Saat Perut Bayi Kembung, Lakukan Langkah Ini - Mommies Daily

Saat Perut Bayi Kembung, Lakukan Langkah Ini

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Perut kembung membuat bayi tak nyaman dan rewel. Sebelum meredakan, ketahui lebih banyak tentang perut kembung bayi.

Hampir setiap malam Gia rewel, yang (awalnya) tak diketahui penyebabnya. Digendong maupun disusui, ia masih saja menangis. Ini terjadi saat Gia masih berusia sekitar 1 bulan. Setelah diperhatikan, ternyata Gia mengalami perut kembung!

Perut kembung yang terjadi pada bayi memang merupakan proses yang normal atau fisiologis. Ini bisa dijumpai pada hampir semua bayi. Tapi ada pula perut kembung yang diakibatkan oleh gangguan saluran pencernaan atau dikenal dengan istilah kolik infatil.

Bayi baru lahir cenderung memerlukan waktu untuk meningkatkan kapasitas pencernaannya. “Saat ia berusia 1 hari, ukuran lambung kira-kira hanya sebesar kelereng, dan akan semakin bertambah besar volumenya seiring dengan bertambahnya usia bayi,” jelas dr. Fahmi Hasan Sp.A, M.Kes. dari Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.

Saat Perut Bayi Kembung, Lakukan Langkah Ini - Mommies Daily

Apa kemungkinan penyebab perut kembung pada bayi?

Penyebab perut kembung pada bayi sebetulnya sampai sekarang masih dalam perdebatan. Namun menurut dr. Fahmi, beberapa literatur menyebutkan bahwa gangguan ini akibat respon kontraksi usus yang disebabkan oleh alergi susu sapi, intoleransi laktosa dan produksi gas yang berlebihan atau overfeeding.

Kapan gangguan ini bisa terjadi?

Perut kembung yang disebabkan oleh gangguan saluran cerna atau kolik infatil biasanya terjadi pada sore atau malam hari. Biasanya ini terjadi pada bayi baru lahir hingga usia 3 bulan, dan akan berangsur berkurang setelah usia 3 bulan. Sementara pada perut kembung karena proses fisiologis bisa terjadi kapan saja, tak hanya malam hari dan dapat berlangsung sampai anak berusia di atas 3 bulan. Hal ini tergantung pada pola asupan makan dan susu.

Apakah ini berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi ibu?

Tidak. Kualitas ASI tidak dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi ibu.

Apa saja gejala perut kembung yang harus diwaspadai?

– Bayi sering menangis dengan alasan tidak jelas
– Waktu timbulnya keluhan hampir selalu sama yaitu sore atau malam hari.
– Durasi tangisan bisa beberapa menit hingga 1 jam
– Saat menangis bayi terkesan menahan sakit sehingga ia akan terlihat mengepalkan tangan, mengangkat-angkat lengan dan lutut hingga ke perut.
– Aktivitas usus meningkat ditandai dengan kembung dan sering buang angin.
– Saat menyusu, bayi tampak gelisah, meski pelekatan sudah benar sehingga sering terlepas dan menangis lagi.

Bagaimana cara mencegah dan mengatasi perut kembung?

Tak harus sama dengan langkah-langkah yang pernah saya lakukan ini, namun mommies bisa mencoba bila bayi mengalami perut kembung.

1. Salah satu metode sederhana untuk menghilangkan masalah gas di perut bayi adalah dengan perlahan melipat kaki bayi dan menekan kaki yang terlipat di atas perut bayi. Tapi, lakukan langkah ini dengan berhati-hati, jangan sampai menyakiti bayi.

2. Pijat perut bayi dengan tekanan lembut. Gerakan tangan Anda dalam bentuk lingkaran di perutnya akan memberikan sedikit tekanan untuk meningkatkan pencernaannya.

3. Tidurkan bayi, lalu gerakkan kaki bayi seperti gerekkan mengayuh sepeda. Selain mencegah sembelit, cara ini juga dapat mengatasi perut bergas.

4. Pastikan posisi bayi saat menyusu benar. Posisi kepala bayi sebaiknya berada lebih tinggi daripada perutnya. Umumnya bayi akan mengeluarkan gas (kentut) sebanyak 10-20 kali sepanjang hari. Ia juga sebaiknya bersendawa setelah minum ASI atau susu.

5. Bila bayi mendapatkan ASI dari botol, pastikan tak ada gelembung udara di dalamnya. Hindari juga saat bayi mengisap botol kosong. Bila susu sudah habis, segera cabut dari mulutnya secara perlahan. Mengisap botol kosong dapat menyebabkan masalah gas pada perut bayi.

Selain itu, dr. Fahmi juga mengatakan gunakan posisi menggendong seperti akan menyendawakan bayi atau posisi hanging on tree untuk membantu mengatasi perut kembung bayi. Selain itu, perlu diingat juga posisi dan pelekatan puting yang benar akan mencegah masuknya udara yang berlebihan ke dalam mulut bayi saat proses menyusu.


Post Comment