10 Bahasa Cinta Suami Istri di Bulan Ramadan, Kunci Hubungan Berkah!

Sex & Relationship

Mommies Daily・in 4 hours

detail-thumb

Puasa bukan halangan bermesraan. Ini 10 cara ekspresikan bahasa cinta suami istri agar hubungan makin berkah, harmonis, dan bernilai ibadah. 

Ramadan adalah bulan penuh berkah yang biasanya identik dengan peningkatan ibadah, pengendalian diri, dan refleksi spiritual secara personal. Namun, bagi kita yang sudah menempuh hidup berumah tangga, Ramadan sebenarnya membawa peluang emas untuk mempererat ikatan suami dan istri melalui cara-cara yang lebih bermakna.

Sering kali, tantangan muncul di tengah padatnya agenda puasa. Rasa kantuk setelah sahur, kelelahan setelah bekerja sambil menahan lapar, hingga kesibukan mengurus anak terkadang membuat hubungan dengan suami menjadi “mode bertahan hidup” saja. Padahal, Islam mengajarkan bahwa kasih sayang, rasa hormat, dan kemitraan spiritual antara suami istri adalah bagian dari ibadah yang mendatangkan pahala besar.

Meskipun saat siang hari kita wajib menahan diri dari hubungan intim, bukan berarti kasih sayang harus ikut “berpuasa”. Justru, Ramadan adalah momentum untuk mempraktikkan love language dalam bingkai ketaatan. Yuk, bedah 10 rahasia mengekspresikan bahasa cinta suami istri secara halal dan penuh berkah selama bulan suci ini!

BACA JUGA: Sexting dengan Pasangan di Bulan Puasa, Batalkah?

Menjaga Kemurnian Kasih Sayang di Siang Hari

Penting bagi kita untuk memahami batasan selama jam puasa (dari Fajar hingga Maghrib). Selama waktu ini, pasangan suami istri memang diminta menahan diri dari tindakan fisik yang bersifat erotis atau dapat memicu syahwat yang membatalkan puasa. Namun, Islam tidak pernah melarang ekspresi kasih sayang yang lembut.

Gestur seperti memberikan senyuman manis saat suami terlihat lelah, memberikan kata-kata penyemangat, atau sekadar saling membantu dalam menyiapkan kebutuhan rumah tangga adalah bentuk kemesraan yang sangat dianjurkan. Gunakanlah waktu siang hari untuk membangun kedekatan emosional dan spiritual yang akan menjadi fondasi kuat bagi keharmonisan keluarga.

10 Love Language Suami Istri di Bulan Ramadan

Selain untuk menciptakan keharmonisan, beberapa bahasa cinta ini juga bisa dilakukan di bulan puasa untuk menambah pahala.

Foto: SERHAT TUĞ/Pexels

1. Salat berjemaah dan berdoa bersama

Ibadah bersama adalah bentuk love language spiritual yang sangat tinggi nilainya. Cobalah untuk melakukan salat Tarawih, Tahajjud, atau bahkan salat fardu berjemaah dengan suami sesering mungkin. Saat Mommies dan suami bersujud pada waktu yang sama, harmoni emosional akan terbangun secara alami. Menutup ibadah dengan bersalaman dan saling mendoakan akan mengundang ridha Allah ke dalam rumah tangga.

2. Tadarus dan refleksi Al-Qur’an berdua

Luangkan waktu 10 hingga 15 menit setiap hari untuk membaca Al-Qur’an bersama. Mommies bisa saling menyimak bacaan atau sekadar mendiskusikan satu ayat yang menyentuh hati. Berbagi pemikiran tentang pesan-pesan Tuhan akan membantu meningkatkan rasa percaya (trust) dan empati antar pasangan.

3. Saling mendukung dalam amal kebaikan

Love language tidak selalu soal sentuhan, tapi juga dukungan untuk tumbuh bersama. Ajak suami untuk menyisihkan sedekah bersama atau sekadar berbagi tugas memberikan makanan ke masjid. Ketika kalian bekerja sama sebagai satu tim dalam kebaikan, ikatan batin akan terasa jauh lebih kokoh dan bermakna.

4. Melatih kesabaran dan pengendalian emosi

Puasa adalah ujian kesabaran yang nyata. Saat gula darah rendah dan tubuh lelah, gesekan kecil mudah terjadi. Mengekspresikan cinta di bulan Ramadan bisa berarti memilih untuk diam saat ingin marah, atau merespons keluhan suami dengan kelembutan. Kesabaran Mommies dalam menjaga suasana rumah tetap kondusif adalah hadiah cinta yang luar biasa bagi suami.

