Hal Yang Sebaiknya Tidak Dikatakan Pada Ibu Baru!

New Mom1Gambar dari sini

I’m a new Mom, and I’m proud of it! Ada yang pernah mengucapkan hal yang sama dengan saya? Hmmm….menjadi ibu adalah titik balik dalam kehidupan saya, 180° berputar ke arah yang lebih baik. Tapi dalam perjalanannya, ada saja halang rintang dan tak jarang menguras energi, dan pikiran. Bahkan di beberapa kesempatan ada saja yang menguji tingkat kesabaran saya sebagai ibu baru :D *inhale exhale.

Saya masih sering menjumpai segelintir orang melontarkan pertanyaan yang tanpa disadarinya membuat perasaan si ibu baru tidak nyaman. Bahkan sampai ada yang ke arah justifikasi yang menurut saya sepatutnya tidak dijadikan pembiasaan, bagaimanapun juga setiap anak dilahirkan unik dan memiliki kelebihan mereka masing-masing. Baik keadaan fisik mereka, maupun psikisnya. Hal yang sama berlaku untuk para ibu baru, yang mereka butuh adalah dukungan penuh dari lingkungan di sekitarnya, baik keluarga dan sahabat – karena seorang ibu (juga) manusia biasa.

Here are seven inappropriate question and how to answer it!

•People : “Berat anaknya berapa?”
New Mom : “Belum nimbang lagi, terakhir nimbang sih 7,5kg”
People : “7,5 kilo? Kok enteng banget sih untuk anak usia 6 bulan?”
New Mom : “Metabolisme setiap anak berbeda-beda, yang paling penting BB anak saya sewajarnya tumbuh kembang anak seusianya” *sambil senyum selebar-lebarnya :D

•People : “Lahirannya caesar atau normal?”
New Mom : “Normal yang berujung caesar”
People : “Kok bisa? Yaaah sayang banget yaaa”
New Mom : “Yang terpenting anak dan saya dalam keadaan sehat walafiat, dan ini yang dinamakan takdir Tuhan” *masih tersenyum lebar :D

•People : “Kamu masih kerja?”
New Mom : “Alhamdulillah masih”
People : “Yaah kasian dong anaknya sama siapa?”
New Mom : “Sama orangtua saya, Alhamdulillah mereka tidak keberatan dititipkan cucu. Dan saya punya mimpi yang terlalu besar, sehingga harus diwujudkan bersama dengan suami!” *harus tetap tersenyum :D

•People : “Gendongnya jangan begitu dong”
New Mom : “Iya tenang saja, I’m his/her Mom. I have a strong instinct  to make his comfort” *tetap tersenyum :D

•People : “Kok batuk+pilek sih anaknya?” (tendensi pertanyaan lebih ke arah menyalahkan si ibu :( )
New Mom : “Mungkin saja tertular orang dewasa yang sedang sakit, sebagai ibu tentu saja yaa saya enggak mau anak sakit. Untuk jawaban pastinya, saya akan ke dokter secepatnya” *berusaha tersenyum, meski hati teriris :D :p

•People : “Sehari pumping berapa kali?”
Me : “Pinginnya sih 3 kali, tapi terkadang tidak memungkinkan karena satu dan lain hal”
People : “Sayang banget yaaa padahal”
Me : “Iya nih, banyak faktor X di luar kuasa saya, poin pentingnya saya sudah berusaha keras untuk memberikan ASI kepada si kecil” *ingat! Senyum adalah ibadah :D

•People : “Ayo dong cepat, anaknya haus nih mau minum” (Disampaikan dengan nada yang agak tinggi sementara si ibu dalam situasi harus segera ke toilet)
New Mom : Tolong sabar ya, kalau bayi menangis bukan melulu mau minum kok. Bisa saja dia minta di dekap, popoknya basah atau ada semut/nyamuk yang menggigitnya. *stok senyum terakhir :D :p

Ganti pertanyaan-pertanyaan yang kurang pantas tadi dengan melakukan tiga hal di halaman berikutnya :)


7 Comments - Write a Comment

  1. alhamduliilah, orang2 disekitar hampir tak ada yang sikapnya mengganggu.
    kalopun pernah ada pertanyaan2 itu, senyum doang sih. ga ada yang masuk hati. hehe.. masukan yang bagus diambil sebagai pelajaran. kalo ga setuju ya diemin aja. yang penting apa yang aku jalanin bikin aku senang dan bayi tetap sehat. hehe..

  2. Meli: awal-awal sempet sih kepikiran Mbak pertanyaan2 yg bikin hati gak nyaman, tapi seiring berjlnnya wkt jd “kebal” :D. Mgkn maksud mrk baik yaa, hanya saja cara penyampainnya yg kurang tepat. Dan skrg cuma bales senyuman saja,hihihihi Yep betul, kitanya hrs jadi ibu yg happy biar bayi juga happy dan sehat :)

    Mrs. Doyi: more than agree Mbak :)

Post Comment