.