Amankah Waxing Saat Hamil?

 Ada pendapat yang mengatakan kalau waxing tidak aman jika dilakukan saat hamil. Benarkah?

Siapa di antara Mommies yang senang waxing? Menurut salah satu teman dekat saya yang doyan waxing, ia mengatakan ada sensasi yang dirasakan. Makanya, kalau awalnya ia senang waxing di daerah kaki dan tangan, lama kelamaan ia ketagihan melakukan brazilian wax.  Bahkan katanya, nih,  brazilian wax bisa meningkatkan gairah seksual.

waxing

Menurutnya, sang suami merupakan tipe lelaki yang yang menyukai “aset” istrinya dalam kondisi setengah gundul. “Lagi pula, gue merasa daerah V gue jadi jauh lebih sensitif yang akhirnya menambah kenikmatan bercinta,” ungkap teman saya ini sambil mesem mesem.

Nah, siapa yang punya pengalaman yang sama?

Saya sendiri minim sekali dalam dunia per-waxing-an. Maklum, saya memang nggak punya banyak bulu-bulu halus di tubuh. Tapi kalau ngomongin waxing, saya cukup menyesal ketika melahirkan dulu nggak melakukan brazilian wax. Soalnya kan, ketika melahirkan baik lewat persalinan normal ataupun ceaser, bulu-bulu di sekitar vagina memang harus dibersihkan.

Sementara saya waktu melahirkan lupa memikirkan hal ini. Alhasil, susterlah yang melakukannya? Nggak perlu ditanya hasilnya, ya, pasti jauh berbeda kalau melakukan brazilian wax.

Ngomongin masalah cukur mencukur sebelum melahirkan, saya pun  sempat membaca beberapa pengalaman Mommies di thread forum. Ternyata, banyak sekali Mommies yang mempertanyakan apakah waxing boleh dilakukan saat hamil. Soalnya ada bebera pendapat yang mengatakan kalau waxing tidak aman jika dilakukan saat hamil. Benar nggak, sih?

Saya pun akhirnya bertanya pada dr. Yassin Yanuar MIB, Sp.OG, M.Sc. Dokter yang praktik di Rumah Sakit Pondok Indah ini menjelaskan kalau secara medis, tidak ada larangan untuk melakukan waxing saat hamil. Waxing tidak mengganggu janin dan ibu. Namun ia menegaskan kalau memang ada beberapa catatan yang harus diperhatikan.

“Pada ibu hamil, terjadi perubahan hormonal yang memengaruhi pertumbuhan rambut serta kondisi kulit. Rambut pubis dapat menjadi lebih lebat dan tebal, pertumbuhan aliran darah di sekitar pubis juga terjadi, sehingga akan lebih sensitif dan lebih mudah merasa nyeri. Nyeri yang timbul dapat timbul lebih berat dibanding saat tidak hamil. Lebih mudah mengalami iritasi,” paparnya.

Oleh karena itulah dr. Yassiin mengingatkan jika melakukan waxing perlu perhatikan kebersihan dan pengalaman dari tempat melakukan waxing. Pastikan tempat yang Mommies pilih memang memiliki keterampilan dan pengalaman yang baik menangani ibu hamil.  Jika melakukan sendiri, perhatikan kebersihan di rumah.

“Hindari melakukan waxing bila dijumpai kelainan kulit misalnya alergi, melasma, kemerahan. Selain itu, amati pasca waxing dapat timbul jerawat, folikulitis,” pungkasnya.

Jadi gimana Mommies, sudah nggak bingung lagikan?


Post Comment