4 Masalah yang Sering dialami Bayi Baru Lahir

Empat masalah yang kerap dialami bayi baru lahir, serta penanganannya.

 4 Masalah yang Sering dialami Bayi Baru Lahir - Mommies DailyImage: by Carlo Navarro on Unsplash

Semua masalah bayi baru lahir di bawah ini, sudah pernah saya alami. Awalnya sempat panik, tapi saya imbangi dengan mengelilingi diri dengan informasi dari teman-teman yang sudah lebih dulu punya anak. “Neror” mereka lewat telepon dan What’s Up, hihihi. Selain itu membaca artikel-artikel dari sumber terpercaya, dan tentu konsultasi ke dokter anak.

Apa saja masalah yang sering dialami bayi baru lahir?

1. Perut kembung

Perut kembung yang terjadi pada bayi memang merupakan proses yang normal atau fisiologis. Ini bisa dijumpai pada hampir semua bayi. Tapi ada pula perut kembung yang diakibatkan oleh gangguan saluran pencernaan atau dikenal dengan istilah kolik infatil.

Meski masih belum bisa ditemukan penyebab pastinya, menurut  dr. Fahmi Hasan Sp.A, M.Kes. dari Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Beberapa literatur menyebutkan bahwa gangguan ini akibat respon kontraksi usus yang disebabkan oleh alergi susu sapi, intoleransi laktosa dan produksi gas yang berlebihan atau overfeeding.

Baca juga: Menangani Bayi Kembung 

Penanganan:

  1. Salah satu metode sederhana untuk menghilangkan masalah gas di perut bayi adalah dengan perlahan melipat kaki bayi dan menekan kaki yang terlipat di atas perut bayi.Tapi, lakukan langkah ini dengan berhati-hati, jangan sampai menyakiti bayi.
  1. Pijat perut bayi dengan tekanan lembut.Gerakan tangan Anda dalam bentuk lingkaran di perutnya akan memberikan sedikit tekanan untuk meningkatkan pencernaannya.
  2. Tidurkan bayi, lalu gerakkan kaki bayi seperti gerekkan mengayuh sepeda.Selain mencegah sembelit, cara ini juga dapat mengatasi perut bergas.
  1. Pastikan posisi bayi saat menyusu benar.Posisi kepala bayi sebaiknya berada lebih tinggi daripada perutnya. Umumnya bayi akan mengeluarkan gas (kentut) sebanyak 10-20 kali sepanjang hari. Ia juga sebaiknya bersendawa setelah minum ASI atau susu.
  1. Bila bayi mendapatkan ASI dari botol, pastikan tak ada gelembung udara di dalamnya.Hindari juga saat bayi mengisap botol kosong. Bila susu sudah habis, segera cabut dari mulutnya secara perlahan. Mengisap botol kosong dapat menyebabkan masalah gas pada perut bayi.Selain itu, dr. Fahmi juga mengatakan gunakan posisi menggendong seperti akan menyendawakan bayi atau posisi hanging on tree untuk membantu mengatasi perut kembung bayi.

2. Ruam popok

Biasanya ruam popok disebakkan akibat area bokong bayi lembap, karena intensitas penggunakan diaper yang terlalu lama. Ciri-cirinya: bercak kemerahan, di area bokong dan paha, dan bukan tidak mungkin menjalar hingga area kelamin.

Baca juga: Cara Alami Atasi Ruam Pokok

Penanganan:

Pada dasarnya pastikan kulit bayi selalu kering. Artinya, harus rajin mengganti popok sekali pakai. Jika terlanjur terjadi, bisa diatasi dengan:

1. ASI

Bukan hanya untuk mengatasi puting lecet. Karena ASI dikenal bisa melawan infeksi, mengandung sejumlah nutrisi untuk kekebalan tubuh bayi. Caranya, oleskan pada ruam, diamkan sampai kering, baru bisa menggunakan popok seperti biasa.

2. Salep khusus ruam

Saya sempat menggunakan Sebamed. Dan menemukan nama salep Bepanthen, di artikel MD yang terdahulu, sebagai salep yang dipercaya ampuh mengatasi ruam popok.

3. VCO atau minyak kelapa murni

Selain untuk pengobatan, bisa untuk pencegahan, sebelum pakai popok olesi dulu dengan VCO.

3. Gumoh

Gumoh atau dalam bahas media dikenal dengan spitting up atau gastroesophageal reflux berarti keluarnya susu pada saat atau setelah bayi menyusu dan ini normal terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun. Terjadi karena belum berkembangnya sistem pencernaan dan kecilnya ukuran lambung bayi. Ditambah lagi katup lambung (pintu masuk susu ke lambung) yang belum kuat. Seharusnya, katup ini menutup ketika susu sudah masuk ke dalam lambung. Tapi pada bayi yang berusia kurang dari 1 tahun katup ini belum bisa menutup dengan erat dan kuat. Akibatnya, susu dari lambung mengalir lagi ke atas menuju ke mulut dalam jumlah sedikit.

Baca juga: Kenapa Bayi Sering Gumoh?

Penanganan:

Sebelum gumoh terjadi, cegah dengan menyendawakannya. Menegakkan posisi tubuh di kecil menjadi lebih tegah selama kurang lebih setengah jam, pastikan bagian perut tidak tertekan, ya, mommies.

4. Susah BAB

Hal ini saya alami ketika Jordy masih mengonsumsi ASI eksklusif. Totalnya Jordy nggak buang air besar, 16 hari! Panik? Ya jelas, secara saya juga ibu baru. Sempat konsultasi ke dokter, terus dikasih obat pencahar yang dikasih lewat dubur. Saya nggak sampai hati ngasihnya. Karena dari ciri-ciri fisik, Jordy sama sekali tidak menunjukkan sesuatu yang mengkhawatirkan.

  • Perut tidak kencang
  • Pipis masih lancar
  • Masih respon diajak bercanda

Penanganan:

1.Tetap berikan ASI, karena kasus ini kerap terjadi pada bayi-bayi yang menyusui ASI eksklusif.

2.Berikan pijatan lembut di area perut dengan gerakan ILU

4 Masalah yang Sering dialami Bayi Baru Lahir - Mommies Daily

Jika 4 hal di atas terjadi pada bayi mommies, dan berlangsung terlalu lama, tetap konsultasi ke dokter si kecil, ya.

 


Post Comment