7 Cara Menjadi Team Player Berkualitas

Kerja tim bukanlah perkara mudah, karena menyatukan sekian pemikiran untuk satu atau beberapa tujuan tertentu. Yuk dalami tujuh cara berikut ini, agar bisa menjadi team player yang membawa dampak positif dimanapun itu.

Gaung Asian Games 2018 yang baru saja usai tampaknya masih terasa hingga sekarang. Keseruan dan rasa bangga masih mewarnai beberapa pembicaraan di whatsapp group. Di baliknya tentunya banyak cerita tentang bagaimana para insan olah raga, panitia, relawan, pemerintah serta berbagai lapisan masyarakat bahu membahu untuk menelurkan prestasi yang membanggakan Indonesia. Proyek sebesar ini tentunya tidak akan terlaksana dengan baik bila masing-masing pihak hanya bekerja sendiri.

Baca juga: Agar Langsung Click dengan Anggota Tim Baru

7 Cara Menjadi Team Player Berkualitas - Mommies Daily

Kerja sama merupakan kunci keberhasilannya. Hal ini tentunya berlaku pula dalam konteks perusahaan, tentang betapa pentingnya kerja sama antar berbagai elemen untuk mencapai sasaran perusahaan. Selanjutnya kita akan membahas apa yang dapat dilakukan agar bisa menjadi pelaku kerja sama yang membawa dampak positif bagi tim.

1. Pahami sasaran tim

Dengan adanya pemahaman tentang sasaran bersama yang hendak dicapai, anggota tim tentunya menjadi lebih paham apa yang dituntut dari masing-masing. Kerangka waktu, anggaran, peran dan tanggung jawab merupakan batasan yang perlu diperjelas sehingga masing-masing anggota tim paham tentang apa yang dituju dan apa yang perlu dilakukan untuk mencapai sasaran tim.

2. Kenali & gunakan kekuatan diri

“Rey bawa bola, jangan banyak dribble segera lempar ke Ronald kalau kosong, BJ siap-siap ya di bawah ring.” Ini adalah sepotong arahan yang diberikan pelatih dalam pertandingan basket antar klub yang diikuti anak saya. Di sini jelas bahwa pelatih sudah sangat mengenal tentang kekuatan dan kelemahan dari masing-masing anggota tim dan memanfaatkannya untuk berstrategi dan memenangkan pertandingan. Jadi kenalilah kekuatan diri kita, entah kita jago jualan atau lebih kreatif mendesain proyek. Berkontribusilah untuk mendukung pencapaian sasaran dari tim kita.

3. Jadilah pribadi yang dapat diandalkan

Melihat bagaimana seorang Jonathan Christie atau pasangan Markus-Kevin yang pontang panting mengejar kok, bahkan Anthony Ginting yang sampai mengalami kram kaki,  membuat kita menyadari pentingnya keuletan dan kegigihan dalam menghadapi berbagai penugasan tim. Penting bagi anggota tim untuk tetap bersikap positif. Jangan gampang mengeluh atau menyerah, apalagi menyerahkan tugas yang sulit kepada orang lain. Tularkan semangat dan antusiasme dalam bekerja sehingga kita pun dapat membantu orang-orang di sekitar kita untuk tetap fokus dalam upaya menyelesaikan tugas.

4. Berbagi informasi dan hal lain yang dibutuhkan tim

Berkomunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam tim. Kita tidak bisa berasumsi orang lain sudah tahu apa yang sedang kita kerjakan atau apa yang kita perlukan. Jangan berdiam diri saat menemui adanya ide yang kurang baik. Sampaikan masukan kita dan berikan alternatif ide yang lebih baik. Di sisi lain, berikan juga dukungan dan pujian untuk ide yang memang bagus. Dengan menjadi bagian dari solusi, kita dapat memastikan tercapainya sasaran tim dengan penerapan berbagai ide yang unggul.

5. Bersikap fleksibel

Perubahan merupakan hal yang mungkin sekali terjadi sepanjang kerja sama. Ada anggota tim yang tiba-tiba tidak bisa hadir, ada perubahan prioritas dari pihak manajemen, ada pergerakan kompetitor di pasar, atau ada anggota tim yang mengajukan ide yang baru. Dalam hal ini, kita tidak bisa bersikap kaku dan bertahan dengan rencana atau ide semula. Dengan bersikap terbuka, kita dapat mengambil manfaat dari perubahan yang ada. Hal ini dapat membawa kita pada ide alternatif yang lebih baik sehingga kita terus bergerak menuju kemajuan.

6. Dukung tim & pastikan semua ikut berkontribusi

Penting sekali untuk memberikan dukungan kepada tim demi mempertahankan moral tim. Hal yang dapat kita lakukan selain berkontribusi untuk tim adalah memberikan bantuan atau memberikan pujian untuk anggota tim lainnya. Bahkan kita pun dapat mengajak anggota tim lainnya untuk terus memberikan kontribusi. Dengan demikian, kita dapat bergerak bersama dengan rekan-rekan kita untuk memastikan kemajuan kinerja tim.

7. Jangan ragu untuk berbeda pendapat

Bekerja sama bukan berarti tidak boleh berbeda pendapat. Yang penting adalah bagaimana mengelola perbedaan itu sehingga akhirnya dapat membawa dampak positif bagi pencapaian sasaran tim. Jangan sampai bersikap emosional, misalnya dengan suara yang meninggi atau marah-marah. Tetap bersikap tenang dan kemukakan data yang mendukung ide kita. Bila memang ide orang lain lebih bagus, bersikaplah obyektif dan menerimanya dengan lapang dada. Yang penting adalah sikap hormat dan penghargaan terhadap pribadi lain dalam tim.

Menjadi pelaku kerja sama memang tidak mudah, apalagi menghadapi proyek yang sulit dengan tenggat waktu yang ketat. Namun dengan tetap fokus pada sasaran dan bersikap positif, kita dapat memberikan kontribusi lebih kepada tim. Kita pun dapat menggalang tim untuk membangun kerja sama yang lebih baik. Karena kinerja tim secara keseluruhan yang akan dilihat pada akhirnya, bukan lagi prestasi pribadi demi pribadi.

Semangat bekerja sama.

Baca juga: 3 Langkah Memaksimalkan Potensi Tim

*Artikel ini ditulis oleh Linawaty Mustopoh (Experd Consultant)


Post Comment