Now Reading
10 Tahapan Hubungan dengan Pasangan, di Posisi Mana Kita Berada?

10 Tahapan Hubungan dengan Pasangan, di Posisi Mana Kita Berada?

Mommies Daily

Ditulis oleh: Ficky Yusrini

Bicara tentang hubungan, saat ini di mana Anda berada? Sedang dalam pencarian, biasa-biasa saja, atau malah merasa sedang di ujung tanduk?

Gimana perasaan Anda saat timeline media sosial dipenuhi foto mesra teman-teman dengan pasangannya? Sementara, yang kita hadapi di rumah, pasangan dalam kenyataaan, jauh dari romantisisme yang kita lihat di media sosial tersebut, hiks.

kebohongan suami
Minggu ini, ibu saya sedang berbunga-bunga, karena akan merayakan ulang tahun perkawinan yang ke-40. Buat saya, sebuah pencapaian (baca: perjuangan) yang sangat luar biasa. Bisa bertahan dengan sosok sulit seperti ayah saya, ha…ha…ha….

Perjalanan panjang yang membuat saya memikirkan lebih dalam tentang cinta. Semakin kita berusaha memahaminya, semakin tampak sebagai misteri. Saya sendiri, tak terlalu iri pada ‘kebahagiaan’ yang tampak dari status media sosial. Not everything is at it seems. Saya tahu banget. Pernah, seorang teman sering mengumbar foto mesra dengan pasangan, padahal ia punya selingkuhan. Ada juga, yang terlihat memuja banget pasangan, eh, nggak tahunya dikabarkan cerai.

Bagaimana dengan Anda? Termasuk yang sedang dalam pencarian, biasa-biasa saja, atau malah di ujung tanduk? Untuk memahami di mana posisi hubungan kita dengan pasangan, tahapan yang digambarkan oleh Dr. Mark Knapp ini bisa membantu menjelaskan.

  1. Tahap memulai. Istilahnya, kesan pertama, biasanya selalu menggoda. Penampilan fisik memainkan peran besar. Di tahap ini, biasanya sisi pasangan yang tampak di mata kita adalah yang indah-indah saja.
  2. Tahap penjajakan. Keinginan untuk mengeksplorasi lebih jauh dan mencari kecocokan. Apa sih, kesukaannya? Hubungan akan lebih menyenangkan jika dalam tahap ini berhasil dibangun kepentingan-kepentingan yang sama.
  3. Penggiatan. Menandai awal keintiman. Mulai curhat-curhat, berbagi informasi pribadi. Kedekatan fisik dan kenyamanan saat menikmati kebersamaan.
  4. Pengintegrasian. Istilahnya, jadian. Tingkat keintiman dapat berkembang ke hubungan selanjutnya
  5. Pengikatan (Bonding). Mengumumkan kepada dunia tentang hubungan mereka. Ingin diakui sebagai pasangan.

Setelah menjadi kesatuan, apakah kemudian happily ever after seperti di film? Kita tidak akan bisa steril dari kesalahpahaman dan konflik. Banyak yang akhirnya menemui kegagalan. Kita semua punya kebutuhan ingin mencintai dan dicintai, tapi tidak semua orang bisa mempertahankan cinta dalam jangka yang panjang.

Tidak semua hubungan juga layak untuk diperjuangkan. Menurut Knapp, bisa jadi sebuah hubungan mengalami kemerosotan, ketika terjadi:

  1. Pembedaan. Ketika kita mulai memusatkan perhatian pada perbedaan-perbedaan. Ingin mengerjakan urusan sendiri-sendiri. Sering terjadi perselisihan. Di mata kita, apa pun yang dilakukan pasangan, semua terlihat salah atau jelek. Di tahap inilah ujian pertama. Apakah kita menerima pasangan sebagai sosok yang unik, memiliki dunianya sendiri, dengan segala kekurangannya, bukan sosok dengan kesempurnaan yang kita bayangkan dalam benak kita.
  2. Pembatasan. Banyak yang pingin diomongin, tapi urung kita lakukan. Mulai mengurangi frekuensi keintiman komunikasi. Menghindari topik-topik tertentu, yang cenderung bikin suasana panas.
  3. Stagnasi. Mencoba bertahan karena berbagai alasan. Misalnya, demi kebaikan anak-anak, alasan finansial, malas menghadapi keluarga besar, dan sebagainya.
  4. Penghindaran. Pura-pura menyibukkan diri.
  5. Pemutusan. Perpisahan tak terhindarkan. Pada akhirnya, masing-masing memilih jalan berbeda. Umumnya, semakin lama dan semakin dalam sebuah hubungan, semakin menyakitkan perpisahan yang terjadi.

Di tahapan mana pun pernikahan mommies berada, semoga saja itu semua dilakukan dengan penuh kesadaran dan memang untuk kebahagiaanmu, ya!

Baca juga:
Harapan vs. Realita Pernikahan
Mindset Wajib dalam Pernikahan: Sebagai Suami Istri, Kita Adalah Satu Tim!
5 Hal tentang Pernikahan yang Bisa Jadi Pelajaran untuk Anak di Masa Depan

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top