Being Young and Beautiful Divorcee

Ditulis oleh: Virly Kumala Aluh

Bukan, saya bukan sedang ngomongin Raia di The Architechture of Love. Bukan juga lagi ngomongin Ayu Ting Ting. Saya ngomongin kita, kami, the divorcees.

Saya ingat betul, ketika sedang mengantre surat cerai di ruang tunggu kasir Pengadilan Agama, ada ibu-ibu muda (tapi lebih tua dari saya) bertanya “Baru cerai, Dek ? Ya udah nggak apa-apa, terima aja. Emang kita nasibnya begini”. Otomatis, saya reflek mengangkat alis. Duh, mbak, yang nggak menerima nasib tuh siapa ? Lalu si mbak itu menatap saya dengan pandangan iba. Mbaknya kasihan sama saya? Duh lagi !

Di media sosial, kapan kemarin entah di postingan apa saya melihat ada orang yang berkomentar “Zaman sekarang, umur 20-an banyak yang sudah jadi janda”. Which is, kok terdengar gatel di kuping saya. Yah! Yang menjadi janda harusnya hanya wanita sepuh usia 70an, karena sebab alamiah, gitu kali ya.

BEING YOUNG AND BEAUTIFULL DIVORCEE - Mommies Daily

Beri Kami Selamat, Bukan Semangat

Jujur saja, saya gerah loh dipandangi dengan sorot iba yang mengada-ada. Well, mungkin ada yang iba beneran. Tapi please, jangan kasihani saya. Sungguh itu tidak membantu. Apalagi kalau ada yang bilang, “semangat ya!” setelah mengetahui status janda saya. Seolah-olah saya ini kalah. Padahal ketika hakim mengabulkan tuntutan cerai saya, itu artinya saya yang menang. Harusnya saya diberi selamat dong.

Beri kami selamat. Kami ini pemenang. Mulai dari mengambil keputusan bercerai (which is, tidak sesulit yang dibayangkan orang-orang), mendaftarkan gugatan ke pengadilan (termasuk menulis surat gugatan sendiri ya), hingga datang di persidangan dan dilihat banyak orang (ya, ternyata dalam sehari itu ada 30 sesi sidang cerai). Hingga akhirnya kami menerima status officially divorcee, semua atas kendali kami sendiri. Ayolah, masih menganggap kami lebih cocok diberi semangat?

Status Kami Biasa Saja

Kalianlah yang membuat status janda kami terdengar begitu complicated. Seakan-akan status janda itu aib yang harus disembunyikan. Duda keren itu idaman tapi janda cantik jadi bahan nyinyiran. Oh my … ini sudah 2017 loh. Masih ada yang berpikiran begitu ? Padahal, apa sih yang membuat kami berbeda dibanding kalian kecuali status divorcee kami?

Jangan Menceramahi Kami Soal Anak

Hai kalian, jangan pernah sekali-kali bilang kalau kami seharusnya lebih sabar dan nrimo, tetap mempertahankan rumah tangga demi anak, pikirkan perasaan anak, masa depan anak, supaya anak tidak dicap sebagai korban broken home. Please ...

Haruskah kami bilang kalau kami bercerai justru demi anak? Happy mommy happy kids. Dan mengorbankan kebahagiaan serta prinsip demi perasaan anak is not worthy. Lagi pula perasaan anak kami baik-baik saja kok. Kami bisa menjelaskan pada anak kami mengapa ia tinggal hanya dengan satu orang tua. Kami juga memikirkan masa depan anak. Perlukah kami bilang kami sudah punya rencana pendidikan jangka panjang anak kami ? Dan tolong, jangan sebut anak kami korban broken home. Rumah kami masih berdiri tegak.

We Are Available, But Not Searching, Please

Nah, ini yang paling gengges. Kalian kira kami merana hidup tanpa pendamping sehingga kami perlu ditawar-tawarkan seperti komoditas? Oke, mungkin memang ada yang benar-benar tulus ingin membantu. Entah membantu supaya kami segera move on, supaya kami tidak trauma menjalin hubungan, atau supaya kami bahagia. Terima kasih atas perhatian kalian.

Tapi you know what ? Kami sudah move on, sudah move up malah, jauh-jauh hari sebelum kami mendaftarkan gugatan cerai. Kami juga tidak trauma menjalin hubungan. Kami hanya sedang menikmati waktu kami sebagai single, melakukan hal-hal yang tidak bisa kami lakukan saat masih menjadi istri. Dan kami sudah bahagia. Banyak sekali cara untuk membuat kami bahagia tanpa melibatkan mahluk bernama laki-laki. Kami punya me time lebih banyak. Kami bebas memutuskan sesuatu sendiri. Dan kami bisa membeli lipstik incaran tanpa intervensi.

Bukan karena kami available lantas kami ingin segera taken ya ! Jadi tolong, jangan menjodoh-jodohkan kami. Jika benar-benar ingin membantu, berikan saja kami voucher sephora :D.


Post Comment