Mengapa Penting Bagi Single Mom Kembali Berkencan?

Ditulis oleh: Waristi Amila

Saat perceraian terjadi, tidak hanya ketakutan mengurus anak yang saya rasa, tapi juga bagaimana saya menjalani hidup sebagai seorang perempuan? Apakah saya bisa bahagia lagi?

Hal pertama yang rusak dan hancur, saat perceraian terjadi adalah kepercayaan diri. Bertahun-tahun, saya mencoba mengembalikan kepercayaan diri bahwa saya tidak seburuk itu, saya tidak sesulit itu untuk dijadikan pasangan, dan saya berhak bahagia. Tapi, walaupun secara umum kepercayaan diri saya sudah kembali normal, ada banyak hal yang kadang menjadi rintangan untuk saya ketika mencoba memiliki pasangan lagi.

Saya selalu salut akan kekuatan dan kemampuan manajemen waktu dari para single mom – bukan karena saya salah satunya ya. Tapi membagi antara pekerjaan, anak dan kehidupan pribadi bukan pekerjaan mudah. Di balik segala kesibukan yang terlihat bukan berarti membuat kita bebas dari rasa sepi. Perasaan sepi, somehow masih tetap ada.

Namun walaupun kita menyadari kehadiran rasa sepi ini, tetap saja pemikiran untuk mencari pasangan – atau sekadar berkencan sangat menakutkan. Berkencan, untuk orang tua tunggal seperti kita ini jauh lebih sulit, dan saya punya daftar alasan kenapa ini menakutkan: Pemikiran bahwa semua laki-laki sama saja, tidak mau sakit hati lagi, merasa menjadi orang tua yang buruk dan tidak adil pada anak karena harus membagi waktu dengan orang lain, takut pasangan baru tidak bisa menerima anak-anak, khawatir pada penilaian orang, keluarga atau orang tua pasangan, atau merasa ini bukan waktu yang tepat.

Single mom and dating

Padahal, kehadiran pasangan – walaupun tidak selalu berarti komitmen jangka panjang – akan memenuhi kebutuhan kita sebagai manusia dewasa yang perlu memiliki kontak secara fisik maupun mental. Pasangan untuk bicara, berbagi cerita, atau menggenggam tangan saat hari terlalu berat akan membantu kita menjadi lebih positif dan pada akhirnya menghindarkan kita dari stress, depresi, atau bahkan keluhan fisik. Lalu bagaimana?

Tips utama dari saya: Lakukan semuanya dengan perlahan. Karena walaupun kita merasa sepi, bukan berarti kita jadi gegabah dan hanya mengikuti keinginan tanpa pemikiran.

Bagaimana cara menemukan pasangan? Moms, berdiri tegak, tersenyum, dan mulailah untuk lebih berani berinteraksi dengan orang lain. Bersikap terbuka, jangan langsung menolak kalau teman atau saudara kita ingin mengenalkan kita kepada temannya, coba saja temui dan kenal dulu, lalu baru putuskan apakah tertarik atau tidak. Online dating? Saya pribadi belum pernah coba, tapi ada beberapa teman saya yang berhasil. Saya lebih sering bertemu lewat komunitas (misalnya sesama penulis) atau sosial media. Tapi untuk saya, circle of friends’ biasanya lebih aman dan lebih nyaman.

Saya setuju kalau jangan terlalu lama menunggu untuk kembali berkencan, karena semakin lama kita sendiri akan membuat kita terbiasa sendirian. Kita akan sulit membuka diri, menerima orang lain dan bertoleransi dengan orang lain. Tapi jangan langsung mengharapkan hubungan yang serius, ambil waktu untuk benar-benar mengenal calon pasangan kita, bicara dan berdiskusi, lakukan hal yang sederhana dan santai, jadilah diri sendiri, jangan berusaha untuk terlihat sempurna.

Memang penting untuk mendapatkan persetujuan anak-anak, tapi tidak perlu langsung mengenalkan pasangan pada anak ketika baru satu atau dua kali berkencan. Jauhkan anak dari kebingungan akan terlalu banyak laki-laki yang “mampir” ke kehidupan mereka.

Dan yang terpenting, sayangi diri kita sendiri. Be positive. Jangan habiskan waktu dan tenaga mendengarkan komentar buruk orang lain tentang kita. Bangun dinding lebih kuat untuk menjaga hati apabila kencan tidak berjalan sesuai rencana. Tidak apa-apa untuk gagal (lagi), anggap saja ini proses pacaran kita saat sekolah dulu.

Saya setuju, ini semua tidak nyaman. Kesendirian, kebutuhan, kewajiban, membuat kita merasa terlalu penuh dan tidak lagi punya tenaga untuk berkencan, tapi jangan terlalu keras pada diri sendiri. Takut? Saya juga, tapi saya yakin kita semua punya kekuatan untuk melindungi diri sendiri.

So my dearest single moms… berkencan saja, tidak apa-apa kok!


5 Comments - Write a Comment

      1. @fiaindriokusumo & @WaristiAmila Terima kasih. doanya. Baru aja coba apps online dating, semoga ada yang nyangkut, hehe. Masih agak takut juga soalnya sama mantan juga kenal lama, pacaran lama, eh nikahnya gak tahan lama. Udah punya si kecil pula. Sedih juga anak masih bayi harus alamin ortunya pisah. Doakan yaa semoga cepat dapat jodoh lagi yang sesungguhnyaa.. Aamiien.

Post Comment