Jangan Lakukan 10 Hal Ini Setelah Bertengkar dengan Pasangan

Sex & Relationship

Fannya Gita Alamanda・21 Aug 2023

detail-thumb

Setelah bertengkar dengan pasangan, tindakan apa yang kita lakukan ternyata sangat berpengaruh. Membuat hubungan membaik atau sebaliknya malah menghancurkan. 

Meski setiap habis bertengkar dorongan impulsif untuk mengirim pasangan ke Rusia sangat besar, Anda harus tahu, pertengkaran dalam sebuah hubungan adalah hal yang lumrah dan sehat. Asalkan Anda tahu pantangannya, pertengkaran bisa menjadi hal yang membangun, bukan sesuatu yang malah menghancurkan hubungan Anda.

Baca juga: 9 Tips Agar Bisa Bertengkar Sehat dengan Pasangan

Ini 10 hal yang jangan dilakukan setelah bertengkar dengan pasangan

 

1. Bersikap seolah tidak terjadi apa-apa setelah bertengkat dengan pasangan

 

Mengabaikan apa yang menjadi penyebab pertengkaran atau berpura-pura tidak terjadi apa pun bukanlah ide yang bijak. Ini sama seperti menyapu kotoran ke bawah karpet dan berasumsi pasangan Anda bakal puas. 

“Kalian harus bisa menarik pelajaran dari pertengkaran yang sudah terjadi. Bahas bersama penyebab dan solusinya agar bisa memperbaiki keadaan karena pasti ada kerusakan yang terjadi. Besar atau kecil,” kata Lesli M. W. Doares, Konsultan Pernikahan di Cary, North Carolina, dan penulis “Blueprint for a Lasting Marriage: How to Create Your Happily Ever After with More Intention.”

 

2. Curhat tentang pertengkaran di media sosial atau kepada sembarang orang

 

Adalah hal yang normal untuk mencari sekutu yang bakal memahami perasaan Anda. Tapi pertengkaran bukanlah konsumsi publik. “Tindakan itu bisa sangat merusak kepercayaan pasangan kepada Anda,” kata Marni Feuerman, Psikoterapis berlisensi di Boca Raton, Florida. Dan begitu Anda mem-posting sesuatu di forum publik, Anda tidak dapat menariknya kembali. Lagipula, ini tidak adil. Orang-orang yang baca postingan Anda kan nggak tahu 100% fakta yang sebenar-benarnya. Kalau benar-benar butuh tempat curhat, berbicaralah dengan orang kepercayaan yang dapat memberi nasihat yang seimbang dan jujur. 

 

3. Menunggu terlalu lama untuk menyelesaikan masalah

 

Setelah kalian berdua menenangkan diri, tinjau kembali masalahnya dan selesaikan. “Kemarahan yang belum diselesaikan dan perasaan sakit hati dapat terus tumbuh jika tidak diselesaikan segera dan semakin sulit mengatasi konflik yang terjadi,” kata Antonia Hall, MA, Psikolog, Pakar hubungan dan Penulis “The Ultimate Guide to a Multi-Orgasmic Life”.  Selain itu, dengan berlalunya waktu, semakin sulit untuk mengingat faktor-faktor yang menyebabkan konflik, membuatnya semakin sulit juga untuk diselesaikan. 

 

4. Mengeraskan hati dan enggan memaafkan setelah bertengkar dengan pasangan

 

Jangan menahan amarah dan tidak memaafkan. Jika pasangan meminta maaf dengan sepenuh hati, terimalah. Suatu hari nanti, mungkin saja Anda yang membutuhkan maafnya.  Tetap marah atau kesal dan dengan keras kepala tidak menerima permintaan maafnya hanya akan memperburuk keadaan.  Sebuah hubungan bukan tentang siapa menang dan siapa yang kalah. Kalian berada di pihak yang sama. 

 

5. Mengungkit-ungkit kesalahan di masa lalu

 

Let it go. “Jika terus mengungkit-ungkit setiap kesalahan yang menjadi sumber pertengkaran sebelumnya, tidak akan ada perdamaian dan tidak akan ada cinta. Lagipula, jika pertengkaran sudah benar-benar diselesaikan, buat apa diungkit-ungkit lagi. Dengan mengungkit konflik lama, sebenarnya Anda hanyalah memulai kembali pertempuran sambil menunjukkan bahwa resolusi dan kesepakatan sebelumnya tidak ada artinya.

 

6. Fokus pada penyebab pertengkaran

 

Apakah pasangan sering lupa membelikan barang pesanan Anda? Alih-alih terus menyimpan kekesalan pada kesalahan yang ia lakukan, lebih baik cari solusi untuk masalah tersebut. Bantu pasangan dengan tidak gampang kesal dan hanya menyalahkan dia.

 

7. Memberi pasangan Anda silent treatment

 

“Bukan hal yang jahat jika setelah bertengkar Anda butuh sendirian untuk merenung dan menenangkan diri, tapi jangan berlama-lama. Mengabaikan pasangan hanya akan memperbesar rasa sakit dan kemarahan.  Jangan bersikap dingin. Pasangan akan merasa seperti sedang dihukum jika Anda mengabaikannya, menepis niat baiknya untuk berdamai, dan tidak mau bicara dengannya. Jika masih kesal, Anda bisa bilang, “Kasih saya waktu buat menenangkan diri supaya nanti kita bisa bicara baik-baik dan lebih rasional.”

 

8. Menggunakan kata-kata menyakitkan kepada pasangan

 

Bahkan jika hati Anda super kesal dan ingin marah-marah, tahan mulut. Jangan sampai keluar kata-kata yang Anda tahu akan menyakiti perasaan pasangan. Anda bisa menggunakan kata-kata yang lebih adem untuk membuatnya memahami perasaan Anda tanpa merasa disalahkan.

 

9. Meminta maaf tapi nggak dari hati

 

“Permintaan maaf bukanlah permintaan maaf saat Anda mengatakan, ‘Maafin saya tapi ini gara-gara…’” Anda minta maaf tapi sambil menyalahkan hal atau orang lain. Atau, minta maaf tapi nggak tulus. Pasangan tahu membedakan permintaan maaf yang disampaikan karena sungguh-sungguh menyesal dengan permintaan maaf palsu. 

Jika Anda kesal tentang sesuatu, pasangan perlu tahu apa penyebab sesungguhnya, bukannya sibuk mencari-cari kambing hitam. Ini hanya akan membuat Anda kelihatan seperti orang yang nggak berani bertanggung jawab. 

Baca juga: 7 Bahaya Terlalu Sering Memaksakan Make Up Sex

 

10. Memaksakan make-up sex setelah bertengkar dengan pasangan

 

Make-up sex memang bisa menjadi salah satu cara pasangan yang sedang bertengkar dapat berbaikan, tapi jika mood Anda nggak mengarah ke sana, ya jangan dipaksakan.  Waktu dan emosi Anda harus tepat agar seks menjadi menyenangkan, bukan sekadar alat. Make-up sex bisa memperbaiki keadaan asalkan Anda berdua menginginkannya.” 

Baca juga: Kesalahan Saat Bertengkar dengan Pasangan yang Membuat Hubungan Berantakan

Sumber artikel satu