5 Hal tentang Pernikahan yang Bisa Jadi Pelajaran untuk Anak di Masa Depan

Pernikahan (dan perceraian) ternyata bisa jadi pelajaran penting untuk anak di masa depan.

Seperti yang sudah sering sekali kita dengar, orang tua adalah role model pertama bagi anak. Itu sebabnya, apa yang kita lakukan sebagai pasangan dalam pernikahan, juga bisa jadi pelajaran penting untuk anak.

Apa saja hal tentang pernikahan yang bisa dipelajari anak?

suami istri bertengkar-4

Ini bisa jadi pengingat bagi kita juga ya moms, untuk selalu sadar akan apa yang kita lakukan bersama pasangan di depan anak. :)

Melihat orangtua bertengkar dengan sehat

Pelajaran untuk anak: Berargumen itu tidak apa-apa selama tidak destruktif

Keterampilan berargumen dengan sehat itu sangat penting. Jadi, bertengkar atau berargumen dengan anak itu boleh-boleh saja selama dilakukan dengan sehat dan tidak destruktif.

Tidak mengeluarkan kata-kata kasar, tidak saling memaki, tidak saling membentak, apalagi merusak. Murni bertukar argumen sampai didapat kesepakatan bersama. Ini mengajarkan anak untuk lebih berani mengungkapkan pendapat.

Pentingnya afeksi

Pelajaran untuk anak: Belajar mencintai

Menunjukkan rasa sayang pada suami di depan anak, mengajarkan anak untuk belajar mencintai dengan pasangan yang tepat. Seperti yang kita tahu, kekerasan itu menurun, anak yang jadi korban kekerasan biasanya juga jadi pelaku kekerasan pada anaknya di masa depan.

Sebaliknya, afeksi juga menurun lho! Anak yang dibesarkan dengan pelukan dan ciuman, serta orang tua yang menunjukkan rasa sayang dengan gesture atau sentuhan, akan tumbuh jadi orang yang penuh cinta juga.

(Baca: Sering Bertengkar Tanda Pernikahan Tidak ‘Sehat’?)

Berbagi tugas rumah tangga

Pelajaran untuk anak: Tanggung jawab

Memasak dan mengurus rumah bukan hanya tugas perempuan, kita semua setuju pada hal itu, kan? Ayah yang membantu mengurus rumah itu memberi pelajaran pada anak tentang tanggung jawab. Bahwa rumah milik bersama ya semuanya jadi tanggung jawab bersama.

Berbagi emosi

Pelajaran untuk anak: Orang tua juga manusia

Kita sering sekali membaca artikel tentang pentingnya mengajarkan emosi pada anak, apakah kita juga membiarkan anak tahu kalau kita juga punya emosi? Karena ada kan ya, tiger mom yang gengsi mengakui kesedihan pada anak karena merasa harus selalu kuat di depan anak.

Padahal menurut saya, berbagi emosi dengan anak dan membiarkan anak tahu bahwa kita juga bisa sedih, bisa marah, bisa kecewa, menunjukkan bahwa orang tua pun tidak sempurna. Pelajarannya, ia tidak akan menuntut dirinya sendiri untuk sempurna ketika jadi orang tua suatu hari nanti.

Perceraian

Pelajaran untuk anak: Jangan bertahan di hubungan yang toxic

Perceraian tentu jadi sesuatu yang tidak diinginkan semua orang ya. Tapi keluar dari hubungan yang toxic adalah sesuatu yang perlu diapresiasi karena tidak semua orang mampu melakukan itu. Apalagi jika pasangan melakukan kekerasan dalam rumah tangga.

Anak akan belajar bahwa tidak semua hubungan berjalan mulus dan memutuskan berhenti dari sebuah hubungan agar bisa lebih bahagia itu boleh-boleh saja.

Mommies mau menambahkan?


Post Comment