Tentang Underwear Rules

underwearrules_mommiesdaily*Gambar dari sini

Bisa dibilang saya ini bukan tipe ibu-ibu yang parno-an. Mungkin karena memang bawaan saya yang santai, ya? Tapi, untuk masalah pelecehan seksual pada anak sudah bisa dipastikan tingkat ketakukan dan keparnoaan saya bisa melejit sampai tingkat dewa.

Jangankan terjadi pada anak-anak, jika pelecehan seksual terjadi pada kita orang dewasa, rasa trauma tentu bisa mengelayut dipikiran. Kapan hilangnya? Tentu proses penyembuhannya nggak bisa dipukul rata, karena tergantung pada seberapa berat traumanya *hiiiks

Pertanyaannya, setelah baca berbagai berita yang bikin bulu kuduk merinding dan bikin kita parno, apa yang harus dilakukan? Lagi-lagi, jawabannya pasti dengan memberikan pendidikan seksual pada anak yang disesuaikan dengan usianya. Untuk awal mula, saya melakukannya saat mandi bersama bersama Bumi.

Menurut beberapa psikolog cara ini memang bisa dijadikan langkah awal mengenalkan pendidikan seks pada anak. Yang perlu diingat, kegiatan mandi bareng memang hanya boleh dilakukan ketika usia anak masih balita. Dengan pendidikan seks yang ditamamkan sejak dini, hal ini tentu bisa berguna sebagai salah satu upaya pencegahan agar anak terhindar dari pelecehan seksual.

Rupanya, belakangan ini Dewan Eropa juga sedang gecar-gencarnya mengampanyekan Underwear Rule. Di mana kampanye ini sebagai upaya menanamkan ide di benak anak bahwa tubuhnya adalah milik dirinya sendiri. Sehingga orang lain tidak memiliki hak untuk menyentuhnya.

Saya sendiri baru ‘ngeh dengan kampanye Underwear Rule ketika melihat postingan foto teman dekat di Path. Dari sana, saya pun mulai membuka mbah Google, dan mengetahui beberapa aspek dari Underwear Rules yang saya dapatkan dari situs Dewan Eropa.

Selanjutnya: Apa saja aspek-aspek Underwear Rules? >>


2 Comments - Write a Comment

Post Comment