Now Reading
7 Tips Memasak Praktis Untuk Hidangan Sahur dan Berbuka di Saat Karantina

7 Tips Memasak Praktis Untuk Hidangan Sahur dan Berbuka di Saat Karantina

dewdew

Saya mau berbagi ide untuk membuat hidangan sahur serta berbuka di masa pandemi Covid-19 ini, supaya besoknya tetap bisa prima menjalankan puasa Ramadhan, work from home, sekaligus jadi gurunya anak-anak.

Bagaimanapun Ramadhan kali ini memang tak seperti biasanya. Ramadhan tahun ini sudah bisa dipastikan akan kita lalui dengan lebih banyak prihatin. Nggak usah tarawih, atau tadarus di masjid seperti Ramadhan biasanya, pekerjaan kita juga pasti menumpuk lebih banyak di hari-hari bulan puasa. Selain pekerjaan kantor yang dibawa ke rumah jalan terus, memantau dan mengajarkan anak-anak yang sekolah online dari rumah nggak bisa dilepas, bulan ini ketambahan masak buat buka dan sahur. Bukan apa-apa, bangun di malam-malam buta buat masak, tuh, tantangan banget, ya, kan?

Oh tapi jangan berkecil hati (bicara pada diri sendiri, hahaha), masih banyak hal yang patut kita syukuri. Masih banyak hal yang bisa kita lakukan demi memudahkan hidup, terutama untuk membuat hidangan sahur serta berbuka, supaya besoknya tetap bisa prima menjalankan puasa Ramadhan, work from home, sekaligus jadi gurunya anak-anak.

7 Tips Memasak Praktis Untuk Hidangan Sahur dan Berbuka di Masa Karantina - Mommies Daily

Atur menu untuk seminggu

Saya merasa untuk memudahkan dan saya nggak bingung mau masak apa, maka saya selalu atur menu seminggu sebelumnya. Misalnya saja, untuk hari pertama Ramadhan, menu buka puasanya adalah risoles mayones dan kolak pisang, sementara untuk makanan utamanya ayam goreng dan tumis bayam toge. Untuk menu sahur bisa ikut menu berbuka di hari sebelumnya, jadi masaknya sore saja jelang berbuka. Ketika sahur tinggal dihangatkan. Kecuali mungkin sayur, ya. Boleh dimasak jelang makan sahur agar tetap fresh.

Belanja untuk persiapan seminggu

Karena sudah atur menu untuk seminggu, maka saya juga bisa langsung belanja untuk seminggu. Stick to the menu atau daftar belanjaan yang sudah kita buat! Kebiasaan ibu-ibu kalau sudah sampai supermarket atau di pasar pasti suka beli barang di luar daftar. Ini juga demi menghindari jebolnya budget yang sudah kita buat secara ketat.

Siapkan bumbu halus yang tahan lama

Sebenarnya dalam hal memasak, pekerjaan printilan macam mengupas bawang hingga mengulek bumbu adalah pekerjaan yang sungguh sangat menyita waktu. Supaya praktis, kita bikin saja semuanya sekaligus, mulai dari bumbu gulai basah, bawang putih, bawang merah campur cabe, dan lain-lain.

Usahakan memilih bawang, cabe, lengkuas, hingga jahe yang segar. Sehingga walau sudah digiling, rasa dan aromanya tetap terjaga. Sebaiknya tidak membuat bumbu basah yang terlalu banyak, misal saja untuk persediaan seminggu ke depan, maka gunakan bahan dengan jumlah yang biasanya akan habis dalam waktu 1 minggu.

Tips: Supaya bumbu basah awet di dalam lemari es, tambahkan minyak dan garam. Kedua bahan ini rupanya merupakan pengawet alami, lho. Tambahkan 1 sendok teh garam dan 1 sendok makan minyak untuk setiap 200 gram bumbu halus.

Siapkan lauk ungkep

Kalau bisa, sih, saat bangun sahur hidangan sudah tersedia semudah sim salabim ya. Sayangnya nggak punya magic-nya, yang bisa kita lakukan untuk meminimalkan pengolahan makanan yang lama, kita bisa siapkan lauk ungkep. Bahan makanan yang umum diungkep adalah ayam. Tapi tahu dan tempe juga bisa. Ada 2 bumbu ungkep yang umum dibuat yaitu bumbu kuning dan bumbu bacem. Untuk bumbu kuning, bumbu halusnya adalah campuran bawang putih, bawang merah, kemiri, merica, kunyit, jahe, ketumbar, asam jawa, gula Jawa dan garam yang dihaluskan bersama. Sementara untuk bumbu bacem, haluskan bawang merah, bawang putih, ketumbar, jintan dan garam. Lalu masukkan ayam, tahu, atau tempe dalam panci. Tuangi air kelapa, bumbu halus, gula merah, kecap manis, lengkuas, dan daun salam. Malas melakukannya? Kalau saya, sih, beli saja :))

Lebih banyak tumis dengan lebih sedikit minyak

Pengolahan dengan cara menumis sebenarnya jauh lebih sehat dibanding menggoreng tentunya. Kita pun juga bisa memilih minyak yang lebih sehat dibanding minyak kelapa sawit seperti minyak kelapa murni, atau minyak zaitun. Dibanding dengan menggoreng, menumis bahkan memerlukan minyak lebih sedikit. Hanya tambahkan saja air ketika kita ingin mematangkan sayuran seperti brokoli, toge, atau pok choy. Lagipula, menumis hanya butuh waktu sebentar. Pas dilakukan untuk mengolah hidangan sahur.

Sajikan buah saat berbuka puasa

Nggak bulan puasa saja makan buah kurang, bagaimana saat puasa? Triknya adalah dengan menyajikan buah saat berbuka dibanding hidangan gorengan. Kurma adalah buah yang baik untuk berbuka, sesuai sunnah Rasul pula. Kurma kaya glukosa dan fruktosa serta bermanfaat untuk kembalikan energi yang hilang selama puasa. Apel, buah pear dan pisang juga baik dikonsumsi saat berbuka. Rasanya yang manis namun tidak terlalu asam aman ketika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong setelah seharian tidak diisi. Mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Praktis pula, kan? Nggak repot bikin biji salak :))

Sesekali frozen food

Siapkan frozen food untuk keadaan darurat. Misalnya saja, kesiangan saat bangun sahur. Waktu tinggal 15 menit lagi menuju imsak, sementara yang mau dimakan habis saat berbuka. Sesekali frozen food boleh, kok, dikonsumsi. Asal jangan sering-sering, ya. Sekarang banyak, kok, frozen food ala bento yang homemade sehingga lebih sehat dan dibuat tanpa pengawet.

Baca juga:

Tips Simpan Sayuran dan Buah Supaya Lebih Awet

Rekomendasi Takjil Sehat Rendah Gula

6 Bahan Makanan Wajib Ada Selama Bulan Puasa

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top