Sexting dengan Pasangan, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Sayang, AC mati, nih… di kamar panas banget.

Ya, sudah pakai kipas angin saja dulu, ya.

Nggak mau, ah. Gerah. Umh, aku pakai lingerie baru saja deh.  Kamu cepet pulang,cdong. Aku kangen.

Kebayang nggak kalau bunyi pesan yang kita kirim ke suami seperti itu? Saya, sih, yakin sekali kalau suami bisa langsung tergoda dan buru-buru mau pulang ke rumah. Di era hi tech seperti sekarang semua memang sudah serba mudah. Apa pun jadi lebih praktis. Bahkan,  rangsangan seksual sudah bisa dilakukan dengan hanya lewat gengaman. Ya, lewat sexting seperti ini.

S

Buat saya pribadi, melakukan sexting dengan pasangan tentu sah-sah saja, bahkan bisa dianggap sebagai foreplay. Dalam buku Secrets of Better Sex, sang penulis Joel D Block PH.D mengatakan kalau mengucapkan kalimat-kalimat menggoda merupakan langkah  mujarab untuk meningkatkan gairah. Lagi pula, buat kita kaum perempuan sesi foreplay ini kan sangat penting. Ibarat mesin, perempuan perlu pemanasan yang lebih lama untuk bisa turn on. Iya nggak, sih? Jadi selain afterplay, foreplay juga penting.

Terlebih buat pasangan yang sedang menjalankan hubungan jarak jauh. Untuk melepas rasa kangen menyalurkan gairah tentu nggak akan mudah. Nah, salah satu caranya bisa lewat sexting atau bahkan phone seks. Ngomongin soal sexting, sebenarnya bisa dilakukan lewat beragam bentuk, nggak cuma sekedar kalimat menggoda, tapi termasuk mengirimkan foto seksi ke suami.

Selain nggak perlu gengsi dan malu, ada beberapa rambu yang perlu kita perhatikan ketika ingin melakukan sexting. Apa saja?

  • Be Smart

Pesan-pesan menggoda ini tentu hanya kita tujukan hanya untuk pasangan saja. Jangan sampai, deh, terlihat atau terbaca oleh orang lain. Jika pesan ini bocor, tentu saja bikin malu, dong, ya? Untuk mencegah hal ini terjadi, pastikan kalau sexting tidak diumbar lewat email apalagi sosial media. Lagian, nggak semua hal perlu diumumkan di sosial media, terlebih mengenai hal yang sifatnya sangat pribadi seperti soal mesra-mesraan dengan pasangan. Biar gimana, hacker itu kan ada di mana-mana. Belum lagi kalau ada teman jail yang screen shoot time line kita.  Lagipula kalau sudah hapus, toh, jejak digital kita akan tetap ada. Untuk itu gunakan saja smartphone dan chatting pribadi. Pastikan juga jangan sampai anak-anak melihatnya. Kalau nggak, bisa-bisa kita yang akan diberondong pertanyaan mengenai seks yang sulit untuk kita jawab.

  • Be Cautious

Sebenarnya, sih, point yang ini nggak berbedajauh dengan langkah pertama, dimana kita harus pintar ketika melakukan sexting. Jangan sampai pesan pribadi ini jadi rahasia umum yang bisa jadi aib sendiri. Untuk itu, untuk mengirim pesan menggoda ini sebaiknya pastikan dulu jika pesan tersebut ngggak akan terbaca oleh orang lain. Terlebih kalau pesan yang kita kirimkan berupa foto. Untuk penting sekali untuk memperhatikan waktu. Jangan sampai sexting ini dilakukan di jam-jam sibuk.

S

  • Not Be An Everyday Thing

Seperti yang sudah saya saya tulis di atas, bahwa sexting ini perlu memperhatikan waktu yang tepat. Nah, ketika kita ingin memberikan ‘kejutan spesial’ berupa sexting ini tentu saja jangan dilakukan setiap saat. Kalau kita menggoda suami dengan setiap hari, kekuatan sexting ini tentu saja bisa hilang. Supaya sexting ini benar-bener bermanfaat dan ampuh jadi foreplay, mungkin ada baiknya kita harus mengatur strategi yang tepat. Jangan mengirimkan pesan teks seksi  ini kita lakukan satu atau dua minggu sekali. Waktunya pun sama sekali berbeda. Dengan cara ini , setiap pesan yang suami terima bisa menjadi kejutan dan segera direalisaikan.

  • Be explicit

Urusan sexting, tentu saja kita perlu memastikan kalau pesan ini bersifat privasi, jangan sampai kelihatan atau ketahuan oleh orang lain. Dan yang terpenting, usahakan untuk mengirim pesan yang secara  eksplisit.  Apa yang sedang dilakukan, atau apa yang akan kita ingin harapkan.  Tapi jangan terlalu vulgar juga, lho. Saya sendiri memandang kalau salah satu keunggulan sexting, kita justru nggak perlu malu untuk melakukan dirty talk secara langsung ke suami. Kita hanya perlu menuliskan lewat kata-kata. Nggak ada salahnya, loh, untuk memikirkan fantasi seksual terbesar Mommies tentang pasangan dan sampaikan lewat pesan. Setelah itu, tentu saja wujudkan bersama pasangan.

  • Deliver on promises made when sexting

Apa yang Mommies tuliskan lewat sexting tentu saja harus benar-benar diwujudkan. Kalau dalam pesan kita mengatakan ke suami, akan menggunakan lingerie baru dan menyambut suami dengan memberikan beberapa kejutan, ya, harus benar-benat direalisasikan. Jangan sampai ketika suami benar-benar tergoda dan memutuskan untuk pulang lebih cepat, suami mendapati kita sedang tidur di kamar dengan daster butut. Biar bagaimana pun salah satu yang menyenangkan melakukan sexting adalah bisa menciptakan ‘letupan-letupan’. Namun kalau tidak sesuai, tentu akan jadi antiklimaks. Setuju dong, ya?

Di antara Mommies sudah ada yang pernah mencoba untuk melakukannya?

 


Post Comment