MPASI Dengan Frozen Food

Tunai sudah janji pertama saya dan suami untuk sang buah hati. Ya, sejak mengetahui kalau saya hamil, kami  memang berjanji untuk memberikan ASI  eksklusif 6 bulan pertama, dan Alhamdulillah semua sudah  berhasil kami lalui dengan sempurna.

CYMERA_20140427_173339

Selanjutnya tugas kami semakin meriah untuk mempersiapkan makanan pendamping asi (MPASI). Hari-hari MPASI 6 bulan lebih dilalui dengan membuat aneka puree buah dan sayur. Selanjutnya, sudah bisa dipastikan hari-hari kami semakin tertantang untuk mempersiapkan MPASI. Mulai dari bubur saring di periode mpasi 7m+, dan sekarang, kami sedang seru-serunya me- mix and match-kan karbohidrat, sayuran, buah, dan protein hewani.

Tidak ada sepenggal pun kisah Aqif mencicipi MPASI instan. Tidak ada juga cerita mata panda ke kantor karena bangun terlalu dini untuk mempersiapkan MPASI Aqif, anak kami. Saya cukup marasa beruntung dan bersyukurlah karena hidup di era sekarang ini. Dengan berbagai ilmu pengetahuan yang semakin canggih dan alat-alat yang semakin memudahkan. Termasuk belajar dari berbagi blog  dan browsing Google di sana sini, yang akhirnya mempertemukan saya dengan dengan metode frozen food. Suatu cara untuk mempersiapkan MPASI bebas pengawet, tanpa menyulitkan diri sendiri dan meringankan beban Ibuku, yang memang membantu mengasuh Aqif sementara aku bekerja.

Metode frozen food nggak jauh beda sama teknik menyimpan ASI. Intinya, jangan ada perubahan suhu yang drastis pada makanan dalam proses pembekuan dan pencairan untuk digunakan kemudian, jangan memasak makanan yang telah dibekukan, jangan membekukan kembali makanan yang telah dicairkan, dan ternyata nggak semua makanan bisa dibekukan. Misalnya buah jeruk, jenis makanan berkarbohidrat seperti nasi, bubur, oatmeal, tepung-tepungan, serta protein hewani seperti  ikan, daging, ayam, telur. Jenis makanan inilah yang tidak baik untuk dibekukan.

Setelah banyak belajar, akhirnya saya pun menemukan beberapa tahapan, kiat and trik saat mempersiapkan MPASI untuk Aqif. Berikut saya akan share, ya. Siapa tahu berguna untuk Mommies yang lainnya.

Biasanya, hari Sabtu menjadi hari libur khusus untuk menyiapkan stok frozen food sampai satu minggu ke depan. Tentunya semakin bertambah variasi menu makanannya, keseruan mempersiapkan jadwal MPASI juga jadi semakin seru. Setelah menyiapkan menu apa saja yang ingin saya buat, saya pun segera berangkat ke pasar tradisional. Biar nggak salah, jangan lupa buka sontekan jadwal MPASI pada saat berbelanja di pasar. Tanpa sontekan seperti melangkah tanpa arah, hahaha.

Selesai berbelanja aneka buah, sayur, dan protein, maka mulailah acara eksekusi di dapur. Mulai dari mengupas sampai mengukus. Oh, ya ada beberapa jenis sayuran dan buah-buah  yang memang perlu dikukus seperti wortel, brokoli, buncis, jagung manis, buar pear, apel, labu kuning, kembang kol, seledri, terong ungu, kacang merah, melon, dan beberapa jenis lainnya. Setelah proses menguskus selesai, proses selanjutnya adalah proses blender yang dibedakan masing-masing jenis, setelah selesai langsung simpan  dalam baby cubes atau wadah plastik tahan dingin dan panas, simpan di kulkas sampai dingin, lalu pindahkan ke freezer untuk dibekukan. Simple kan.

Untuk bubur saring, biasanya saya akan membuatnya 2 hari sekali. Tapi memang tidak menggunakan metode frozen food. Buat saya proses pembuatannya sangat terbantu dengan slow cooker ajaib ini. Biasanya, sih, saya membuat  bubur ini pada malam hari. Caranya juga gampang, masukan beras 3 sendok makan ditambah air matang secukupnya ke dalam slow cooker. Setelah mengatur knop pengatur waktu memasak, saya bisa langsung tidur, lho! Besok paginya setelah saya bangun,  bubur sudah  matang. Asiknya lagi, nih, tugas menyaring bubur dilakukan oleh suami tercinta. Yah…. bagi-bagi tugas, boleh dong ya? Setelah itu, hasil saringan tinggal disimpan di wadah bertutup rapat dan bisa disimpan di dalam kulkas.

Lalu, bagaimana untuk proteinnya? Biasanya, untuk protein nabati seperti tahu, tempe dan protein hewani saya siapkan dadakan setiap subuh. Lagi pula, ritual ini juga baru saya siapkan setelah MPASI 8m+. Prosesnya juga nggak lama, tinggal dikukus selama 15 menit, lalu diblender sebentar.  Sementara menunggu kukusan, saya bisa menyiapkan sarapan untuk suami.

Pada saat akan menyajikan MPASI, tuang bubur ke dalam mangkuk beberapa sendok, campukan protein, dan campur dengan sayuran yang telah mencair. Tapi, ada yang perlu diingat, nih, Mommies, untuk frozen food yang akan dikonsumsi baby pada pagi hari, jangan lupa untuk menurunkan dari freezer ke kulkas pada malam harinya. Setelah dicampurkan, tinggal aduk rata, dan hangatkan. Mudah!

Rencananya, nih, dalam waktu dekat saya akan mencoba teknik memasukan lauk pauk dan beras ke dalam slow cooker. Setelah matang, ketika akan disajikan, campur dengan puree sayuran yang telah dicairkan.

Buat saya, menyiapkan MPASI dengan cara ini benar-benar bikin hati tenang ketika meninggalkan rumah untuk bekerja. Stok makanan sudah aman, ditambah lagi saya nggak perlu membebani Ibu untuk menyiapkan MPASI. Semoga saja dengan makanan yang saya dan siapkan dengan tangan sendiri, penuh cinta dan doa ketika membuatnya, bisa menjadi sedikit pengobat rindu Aqif pada kami saat bekerja. Aamiin…


One Comment - Write a Comment

Post Comment