Bayi, MPASI dan Liburan

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Rencana liburan sudah di depan mata, tapi bingung urusan MPASI untuk si kecil selama liburan? Coba beberapa tips berikut ini deh Mom, yang sudah pernah saya lakukan dan terbukti sukses.

Bagi saya, membawa serta bayi yang sudah MPASI untuk liburan ada kuncinya. Yaitu harus ringkas! Sama seperti ibu yang lain, saya juga menerapkan MPASI rumahan yang umumnya memerlukan banyak ‘peralatan perang’ untuk menciptakan MPASI yang sehat. Tapi, berhubung saya sedang liburan, ya saya nggak mau dong direpotkan dengan alat pembuat MPASI yang banyak dan besar.

Lebih dulu yang harus saya pikirkan tentu saja jadwal pergi, berapa hari di tempat liburan, menginap di mana dan rencana aktivitas. Ini semua akan memengaruhi alat-alat yang harus saya bawa dan bahan makanan yang perlu saya siapkan dari rumah. Tips lainnya:

baby food

1. Bawa alat secukupnya
Alat wajib yang harus saya bawa adalah mangkuk, sendok, sippy cup, saringan, slabber dan blue ice. Berhubung waktu itu Dhia masih berusia 7 bulan, maka MPASI yang disiapkan masih dalam bentuk pure, seperti resep MPASI Bubur Susu Beetroot. Itulah gunanya membawa saringan..hehehe. Blue ice saya gunakan untuk membawa MPASI beku dari rumah, dan dipakai saat di perjalanan. Jangan lupa membawa pasangan blue ice, yaitu cooler box. Asalkan ditutup rapat, MPASI yang dibekukan bisa bertahan hingga 4-5 jam.

2. Menyiapkan MPASI beku
Kalau yang ini saya bikin di rumah hanya untuk di perjalanan saja. Jadi, masaknya pun tidak banyak, tergantung lamanya perjalanan. Saat akan dimakan, saya panaskan dulu dengan merendamnya dalam air panas. Beberapa bahan makanan yang boleh dibekukan antara lain wortel, brokoli, kacang merah, apel, pir, mangga. Selain makanan beku, untuk anak yang sudah bisa mengonsumsi finger food, Anda juga bisa membawakan sayuran seperti buncis, kentang atau brokoli rebus. Saat waktu makan tiba, tinggal hap, dan anak bisa makan sendiri. Sebelumnya jangan lupa ya mengenalkan anak pada finger food.

3. Membawa buah-buahan segar
Buah segar saya gunakan saat tiba di tempat tujuan. Berbekal, saringan, setelah buah dihaluskan, bisa langsung disaring, ditambah susu dan sajikan. Buah-buahan segar yang saya bawa antara lain pisang, avokad, jeruk dan apel. Sebetulnya, kalau bisa menemukan pasar dekat tempat liburan akan sangat menolong untuk membeli buah-buahan segar.

4. Manfaatkan online shop
Kali ini bukan untuk belanja baju atau sepatu, hihi. Tapi untuk mencari penjual homemade baby food yang mulai banyak tersedia di beberapa kota di Indonesia.

5. Manfaatkan makanan hotel
Waktu dulu Dhia sudah berusia di atas 12 bulan, saya suka memanfaatkan apa yang disediakan oleh pihak hotel. Misalnya dengan menyeduh oatmeal, sebagai sumber karbohidrat, lalu tabur keju parut (saya menyiapkan keju parut sejak di rumah dan membungkusnya menggunakan plastik). Untuk lauknya, saya minta pihak hotel membuatkan scramble egg dari kuning telurnya saja. Jangan lupa untuk memesannya tanpa tambahan garam.

6. Makanan siap saji
Untuk kondisi kepepet saya pada akhirnya melirik kepada makanan siap saji, hahaha. Saya biasanya pilih makanan siap saji dalam bentuk pure yang bisa disimpan di suhu ruang dan bisa langsung disuapin ke anak.

Berhubung saya juga tergila-gila dengan yang namanya kebersihan, jadi tisu basah dan hand sanitizer selalu ada di dalam tas. Selain itu, saya juga selalu mengecek kembali makanan beku sebelum diberikan. Bila baunya masih harum makanan, artinya masih aman.

Selamat berlibur Mommies


Post Comment