5. Menghindari perdebatan demi menjaga pahala

Kita diajarkan untuk menjaga lisan saat berpuasa. Di rumah, hal ini berarti menghindari perdebatan yang tidak perlu mengenai hal-hal sepele, seperti pilihan menu berbuka atau urusan domestik. Menghargai pendapat pasangan dan mengalah demi kedamaian adalah salah satu bahasa cinta dan cara menjaga barakah puasa sekaligus keutuhan hati.

6. Saling mengambil peran (acts of service)

Saat salah satu merasa lelah atau kurang sehat karena puasa, inilah saatnya pasangan menunjukkan cinta melalui tindakan nyata. Suami yang membantu mencuci piring atau Mommies yang memijat pundak suami setelah pulang kerja adalah bentuk physical touch dan acts of service yang menyejukkan. Saling meringankan beban kerja menciptakan rumah yang damai.

7. Komunikasi yang bijak dan penuh hikmah

Gunakan waktu Ramadan untuk membicarakan rencana masa depan atau evaluasi diri dengan cara yang lembut. Hindari kritik tajam. Sebaliknya, gunakan kata-kata yang mengandung apresiasi atas kerja keras masing-masing selama bulan puasa ini. Komunikasi yang sehat adalah kunci agar tidak terjadi salah paham saat tubuh sedang kurang energi.

8. Berbagi tanggung jawab rumah tangga

Agar ibadah tetap maksimal bagi keduanya, pembagian tugas sangatlah penting. Rencanakan siapa yang akan fokus pada urusan dapur dan siapa yang akan menangani anak-anak saat waktu Iftar tiba. Kerja sama yang adil membuat suami istri merasa dihargai dan tidak merasa berjuang sendirian di tengah padatnya aktivitas Ramadan.

9. Quality time di momen sahur dan iftar

Jadikan momen makan bersama bukan sekadar rutinitas mengisi perut. Letakkan gadget dan fokuslah pada percakapan yang berkualitas. Ungkapkan rasa syukur Mommies karena masih diberikan kesempatan berpuasa bersama suami tahun ini. Kedekatan yang dibangun di atas meja makan ini akan memberikan energi positif untuk menjalani ibadah sepanjang hari.

10. Saling memaafkan dan menghapus dendam

Ramadan adalah momen pengguguran dosa. Jangan biarkan ada ganjalan di hati terhadap pasangan. Jika ada selisih paham, segera selesaikan sebelum tidur. Mengucapkan “Aku memaafkanmu karena Allah” bukan hanya melegakan batin, tapi juga membuka pintu-pintu keberkahan baru dalam hubungan suami istri.

Bahasa Cinta Suami Istri di Bulan Ramadan, Kunci Hubungan Berkah!

Foto: Harith Iskandar/Pexels

Pentingnya Dukungan Emosional bagi Kesehatan Mental Istri

Di balik kemeriahan Ramadan, peran seorang istri sering kali menjadi yang paling berat. Mengatur menu sahur, memastikan anak-anak bangun tepat waktu, hingga tetap produktif bekerja bisa memicu kelelahan mental yang luar biasa. Di sinilah pentingnya dukungan emosional dari suami.

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa dukungan sosial dari pasangan, terutama dalam bentuk validasi perasaan dan pembagian beban kerja, dapat menurunkan risiko stres dan kelelahan (burnout) secara signifikan. Saat suami menunjukkan apresiasi atas masakan sahur yang sederhana sekalipun, hal itu memberikan suntikan dopamin yang membuat istri merasa lebih bahagia dan berenergi untuk melanjutkan ibadah. Hubungan yang harmonis selama Ramadan bukan hanya soal spiritual, tapi juga soal menjaga kesehatan mental seluruh penghuni rumah.

Memelihara love language di bulan Ramadan memang butuh usaha lebih, mengingat kondisi fisik yang mungkin tidak seprima biasanya. Namun, dengan menyetel niat bahwa setiap perhatian yang kita berikan kepada pasangan adalah bagian dari ibadah, kelelahan itu akan berubah menjadi pahala.

Jadi, Mommies, sudahkah hari ini memberikan senyuman terbaik atau bantuan kecil untuk suami? Mari jadikan Ramadan tahun ini bukan hanya sebagai ajang perbaikan diri secara pribadi, tapi juga momentum untuk memupuk cinta yang lebih halal, suci, dan penuh berkah bersama pasangan.

BACA JUGA: 8 Doa Pembuka Rezeki dalam Rumah Tangga, Bawa Berkah!

Cover: ROCKETMANN TEAM/Pexels