Make The Fantasy Comes True

Sepertinya asyik, ya, bercinta di tempat yang tidak biasa. Salah satunya di dalam air seperti dalam bathtub atau bahkan di pinggir pantai, seperti yang kebanyakan ada di scene film-film romantis.

*gambar dari sini

Sayangnya, setiap mau praktik, kok saya gagal terus, ya? Alih-alih seperti Julia Roberts dan Richard Gere di Prety Woman, kok, malah jadi kikuk. Hahahaha …. Jujur saja, urusan bercinta, saya dan suami termasuk pasangan yang nggak suka aneh-aneh. Lagian, bukannya sudah on,  gaya apapun dan di manapun itu jadi enak ya? *uhuk* :D

Dalam hal ini saya pun akhirnya bertanya pada salah satu seksolog, Dr. Mulyadi Tedjapranata. Pemilik klinik Medizone di bilangan Kemayoran ini menjelaskan bahwa  efek air memang memudahkan cairan pelumas alami pada wanita wanita menghilang akibat rangsangan seksual. Inilah yang sering membuat menimbulkan gesekan dan membuat tidak nyaman saat berhubungan.

“Jika memang ingin berhubungan seks di dalam air, perlu ditambahkan pelumas tambahan pada Miss V yang mempunyai kandungan silikon. Atau sebaiknya melakukan foreplay di dalam air dan penetrasi di tempat yang kering,” ujarnya.

Selain itu, Dr. Mulyadi juga mengingatkan, bagi Mommies yang mau merasakan sensasi bercinta di tepi pantai, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kandungan garam yang tinggi di dalam air, klorin atau bakteri tentu saja bisa menimbulkan iritasi pada Miss. V. Belum lagi risiko adanya butiran pasir, binatang  atau kuman yang ada di air,  laut dapat menimbulkan mikro lesi dan berakibat rentan terhadap infeksi.

“Jadi kalau, toh, mau bercinta di tepi pantai, dengan sensasi deburan ombak dan angin sepoi-sepoi, jangan lupa sediakan handuk yang terhampar sebagai alas saat melakukan hubungan intim,” sarannya.

Seru, sih, ya, membayangkan bermesra-mesraan seperti itu? Tapi, buat saya pribadi, rasanya berhubungan intim di pantai cukup dijadikan sebagai fantasi saja. Sementara waktu, saya masih nyaman untuk berhubungan di kamar. Jadi saya sangat setuju dengan saran Dr. Mulyadi yang mengatakan kalau mesra-mesraan di kamar mandi hanya sebatas untuk menu pembuka saja. Terpenting, saya dan pasangan sama-sama mendapatkan kenyamanan saat melakukannya. Setuju nggak?