Kebutuhan Air Minum untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Dalam keadaan normal, remaja dan dewasa sehat memerlukan air rata-rata sebanyak 2 liter per hari. Bagi ibu hamil dan menyusui, ternyata jumlah ini kurang lho. Jadi berapa kebutuhan air minum untuk ibu hamil dan menyusui?

Bagi bumil dan busui, selain asupan makanan tambahan, yang juga harus diperhatikan adalah asupan air minum. Saking pentingnya, Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia bahkan membuat konsensus nasional mengenai kecukupan asupan air bagi ibu hamil dan menyusui.

Seperti yang pernah disampaikan Adis tentang pentingnya banyak minum untuk ibu hamil, karena kehamilan adalah kondisi fisiologis yang ditandai dengan meningkatnya berat badan meliputi deposit lemak, peningkatan total air tubuh dan pertumbuhan janin. Selama masa kehamilan, kebutuhan air akan meningkat karena diperlukan untuk mendukung sirkulasi janin, produksi air ketuban, dan volume darah yang meningkat.

Kebutuhan air sangat dipengaruhi banyak faktor seperti misalnya aktivitas ibu hamil, suhu lingkungan, tempat tinggal, dan sebagainya. Sehingga tidak ada suatu rumusan khusus yang berlaku bagi semua ibu hamil. Yang jelas, kebutuhan energi saat kehamilan rata-rata meningkat 300 kalori per hari, karena itu ibu hamil memerlukan setidaknya 300ml asupan air tambahan.
Hidrasi yang baik pada ibu hamil dapat mengurangi keluhan pada kehamilan seperti mual dan muntah, konstipasi, kulit kering, dan terutama tercukupinya air ketuban.
Minum (2)

Sedangkan pada ibu menyusui, terutama berperan untuk menjaga kualitas dan kuantitas ASI. Pada ASI, 87-90% komposisi ASI terdiri dari air, sehingga bayi yang mendapat ASI eksklusif akan memiliki cadangan air yang baik dan status hidrasi bayi terjaga dengan baik. Pada puncak laktasi, ibu menyusui membutuhkan tambahan asupan cairan kurang lebih 700-785 mL per hari dibanding wanita yang tidak menyusui. Kebutuhan ini meningkat pada kondisi perubahan lingkungan yang panas serta pada peningkatan aktivitas fisik.

Nah, bagaimana dengan keadaan khusus, misalnya saat puasa? Menurut penelitian, bagi ibu hamil, puasa tidak mempengaruhi pertumbuhan janin pada ibu yang menjalani puasa. So, tetap bisa puasa walaupun kebutuhan airnya tidak berkurang ya, artinya, banyak minum air harus dipenuhi saat buka hingga sahur.

Sementara untuk ibu menyusui, memang tidak dianjurkan berpuasa (terutama 6 bulan pertama saat bayi masih eksklusif menyusu) karena dari penelitian pula didapatkan adanya penurunan asupan vitamin A, C dan E serta perubahan status nutrisi pada ASI.

Sekadar mengingatkan, bahwa asupan kecukupan air minum ini termasuk semua cairan, bukan hanya air mineral. Jadi kalau minum susu,  jus dan lain-lain, juga dihitung sebagai pemenuhan asupan air. Tetapi harus diingat bahwa ada tambahan lain seperti gula, kalori, atau kafein yang menyertainya.

Selamat Hari Air Sedunia, Mommies.