Menangani Flu di Saat Hamil

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Flu di saat hamil itu sudah pasti nggak enak. Maunya buru-buru sembuh, namun nggak bisa sembarang minum obat. Gimana menangani flu di saat hamil?

Memang ya, nggak boleh namanya jumawa. Saat hamil anak pertama, saya nyaris nggak ada keluhan sama sekali dan nggak pernah kena penyakit apapun. Jadilah, di kehamilan kedua saya super pede akan menjalani model kehamilan yang sama. Aman, tentrem, sehat dan makan menggila :D.

Kenyataannyaaaaaa, kehamilan kedua ini jauh lebih menantang. Dari mulai Hb rendah, sampai sering banget flu di saat hamil. Kesal sendiri rasanya. Walaupun saya tahu, namanya bumil memang kan daya tahan cenderung menurun. Makanya rentan terserang penyakit, termasuk flu. Masalahnya, flu juga bisa menjadi salah satu penyakit yang dengan cepat berubah menjadi penyakit serius. Dapat mengakibatkan Pneumonia dan bronchitis. Nah, kebayang kan gimana parnonya saya ketika terkena flu di saat hamil!

Menangani Flu di Saat Hamil - Mommies Daily

Baca juga:

Keluhan Ibu Hamil yang Wajib Diwaspadai

Ndilalah, saat hamil anak kedua, saya lumayan sering terserang flu. Begitu mulai pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala dan demam, saya langsung ring-uringan. Menurut panduan yang saya baca di situs CDC (Centers for Disease Control and Prevention), flu di saat hamil sebaiknya segera mencari obat antrivirus yang bisa mengobati flu dan mencegah komplikasi flu yang lebih serius. Obat antivirus ini bisa meringankan gejala flu dan mempercepat kesembuhan. Namun, hindari mengonsumsi obat sembarangan.

Sampai usia kehamilan 28 minggu, umumnya dokter tidak menyarankan penggunaan obat flu, apalagi bila flu yang dialami tidak terlalu parah. Apalagi di trimester awal, saat proses pembentukan perkembangan janin sedang pesat, ibu hamil memang sebaiknya menghindari konsumsi obat tanpa diawasi oleh dokter.

Baca juga:

Apa yang Terjadi Pada Ibu dan Janin di Trimester Pertama

Pernah ketika flu yang saya alami sangat parah hingga tak bisa beraktivitas, kepala rasanya pusing, pilek dan batuk yang tak kunjung sembuh dan badan pegal macam habis larai marathon 50K (duileh). Saat itu satu-satunya obat yang diperbolehkan oleh dokter adalah parasetamol dosis rendah. Dengan catatan, ini sudah dikonsultasikan pada dokter terlebih dahulu.

Agar tidak ‘kecanduan’ obat, saya mencari tahu penanganan flu di saat hamil secara alami yang tidak mengganggu kehamilan. Beberapa cara tersebut antara lain:

1. Minum banyak cairan
Minum air putih sangat penting selama mengalami flu. Bila ibu hamil mengalami batuk, cairan akan membantu mengencerkan dahak sehingga tenggorokan akan lebih nyaman. Selain itu, bila flu disertai dengan demam, konsumsi cairan akan menghindarkan kita dari dehidrasi. Lagipula memang ibu hamil dan busui membutuhkan jumlah cairan tertentu.

2. Cukup istirahat
Klise sih memang, tapi tetap penting disebut :D. Kurang tidur akan membuat sistem pertahanan tubuh menjadi lebih buruk. Kebayang kan sudahlah flu, masih ditambah kurang tidur, kapan sembuhnya? *__*.

3. Berkumur dengan air garam
Ini saya lakukan saat saya mengalami batuk berat. Larutan air garam dapat meredakan dinding tenggorokan yang meradang dan berfungsi meluruhkan dahak atau lendir, bakteri, kuman, dan penyebab alergi lain yang menempel di tenggorokan.

4. Konsumsi makanan bergizi
Untuk membantu tubuh meningkatkan daya tahannya, banyak-banyakin konsumsi makanan yang mengandung vitamin C, vitamin A dan E, seng serta zat besi. Ini semua bisa didapatkan dari buah, sayuran, serta makanan sumber protein seperti daging.

Dokter saya juga menyarankan untuk mendapatkan vaksin flu. Meskipun demikian, mommies tetap harus berkonsultasi lebih dulu pada dokter sebelum mendapatkan vaksin ini.

Nah, sudah vaksin flu belum???

Baca juga:

Amankah Waxing Saat Hamil?


Post Comment