Sahabat Perempuan Suami, Teman atau (Calon) Pelakor?

Ditulis oleh: Ficky Yusrini

Suami punya sahabat perempuan yang nempel banget seperti gadget dan charger? Ini dia aturan untuk pasangan yang bersahabat dengan lawan jenis, agar status sahabat tak berubah jadi pelakor atau pebinor.

Akhir-akhir ini, ranah media sosial diramaikan oleh fenomena perselingkuhan. Dari selebritas, selebgram, hingga orang biasa, namun kisahnya menjadi viral. Seperti kisah Bu Dendy, misalnya. Sosok yang menghujani sahabat perempuannya dengan lembaran uang seratus ribuan karena telah berselingkuh dengan suaminya. Lantas, istilah pelakor, singkatan dari ‘perebut laki orang’ semakin ngetrend.

Kisah yang berbeda tapi mirip, dialami sama teman saya, Marisa (30). Belum lama, ia curhat, suaminya punya sahabat baru, perempuan.

“Semua berawal ketika suami senang naik gunung. Di situlah suami kenal dengan Sari. Awalnya, gue anggap biasa saja. Apalagi Sari juga sudah punya suami. Mereka sering satu trip bareng. Mereka juga sering ketemu makan siang rame-rame. Keadaan berubah setelah Sari mengalami KDRT. Beberapa kali, dia sering menelepon suami untuk minta nasihat. Yang bikin kesal, kalau telelponnya malam hari bahkan weekend juga telepon dan minta ketemuan,” cerita Marisa, yang merasa pernikahannya terancam.

Marisa bukan tipe istri yang cemburuan. Akan tetapi, kali ini ia terbakar cemburu. Wajarkah sikapnya jika ia melarang suaminya berteman dengan Sari?

Baca juga:

Adakah Ada Pernikahan yang Sempurna?

Kalau ditanya, bisa nggak sih kita punya hubungan ‘hanya teman biasa’ dengan lawan jenis? Tentu banyak orang menjawab bisa, termasuk saya. Sebab, faktanya, dalam kehidupan sehari-hari, kita berinteraksi lintas gender. Teman kantor, teman satu kompleks, teman kuliah, teman komunitas, teman sehobi, dan sebagainya. Kita terbiasa ‘berdampingan’ dengan pria.

Tingkatan teman ada bermacam-macam, ada yang teman hanya kenal, ada yang teman dekat. Nah, teman dekat juga bisa dikategorikan lagi menjadi amitié amoureuse (loving friendship, sayang tapi tidak berbahaya), teman tapi mesra, ada pula yang awalnya teman lama-lama jadi mesra. Kalau itu menyangkut pacar atau suami, tentunya tiap perempuan punya ‘antena’ mengenai mana yang bisa mengarah ke perselingkuhan. Di sini, beberapa teman berbagi aturan tentang bersahabat dengan lawan jenis.

Sahabat Perempuan Suami, Teman atau (Calon) Pelakor? - Mommies Daily

1. Harus ada rambu

Batasan itu misalnya, komunikasi tidak pada jam-jam privat atau mengganggu waktu keluarga. “Kalau ngakunya teman, tidak boleh ada tuh, telepon curhat malem-malem. Ganggu waktu keluarga. Terus, nelepon juga nggak perlu lama-lama. Masa iya, saya lagi makan di resto berdua suami, terus sepanjang makan suami terima telepon dari sahabat perempuannya. Em…mending kalau urusan kantor, kalau bukan?” tutur Miranda, jengkel.

2. Tidak ada rahasia

Banyak teman yang berpendapat, suami aman-aman saja bersahabat dengan lawan jenis, dan hubungannya dengan suami dilandasi saling percaya sepenuhnya. “Trust adalah fondasi suatu hubungan. Jika cemburuan dan tidak ada trust ke suami, yah, berarti hubungannya tidak sehat,” pendapat Reina. Ia menambahkan, ketika ada teman perempuan yang curhat pada suami, ia tak akan keberatan, selama suami terbuka dan mau cerita.

Baca juga:

7 Hal yang Membuat Suami Semangat Menjalankan Pernikahan

3. Teman suami, teman kita juga

Menemukan teman sejati itu beda tipis dengan soulmate. Cocok-cocokan. Kalau nemu teman yang cocok dan sehati, tentunya momen yang tidak setiap saat terjadi. “Saya sih, oke saja suami menemukan sahabat perempuan, asal perempuan itu juga bersahabat dengan saya. Soalnya, saya sendiri punya beberapa sahabat pria, dan suami sering saya ajak untuk nongkrong bareng mereka.”

4. Tidak one on one

Ada lagi teman yang berpendapat bahwa sebaiknya persahabatan suami dengan lawan jenis itu tidak hanya persahabatan yang berduaan saja, tetapi dalam lingkaran pertemanan yang terdiri dari beberapa orang. “Misalnya, nih, sahabat waktu kuliah, saya akan lebih senang jika saat mereka ketemuan rame-rame dengan teman lainnya. Artinya, nggak pernah ketemu hanya berdua saja,” tutur Elisa.

Nah, kalau Anda sendiri, gimana menurut Anda?

Baca juga:

Membuat Suami Selalu Kangen Rumah dan Istri, Mudah Kok!


Post Comment