8 Hal Penting Ini Sering Lupa Kita Lakukan di Dalam Pernikahan

Setiap halnya sepele, namun entah kenapa, saya (dan juga banyak teman saya yang lain) sering lupa dan perlu diingatkan berkali-kali.

Katanya, memasuki usia pernikahan ke lima tahun adalah masa-masanya ‘senggol bacok.” Masa ketika segala yang manis-manis sudah mulai hilang dan satu sama lain mulai take it for granted. Atau karena kita sudah terlalu sibuk memikirkan hal-hal besar, sehingga lupa melakukan hal-hal kecil yang ternyata dampaknya bisa lebih dahsyat terhadap hubungan suami istri.

Coba berhenti sejenak, tanyakan ke diri kita, kapan terakhir kita melakukan 8 hal ini?

8 Hal Penting Ini Sering Lupa Kita Lakukan di Dalam Pernikahan  - Mommies Daily

Cintai diri sendiri
Ini yang jadi poin penting. Kenapa saya naro ini di nomor satu? Karena kadang, kita terlalu sibuk mencintai anak, mencintai suami, mencintai pekerjaan sampai lupa kalau diri kita juga butuh dicintai :D. Mencintai diri sendiri sebenarnya nggak susah, yang penting stay positive. Kalau kita udah nyaman dengan diri sendiri tentu pasangan juga akan merasakan rasa yang sama.

Sampaikan apa yang dirasakan
Ini salah satu hal yang cukup sering dilupakan banyak pasangan. Kita tuh suka sok ngambek, atau nggak enak bicara jujur karena takut menciptkan konflik atau sok berharap pasangan bisa ngebaca apa yang ada di dalam hati. Omongin aja. Apapun yang terjadi, ya urusan nanti, yang penting jangan mendam-mendam terus. Hal ini bahaya, karena perasaan yang dipendam, lama-lama bisa meledak dan memicu pertengkaran. Padahal awalnya sepele.

Bicarakan masalahnya
Setelah disampaikan, bicarakan masalahnya. Kadang laki-laki malas membicarakan hal yang menurutnya sepele, bukannya nggak mau, tapi lebih suka menghindari konflik. Karenanya, kita juga jangan berlebih-lebihan moms. Straight to point saja. Dengan berbicara kita bisa sekaligus membangun kepercayaan dan membuat hubungan dengan suami lebih kuat.

8 Hal Penting Ini Sering Lupa Kita Lakukan di Dalam Pernikahan  - Mommies Daily

Jujur
Hayo, siapa yang ngaku sudah jujur, padahal nggak. Masih banyak perasaan, dan perkataan yang dipendam demi menghindari konflik. Bersikap jujur satu sama lain tentang apa yang kita lakukan, pikirkan, dan rasakan bantu banget untuk me-maintain hubungan suami istri.

Beri ruang buat pasangan
Menghabiskan quality time dengan pasangan adalah sebuah hal yang sangat baik. Tapi nggak berarti kita atau suami nggak boleh menghabiskan quality time dengan teman, saudara di luar sana kan? Punya teman itu sehat, kok. Apa lagi kalau punya teman-teman yang sama-sama memiliki hobi positif.

Maafkan dan mintalah maaf
Entah kenapa untuk memaafkan dan bahkan meminta maaf itu sulit sekali dilakukan. Terutama jika sebuah kesalahan besar telah dilakukan. Padahal kita tahu, semua manusia pasti pernah salah. Bersedia untuk meminta maaf lebih dulu sebenarnya baik. Namun bila itu semua dirasakan sulit, mungkin Anda butuh bantuan orang lain (penasihat perkawinan misalnya) untuk meminta maaf atau bahkan memaafkan.

Saling mendukung
Kalau pak suami melakukan sesuatu yang hebat di mata Anda, jangan sungkan untuk menyampaikannya. Begitu juga sebaliknya. Saling mendukung dan menguatkan ini memperkuat rasa yang mulai pudar dimakan waktu, lho.

Terbuka soal seks
Nah, kadang saya suka bingung, kalau ada teman yang mengatakan bahwa dia bosan dengan posisi seks yang itu-itu saja, sungguh membosankan. Kenapa nggak bilang saja pada si suami? Malu dan sungkan jawabnya. Yah, bukannya sudah menikah 5 tahun, apa lagi yang bikin kita merasa malu. Memang dalam budaya kita, membicarakan soal seks masih suka tabu. Padahal jika disampaikan, bukan nggak mungkin pasangan mengabulkan permintaan kita, kan? Iya, sih, dalam kehidupan berumah tangga, soal kepuasan seks bukan yang utama. Tapi, seks yang sehat membangun rasa percaya diri dan menguatkan hubungan antar pasangan, lho.


Post Comment