banner-detik
#MOMMIESWORKINGIT

10 Aturan Berbusana Kantor yang Wajib Diketahui Ibu Bekerja

author

RachelKaloh25 Sep 2023

10 Aturan Berbusana Kantor yang Wajib Diketahui Ibu Bekerja

Meski tidak selalu masuk ke dalam aturan tertulis, ibu bekerja wajib tahu apa saja yang sesuai dan tidak sesuai dalam hal berbusana kantor.

Memang, sih, kita tidak perlu mendalami pelajaran tata busana untuk bisa berbusana dengan baik. Namun, biar ga dapat kesan “di luar nurul”, kita perlu ingat bahwa dalam berpenampilan pun ada tata kramanya, termasuk dalam lingkup pekerjaan. Sebagai ibu bekerja, ada aturan berbusana kantor yang wajib Anda ketahui. Kalau ada yang menyanggah, “Tapi, kan, itu tergantung kantornya.” Selama instasi tempat Anda bekerja masih punya kantor resmi dan dikunjungi oleh banyak karyawan, baik yang sesama jenis maupun lawan jenis, maka aturan berikut tentu bakal relate. Bukan tidak mungkin ada yang baru Anda ketahui sekarang.

“What you wear is how you present yourself to the world, especially today when human contacts are so quick. Fashion is instant language”

~Miuccia Prada

Dua kancing teratas dari kemeja Anda bisa dibuka

Setiap kali mengenakan kemeja atau blus, dua kancing teratas boleh tetap terbuka. Meski hal ini bukanlah sebuah kewajiban, tetapi hal ini akan membantu menjaga kenyamanan Anda. Kecuali, bila Anda memang intentionally berpenampilan dengan kemeja yang modelnya lebih bagus kalau dikancing penuh.

Tutup kancing tengah jas, jaket atau luaran Anda

Tips dari Stylecraze.com, bila Anda menggunakan luaran seperti jaket maupun jas berkancing dan perlu menghadiri meeting, maka kancingkan bagian yang paling atas! Tidak perlu semua, salah satunya saja.

Kenakan perhiasan atau aksesori yang minimal dan senada

Sekarang ini perhiasan atau aksesori seringkali disebut sebagai statement, di mana fungsinya membuat seseorang terlihat lebih menonjol (stand out). Perhiasan yang digunakan biasanya berbeda dari yang umum. Sah-sah saja bila Anda penganut fashion statement. Namun, sebaiknya tetap perhatikan ukuran perhiasan tersebut, terutama ketika harus berhadapan dengan calon klien maupun ketika rapat dengan atasan atau BOD. Ukuran perhiasan yang minimalis dan senada dengan pakaian Anda akan memberikan kesan manis dan tetap sopan. Selain itu, jangan sampai ukuran perhiasan berisiko membatasi gerak ketika Anda harus presentasi di depan banyak orang.

Steal her style: Catherine Middleton, Princess of Wales, Duchess of Cambridge

Kenakan dasi dengan cara yang benar

Rasa-rasanya, sih, kalau buat jaman sekarang, dasi bukanlah atribut fashion yang mengekspresikan identitas gender, ya. Sedikit terkesan maskulin, mungkin, tetapi perempuan yang mengenakan dasi bukanlah mereka yang tomboi atau mengarah ke LGBTQ. It’s purely fashion! Bahkan, buat kaum perempuan, dasi bisa diganti dengan scarf. Apapun itu, pastikan untuk memakainya dengan cara yang benar; warnanya kontras dengan warna baju, meski tidak perlu memilih yang bikin sakit mata, ya. Ukuran dasi yang tepat adalah menyentuh tepat di bawah tepi atas ikat pinggang Anda.

Atau, gunakan scarf di leher dengan memasukkannya ke bagian dalam kemeja ala Shin Min-a.

 

Belahan dada atau rok mini? Pilih salah satu!

