Tepatkah Memasukkan Anak ke Boarding School?

Kini semakin banyak pilihan konsep sekolah yang ditawarkan, di antaranya adalah boarding school atau sekolah asrama. Tepatkah jika, sebagai orangtua memilih konsep sekolah seperti ini untuk anak?

Tepatkah Memasukkan Anak ke Boarding school?

www.indianyouth.net

Kalau bicara tentang boarding school ini, saya jadi inget deh – beberapa tahun lalu saat hendak masuk SMA hampiiiir saja menjadi anak asrama, hahaha. Duuuh, yang namanya deg-degan mau “dikirim” ke sekolah asrama kayaknya masih terasa sampai sekarang. Walau jarak antara sekolah dan rumah saya tidak jauh, dan katanya bisa pulang seminggu sekali, tetap aja dalam hati menolak disekolahkan di sana. Dan singkat cerita, gagal laah niatan orangtua saya ini *YESSSS :D.

Waktu perlahan tapi pasti terus bergulir, sekarang saya sudah berpredikat sebagai orangtua, dan yang pasti ingin anak mendapatkan pendidikan sebaik-baiknya. Kalau mau hal ini tercapai, wajar sih dari jauh-jauh hari orangtua harus menyiapkan dana pendidikan. Misalnya saja lewat reksadana pendidikan, dan buka mata dan telinga selebar-lebar mengenai metode pendidikan apa saja yang cocok untuk si kecil.

Nah, kalau sekolah pada umumnya kan pergi pagi pulang siang atau sore nih, Mommies. Kini sudah banyak bermunculan beberapa sekolah yang mengadaptasi konsep boarding school, dimana para siswanya akan tinggal di asrama sekolah beberapa lama dan diperbolehkan pulang di hari-hari tertentu. Ini artinya anak dan orangtua akan jarang sekali ketemu dong, ya, dan itu akan berlangsung kurang lebih 3 tahun selama mereka menuntut ilmu di sekolah tersebut.

Usia yang disarankan masuk boarding school

Menurut Psikolog Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani SPsi, MSi, Psi yang akrab disapa Mbak Nina, sebaiknya jika ingin mengirim anak ke boarding school tunggu sampai ia ada di usia SMA, sekitar 15 tahun. “Karena kalau SMA tahap perkembangannya agak berbeda – artinya dia sangat mandiri, sudah bisa jauh dengan orangtuanya, lebih tergantung dari orang di luar keluarganya. Boarding school ini bisa menjadi solusi kalau tahap perkembangannya sudah ada di area itu (SMA tadi). Tapi kalau SMP sih, menurut saya masih belum tepat. SMP mulai puber, tapi justru di fase ini ketika orangtua masih bisa mempertahankan kedekatannya dengan si anak, itu bisa menjadi dasar yang baik untuk perkembangannya ke depan,” ungkap Mbak Nina lebih jelas.

Fakta menarik yang Mbak Nina dan rekan-rekannya temukan di lapangan, dewasa ini makin banyak menemui orangtua yang memasukkan anaknya ke boarding school karena alasan tidak percaya diri mendidik anak. Dan yang lebih menyedihkan, ada anak yang sengaja dikirim ke boarding school karena orangtuanya sedang dalam proses perceraian :(. Tentu saja, saya dan Mommies tidak ingin hal ini terjadi pada keluarga kita tercinta, kan? Jadi, memang harus tahu kapankan waktu yang paling tepat, jika memang memilih boarding school sebagai tempat si kecil menuntut ilmu.

Yang harus diperhatikan jika memilih boarding school

Jangan mentang-mentang menitipkan anak di sekolah, lalu orangtua lantas lepas tangan begitu saja. Mbak Nina mengingatkan, bagaimanapun tanggung jawab utama ada di tangan kita orangtuanya. Ada 5 hal yang bisa Mommies terapkan, jika memilih boarding school untuk buah hati tercinta:

  1. Tetap memiliki jalinan komunikasi yang baik dengan anak. Misalnya hanya boleh dihubungi di hari-hari tertentu saja, manfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya.
  2. Usahakan ada barang-barang pribadi yang “menghubungkan” anak dengan orangtuanya. Misalnya baju ibu yang dibawa, atau mainan tertentu yang biasanya dimainkan satu keluarga. Sehingga ketika anak kangen dengan orangtuanya, dan sebaliknya jadi punya perwakilan dari barang tersebut.
  3. Ketika bertemu langsung turunkan ekspetasi Mommies menyoal reaksi si anak kepada kita orangtuanya, artinya begini, anak usia SMA terkadang sedang berada di tataran yang senang memberontak. Jadi Mommies tidak terlalu kecewa jika ia, tidak terlalu “manis” saat ketemu dengan Anda. Kalau kita sudah punya ekspetasi yang lebih tepat, maka relasi kita tidak terlau terancam kalau dia sedang ngambek. Kalau ekspektasi kita terlalu tinggi, kitanya juga kan juga jengkel? dan itu akan merusak suasana.
  4. Jalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah atau asrama, kita harus yakin menitipkan anak ke tempat yang tepat. Karena sudah menjadi rahasia umum di beberapa asrama atau boarding school berpontensi menjadi penyebaran narkoba, homoseksual, pelecehan seks dan lain-lain.
  5. Pantau perkembangan anak, kalau ada isu-isu tertentu usahakan kita sebagai orangtuanya tetap tahu. Jangan lepas tangan kepada pihak sekolah. Dan kenali sistem asrama dan sekolahnya, kenali orang-orang yang bertanggung jawab terhadap sekolah dan asrama tesebut. Ketahui SOP untuk keadaan-keadaan tertentu, misalnya jika anak di bully, apa yang akan dilakukan pihak sekolah. Kalau boarding school yang sudah cukup matang, bisa menjawab dengan tegas dan jelas perihal SOP yang berlaku di sekolah mereka.

Di antara Mommies ada yang menyekolahkan anaknya ke boarding school? Boleh loh share ceritanya ke kami :)


One Comment - Write a Comment

  1. waaahhhh… pas banget tadi abis ngobrol sama adiknya calon aku, dia SMP mau masuk SMA.. terus dia cerita kalau temennya ada yang mau masuk boarding school. Bisa juga yaa ini jadi referensi untuk para orang tua yang mau masukan anaknya ke boarding school yaa..

Post Comment