Keluhan yang Harus Diwaspadai Ibu Saat Hamil

Walaupun waktu hamil dulu saya diberikan kemudahan sehingga banyak yang bilang saya ini ‘hamil kebo’, bukan berarti saya kebal dengan segala keluhan, lho. Menurut  dr Yassin Yanuar MIB, SpOG, MSc, ada beberapa keluhan yang harus diwaspadai ibu saat hamil. Apa saja?

Masa-masa saya hamil memang sudah lewati beberapa tahun yang lalu, tapi kenangannya tentu saja masih membekas. Seingat saya, kehamilan waktu itu berjalan tanpa banyak hambatan. Perubahan besar yang dirasakan nggak jauh dari perubahan fisik seperti berat badan yang kian bertambah dan perut yang makin membuncit.  Kendala lain yang membuat saya susah, rasanya jarang sekali saya alami.

keluhan yang harus diwaspadai ibu hamil

Tapi  bukan berarti saya nggak mengalami keluhan, lho. Contohnya, saya sempat mengalami masalah kulit macam hiperpigmentasi. Saya pun akhirnya mulai mencari tahu mengenai perawatan dan skincare yang aman buat ibu hamil. Pokoknya, ada beberapa hal yang bikin saya nggak percaya diri saat hamil.  

Saya juga ingat, pada semester terakhir, menjelang persalinan, tiba-tiba saja saya mengalami demam tinggi. begitu suhu badan diperiksa, ternyata angkanya menunjukan hampir 39 derajat. Jelas saja kondisi ini bikin suami saya cukup panik. Dia bilang, “Kita ke dokter, yuk…. takut ada apa-apa”. Tapi, waktu itu malah saya yang keukeuh dan bilang nggak apa-apa. Untungnya, demam saya ini memang nggak berlangung lama, karena keesokan harinya saya sudah merasa fit lagi.

Walaupun begitu, saya pun tetap ke dokter karena saya cukup sadar karena selama hamil, bumil akan berhadapan dengan berbagai proses dan perubahan terhadap tubuhnya. Makanya, perubahan ini bisa menimbulkan berbagai macam keluhan, termasuk keluhan yang harus diwaspadai oleh bumil.

Berkaitan dengan keluhan hamil yang perlu diwaspadai, saya pun bertanya pada dr Yassin Yanuar MIB, SpOG, MSc, keluhan apa saja, sih, yang sebenarnya nggak boleh dianggap remeh? Berikut penjelasan dokter yang berpraktik di RS. Pondok Indah, Jakarta.

Demam

Gejala demam,  adalah peningkatan suhu tubuh di atas 37.5 C. Gejala ini tidak boleh disepelekan karena merupakan salah tanda reaksi atau respon imun apabila ada ancaman infeksi. Infeksi dapat berupa virus, bakteri atau parasit. Maka itu pada ibu hamil, setiap gejala demam, harus dilakukan pengukuran dengan termometer dan sebaiknya tidak diabaikan.

Cara mengatasinya adalah dengan mencari penyebab, serta dapat mengonsumsi antipirektik, namun tentu saja harus atas sepengetahuan dokter lebih dahulu. Selain itu, perlunya mencukupi kebutuhan cairan dengan banyak minum akan sangat membantu mengatasi demam. Common cold dapat menimbulkan demam.

Perlu diwaspadai bila demam tanpa gejala penyerta. Di Indonesia sendiri,  di mana endemik demam berdarah, oleh karena itu sangat perlu diwaspadai karena membutuhkan terapi dengan pengawasan ketat karena dapat berisiko terhadap ibu maupun janin. Selain itu kontaminasi salmonella pada makanan sehari-hari yang tidak higienis juga cukup banyak terjadi, sehingga perlu ditelusuri ke arah kemungkinan tifoid.

Biasanya demam tifoid disertai gejala penyerta gangguan saluran cerna, misalnya konstipasi atau diare. Lalu bagi ibu hamil dengan riwayat berpergian ke daerah endemis malaria, hati-hati dapat terjangkit penyakit malaria. Keluhan penyerta pada buang air kecil juga perlu diperhatikan, karena infeksi saluran kemih juga dapat memicu demam.

Kaki Bengkak

Kaki bengkak dahulu dipandang sebagai sebuah gejala penyakit pada kehamilan, namun di masa kini, bengkak sudah terbukti tidak selalu berhubungan dengan penyakit, dan merupakan bagian dari perubahan tubuh selama hamil yang fisiologis. Pada kehamilan terjadi peningkatan jumlah cairan tubuh serta, penurunan tahanan dinding pembuluh darah, sehingga cairan lebih mudah pindah ke jaringan lunak.  Karena kaki dipaling bawah, makanya paling mudah terkena dampak karena adanya gravitasi.  Bengkak perlu diwaspadai mana kala terjadi peningkatan tekanan darah. Pada kasus ini hipertensi dan preeklampsia perlu diwaspadai

Flek

Flek atau perdarahan harus diwaspadai dan tidak boleh diabaikan. Sumbernya tidak selalu dari janin dan rahim, maka itu perlu diperiksa untuk mencari sumber darah tersebut, apakah akibat radang atau luka pada dinding vagina atau pada leher rahim. Atau bersumber dari dalam rahim. Lendir disertai darah juga merupakan tanda2 persalinan.

Keputihan

Keputihan tidak selalu berhubungan dengan penyakit. Keputihan adalah istilah awam untuk semua cairan selain darah yang keluar dari kemaluan. Saat hamil, kelenjar di saluran reproduksi, leher rahim lebih aktif memproduksi lendir. Hal ini ditafsirkan juga sebagai keputihan. Selama keputihannya putih bening, tidak disertai bau atau gatal. Kemungkinan besar merupakan hal yang normal. Waspadai bila ada prubahan warna seperti kuning, hijau. Berbau, gatal dengan konsistensi yg memadat atau sangat kental. Sumbernya dapat berupa radang leher rahim atau cervicitis, bila dibiarkan akan mennimbullan ascending infection, memicu persalinan prematur.

—–

Mudah-mudahan saja informasi yang disampaikan ini bisa berguna buat Mommies semua, ya…. saat hamil kita memang perlu waspada kapanpun juga.