Untuk aturan ini, memang sepertinya tidak berlaku di negara yang menjunjung tinggi santun dalam berpakaian. Namun, bisa jadi relate bila perusahaan tempat Anda bekerja memiliki banyak karyawan ekspat. Rok mini sebetulnya bisa jadi pilihan untuk pakaian formal, asalkan pilih atasan yang bagian dadanya tidak terlalu rendah. Penampilan yang terlalu “terbuka” dapat meninggalkan kesan buruk pada orang lain. Jadi, pilih salah satu saja, ya. Pastikan Anda juga cukup aware terhadap budaya perusahaan Anda, karena memilih salah satu dari kedua pilihan di atas bisa tetap dianggap “saltum” alias nggak sopan.

No Crop Top!

Iya, iya, crop top itu memang sedang trend. Bentuk tubuh tertentu juga bisa membuat tampilan dengan crop top tetap “aman”. Kalau untuk orang yang badannya tidak semampai dan tinggi, crop top akan tampak seperti top biasa, apalagi kalau dipadupadankan dengan bawahan yang highwaist, baik rok maupun celana bahan. Buat tim ibu-ibu yang rajin nge-gym, flexing perut rata di kantor juga bisa dengan dress bodyfit midi berlengan, kok, hihihi!

Celana jeans yang ada robekannya WAJIB disimpan di rumah saja!

Walaupun bekerja di agency periklanan yang biasanya memperbolehkan karyawan berbusana sebebas-bebasnya, celana jeans yang ada robekannya itu tetap terkesan bahkan terlalu casual. Bahkan, cenderung kurang sopan. Celana jeans (dengan catatan, tanpa robekan) bisa tergolong formal bila dipadupadankan dengan atasan polos dan jas sebagai luaran, atau kemeja. Jangan bandingin sama penampilan KPOP idol, ya, mereka sebagai ambassador biasanya punya perjanjian sama pihak brand ketika tampil di sebuah acara.

Baca juga: Tampil Stylish ke Kantor dengan Pilihan Pakaian Sesuai Bentuk Tubuh

Celana legging

Layaknya crop top dan kaos, celana legging adalah kostum andalan… bila Anda bekerja di gym! Pekerja kantoran sebaiknya jangan memilih legging. Kecuali, kalau Anda berhijab dan menggunakan atasan yang cukup panjang, yang menutup area bokong hingga batas betis. Selebihnya, bila Anda hanya akan menggunakan atasan berupa kemeja dengan model dan ukuran standar, baiknya pilih skinny jeans gelap saja, atau ya, celana bahan. 

No tag, please

Iya, iya, bajunya LV, boleh, kok! Ya, tapi pastikan tag harganya juga sudah dilepas, dong, Bun! Bukan soal tidak sopan, tapi, malu, lah, masa segitu lupanya mau ngelepas tag, nggak takut disangka minjem?

Sandal atau selop flat dengan bagian kaki yang terbuka

Ngomongin ini jadi ingat scene di film Devil Wears Prada, ketika Miranda Priestly (Meryl Streep) sebagai Pemred tiba di kantor majalah Runway. Seluruh karyawan yang tadinya lagi santai, langsung ngebut bersiap-siap. Salah satu karyawan terlihat mengganti alas kakinya dari selop (sandal hotel) kembali ke highheels. Sampai sekarang pun, mungkin banyak di antara ibu bekerja yang relate dengan ini. Alasannya lebih kepada kaki yang lelah, tapi di sekitar meja kerja saja ngga apa. Sesantai apapun perusahaan tempat Anda bekerja, memakai sandal atau selop model terbuka tanpa hak sebaiknya tidak dijadikan pilihan. Lebih baik gunakan sneakers atau sepatu model slip on, yang setidaknya masih bisa menutupi kaki.

Baca juga: Fashion Style Ibu Bekerja Usia 40 Tahun, Nyontek The Glory!

Image by benzoix on Freepik and Pinterest

Share Article

author

RachelKaloh

Ibu 2 anak yang hari-harinya disibukkan dengan menulis artikel dan content di media digital dan selalu rindu menjalani hobinya, menjahit.


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan