Begini Tata Cara Menyiapkan Tas Siaga Bencana

Tahukah mommies, dari 11 jenis bencana di dunia, 10 di antaranya sering dan memang mungkin terjadi di Indonesia?

Dari 11 jenis bencana (kekeringan, wabah penyakit, longsor, longsor salju, gempa bumi, banjir, gunung meletus, tsunami, kebakaran, angin puting beliung, dan radiasi nuklir) hanya longsor salju yang tidak terjadi di Indonesia karena iklim tropis kita.

Bahkan, dikutip dari website BNPB, potensi tsunami di Indonesia menempati peringkat tertinggi (iya peringkat pertama) dari 265 negara yang disurvei PBB. Risiko ancaman tsunami Indonesia lebih tinggi dari Jepang dan ada sekitar 5,4 juta orang yang berpotensi terkena dampaknya.

Karena ingin tahu lebih lanjut, hari ini saya pun menghadiri acara “Tanggap Bencana pada Keluarga” yang digelar oleh Kejora Indonesia bekerja sama dengan SafeKids Indonesia dan Rumah Dandelion. Dari kebakaran hingga gempa bumi, para praktisi keselamatan dari SafeKids Indonesia menjelaskan praktik penyelamatan diri saat gempa, memadamkan api, dan menyiapkan tas bencana.

gempa
Bagaimana tata cara menyiapkan tas siaga bencana?

1. Utamakan MOKA

MOKA adalah kependekan dari makanan, obat, komunikasi, dan air. MOKA ini yang diutamakan ada di dalam setiap tas bencana.

Iya, SETIAP. Tandanya setiap anggota keluarga harus memiliki tas siaga bencana sendiri agar tasnya tidak terlalu berat dan menyulitkan proses membawanya.

Makanan yang disarankan adalah berupa energi bar yang mengenyangkan namun ringan. Makanan kaleng juga boleh saja namun pastikan makanannya siap dimakan.

Selanjutnya adalah obat-obatan pribadi, alat komunikasi seperti ponsel cadangan dengan simcard dan power bank, serta air. Utamakan air mineral dan tidak mengandung gula agar tidak menambah masalah baru seperti batuk.

2. Baju dan peralatan pribadi

Setelah MOKA, yang harus dimasukkan ke dalam tas siaga bencana adalah baju ganti , diapers dan pembalut, senter, korek api serta lilin, jas hujan dan topi, catatan nomor telepon penting, alat mandi, uang tunai, dan kopi surat-surat pribadi. Siapkan semuanya untuk bertahan hidup selama minimal 3 hari.

3. Cek isinya secara berkala

Setiap 3 bulan, cek isinya secara berkala untuk melihat kemungkinan makanan kadaluarsa. Untuk tas anak, pastikan pula baju ganti yang berada di dalam tas masih sesuai ukurannya.

4. Komunikasikan dengan seluruh anggota keluarga

Yang terpenting, komunikasikan tentang bencana dengan keluarga. Tentukan tempat berkumpul dan jalur evakuasinya serta sempatkan untuk berlatih agar tidak panik saat bencana benar terjadi.

Ada yang sudah punya tas siaga bencana?


Post Comment