Bercocok Tanam 101 untuk Pemula

Bahwa tidak semua tanaman cocok untuk pemula. Menghindari pundi-pundi rupiah terbuang sia-sia selama menjalankan hobi bercocok tanam, ada baiknya mommies baca kiat dari saya berikut ini.

Bercocok Tanam - Mommies Daily

Disclaimer dulu, ya. Hobi bercocok tanam ini, saya mulai akhir Juli 2018, nah selama kurang lebih  9 bulan, saya belajar banyak hal. Siapa tahu juga berguna, buat mommies yang akan memulai, atau sedang menjalankannya.

Baca juga: Mulai Berkebun? Beli Tanaman di Toko Online Saja

1. Pilih jenis tanaman yang “bandel”

“Bandel” di sini maksudnya, si tanaman tidak membutuhkan frekuensi penyiraman terlalu sering. Selain itu berani dengan sinar matahari langsung maupun tidak. Ditambah, jika tidak dirotasi ke dalam ruangan dan di luar ruangan, tamanan-tamanam ini masih dalam keadaan sehat. Sejauh ini, jenis tanaman yang memenuhi kategori tersebut adalah: kaktus, sansiviera (biasa disebut lidah mertua), sirih gading, philo brazil, karet varigata, philo marbel, dischidia cascade, ficus, philo dendron lemon dan lain-lain.

Jenis-jenis tanaman yang saya sebut, masih sangat aman, disiram seminggu sekali. Jika ragu, soal frekuensi menyiram mommies bisa bertanya langsung kepada pihak yang menjual tanaman.

2. Sediakan pupuk dan pestisida

Saya pribadi menggunakan pupuk organik, yang cukup digunakan 2 minggu sekali. Bentuknya cair, tinggal dicampur air. Rasionya mengikuti petunjuk pemakaian. Kalau pestisida, untuk mencegah dan menghilangkan hama berupa hewan dan kutu. Jangan lupa simpan kedua benda ini yang tidak bisa dijangkau anak-anak, ya, mommies.

3. Perlengkapan dasar

Di awal, saya menyetok, media tanam yang dibeli tukang tanaman. Untuk satu karung ukuran sedang (sekitar 10 kg), harganya relatif murah, hanya 25 ribu. 3 karung cukup, kok, tinggal disesuaikan dengan jumlah tanaman yang mommies koleksi. Jika mommies beli tanaman dari tukang tanaman pinggir jalan, wajib mengganti media tanamnya, karena dari pengalaman saya, tanaman yang dibeli “abang-abang” masih terlalu banyak sekam, ketimbang media tanam.

Selain itu, sediakan pula sekop kecil untuk mengambil media tanam, ketika akan memindahkan tanaman dari polybag tanaman, ke pot yang proper.  Ditambah, saya sedia pot-pot berbagai diameter dan yang terbuat dari bahas dasar berbeda. Dari tanah liat, yang biasa disebut pot teracota, dan pot dari bahan plastik, penjual menyebut pot tawon. Yang penting bagian bawahnya pastikan punya sirkulasi udara tempat air penyiraman keluar. Agar media tanam tidak basah, yang bisa mengakibatkan akar tanaman busuk.

4. Mengganti media tanam secara berkala

Yang saya perhatikan dari pertumbuhan tanaman di rumah, sebaiknya mommies mengganti media tanam minimal 6 bulan sekali. Mengingat unsur hara dalam media tanam atau tanah, makin berkurang.

5. Tanaman rambat, butuh “dipecah”

Bercocok Tanam - Mommies Daily

Khusus tanaman rambat seperti sirih gading dan philo brazil, mommies harus memerhatikan ada berapa induk dalam satu pot. Jika hanya satu, dan tanaman makin banyak tunas, maka inilah saatnya mommies harus memecahnya ke dalam beberapa pot. Kalau tidak dilakukan, induk utamanya akan kewalahan menahan sekian tuban daun yang berkembang biak dalam satu batang. Kemampuan akar untuk menyerap makanan, dan menyalurkannya ke seluruh bagian tanaman akan berkurang, akibatnya tanaman akan layu, walau sudah mendapatkan perawatan dengan baik. Philo Brazil saya pernah mengalami hal ini.

Biasanya tanaman rambat, akan mengeluarkan akar-akar di setiap batangnya. Nah, mommies bisa memotong di bawah bagian akarnya, dan tinggal ditanam di pot lainnya. Kiat dari saya, sebelum dipindah ke media tanam tanah, saya akan menaruh tanaman di media air, jika akar sudah cukup lebat, baru saya pindahkan ke media tanam padat. Dijamin, tanaman mommies akan bertahan dan tubuh lebih lebat.

6. Jangan lapar mata

Nah ini, yang sampai sekarang masih saya latih. Lihat berbagai tanaman bagus di para penjual tanaman lewat Instagram, godaan untuk membeli besar sekali. Jadi saya tetapkan, sebulan sekali saja kalau mau beli. Perhitungkan juga kemampuan daya tampung lahan rumah kita. Jangan sudah terlalu banyak beli, tapi malah tidak bisa menampung dengan baik.

Baca juga: Pilihan Tanaman yang Cocok Untuk Setiap Ruang di Rumah Kita


Post Comment