Dokter Anak Favorit

Saat masih single, mungkin urusan berobat ke dokter saat sakit bukanlah urusan yang besar. Dokter banyak, tinggal pilih aja mau yang mana. Tapi ternyata “kemudahan” itu gak berlaku ketika saya, terutama, sudah menjadi ibu.

Sebagai ibu, kita pastinya mau yang terbaik untuk anak, apapun itu. Termasuk perawatan ketika sakit. Banyak membaca membuat saya jadi tau, ternyata sebagai orangtua, kita harus pinter-pinter memilih dokter anak yang ‘cocok’ untuk anak kita. Kenapa sih harus pilah-pilih? Toh semua dokter anak ilmunya sama kan? Pertanyaan itu juga dulu yang sempat ada di pikiran saya.

kids_doctor*Gambar dari sini

‘Pilah-pilih dokter anak’ bisa dibilang jadi salah satu topik yang ramai dikunjungi di forum Mommies Daily. Menurut forum, kriteria dokter anak yang baik di antaranya adalah yang pro ASI dan menerapkan RUM. Di luar itu, ia juga harus ramah, informatif, baik, murah senyum, nggak pelit, dan gemar menabung :D.

Saya yang kebetulan berdomisili di Bandung, bersyukur sekali karena banyak tenaga medis yang konon memenuhi kriteria di atas. Salah satunya yang hingga saat ini menjadi langganan saat Gendra sakit adalah dokter Yoke Ayukarningsih, Sp.A yang praktik di RSIA Hermina, Pasteur.

Sejak pertama menjadi pasiennya, saya sudah merasa klop dengan dokter senior yang satu ini. Beliau sangat detail menanyakan perkembangan Gendra setiap kunjungan Gendra untuk imunisasi. Selama menjadi pasiennya, tidak pernah sekalipun beliau menyarankan untuk memberikan susu tambahan (formula) dan makanan-makanan instan yang biasanya menjadi sponsor di rumah sakit tempat beliau praktik.

Saat Gendra sakit, Bu Dokter ini juga nggak sembarangan meresepkan antibiotik. “Perbanyak saja nenennya, Bu,” begitu pesannya setiap Gendra sakit. Pun ketika dirasa sakitnya Gendra agak ‘mencurigakan’, beliau nggak dengan gampangnya menuliskan resep antibiotik. Dokter Yoke selalu menjalankan prosedur cek darah untuk melihat kadar leukosit sebagai acuan untuk memberikan antibiotik. Ketika hasil lab menunjukkan kadar leukosit normal, beliau nggak akan meresepkan antibiotik.

Dokter Yoke menjadi favorit saya karena walaupun sudah senior, beliau tetap update dengan perkembangan kesehatan anak. Ketika berhadapan dengan orangtua pasien, beliau tidak merasa menjadi orang yang paling tahu tentang dunia kesehatan anak dan kesempatan berdiskusi selalu terbuka.

Kecocokan saya dengan dokter Yoke membuat saya malas berpindah ke dokter anak lain. Soalnya pernah nih, saat dokter Yoke nggak praktik, saya mencoba ke dokter lain. Pelayanannya mengecewakan sekali karena dokter ini menerapkan komunikasi satu arah dengan orangtua pasien. Kayaknya nggak welcome diajak diskusi. Selain itu, dengan sembarangannya ia meresepkan antibiotik tanpa prosedur cek darah terlebih dahulu dan merekomendasikan Gendra untuk di-nebu. Padahal saat itu saya yakin anak saya hanya flu biasa. Belakangan saya baru tahu, kalo tindakan nebulizer adalah salah satu bentuk fisioterapi paru-paru!

Duh, setelah jadi orangtua, perkara dokter anak jadi cocok-cocokan. Kalau Mommies gimana, ada dokter anak favorit juga nggak?


3 Comments - Write a Comment

  1. Adaaaa.. dokter Cynthia Kusuma Rindanigtyas, RS Puri Indah Kembangan. Ramah, cantik, informatif, gak gampang ngasih obat dan antibiotik, pro ASI.. sayangnya gara2 asuransi ganti terpaksa ganti dokter huhu.. tapi pas perlu second opinion menyempatkan konsul ke beliau walaupun kudu merogoh kocek sendiri hehe

  2. Sy di surabaya, krna saya dan suami sama2 bekerja jadi pasti cari dokter dari jdwal yg kami bisa. Kalo gak weekend ya hari kerja tapi malam. Alhamdulillah anak sy dpt dsa yg pro asi dan RUM.. gimana gak begitu lah wong dokter ini suami salah satu pendiri Aime jatim..walopun prakteknya kalo malam hanya di klinik biasa yg tdk bs pake asuransi, tp kami sreg dg penanganan dokter ini, kalo urusan imunisasi baru deh k RS..gesek si kartu asuransi . hehe

Post Comment