Mandi Bareng Anak?

Banyak cara untuk mengajarkan pendidikan seks pada anak. Kalau saya memulainya dengan cara yang paling mudah. Mengajak Bumi mandi bersama.

“Paling nggak, dengan mandi bareng, saya bisa mulai mengenalkan bagian anggota tubuh, termasuk area yang sensitif sekalipun,” pikir saya. Lagipula, saya nggak mau membiasakan Bumi untuk mandi di area yang terbuka dan mempertontonkan auratnya di muka umum. Kalau kebiasaan ini terus berlanjut sampai ia besar, ujung-ujungnya kan repot juga :D

Mungkin ada sebagian Mommies yang berpandangan kalau mandi bareng itu salah satu hal yang tabu untuk melakukan kegiatan ini. Contoh yang paling dekat dialami sahabat saya, Intan. Meskipun usia anaknya, Galang, sama dengan Bumi, 3 tahun, tapi sahabat saya ini merasa was-was kalau mandi bareng anaknya. “Bukannya malu, sih, Dis. Tapi rasanya gimana gitu, deh, kalau Galang lihat kemaluan gue. Lagian, memang nggak apa-apa, ya?” katanya.

Sebenarnya, wajar, sih, yah, kalau timbul rasa malu, was-was, jengah, atau apa pun istilahnya. Hal ini pun  akhirnya menjadi ada yang pro dan kontra soal mandi bareng dengan anak.

*gambar dari sini

Kalau saya sendiri, mungkin karena pada dasarnya perempuan yang sedikit cuek, jadi punya pandangan kalau melakukan mandi bareng dengan anak nggak apa-apa. Apalagi, sekarang Bumi juga masih balita, baru 3 tahun. Kalau Bumi sudah besar, mungkin ceritanya akan beda lagi.

Nah, beberapa waktu lalu, saya pernah berbincang dengan psikolog anak Kancil, Duren 3. Kebetulan nama kami serupa :D Waktu itu, Adisti M.Psi, mengatakan kalau faktor budaya ataupun agama, memang seringkali membuat beberapa Mommies  merasa nggak nyaman jika harus mandi bersama, meskipun dengan anaknya sekalipun.
“Tapi  kegiatan mandi bareng seperti ini sebenarnya penting, lho. Karena merupakan bagian dari pendidikan seks untuk  anak di mana orangtua bisa untuk mengenali anggota tubuh dan perbedaan gender. Salah satu penyampaian yang paling tepat bisa diajarkan lewat mengajak anak mandi bersama. Pengenalan mengenai anatomi tubuh yang bisa meningkat pada alat reproduksi,” ungkapnya.

Menurutnya, anak-anak sudah bisa ikut mandi bareng dengan orang tua sejak usia dini. Misalnya sejak 10 bulan, pada saat si anak sudah bisa berdiri sendiri. Dari sana, Mommies bisa melakukan komunikasi, ibu sudah mulai mengenalkan anggota tubuh. Kalau memang, cross gender, ya jelaskan saja secara detail. Namun, kegiatan mandi bareng ini, tentu saja nggak bisa berlangsung terus menerus. Ada baiknya kegiatan ini dilakukan saat anak masih balita.

Menurut Adisti, lewat aktivitas ini,  anak dapat mengetahui perbedaan antara perempuan dan laki-laki, “Oh, ya, ada hal yang perlu diketahui orangtua saat melakukan mandi bareng dengan anaknya,  karena sama-sama tidak menggenakan pakaian, jangan berpikir kalau si anak akan terangsang, ya.” Pasalnya, timbulnya rangsangan pada anak baru akan ada mereka memasuki usia remaja atau puber.

Lalu Adisti juga mengatakan bahwa saat mandi bersama anak ini merupakan saat yang tepat untuk mengenalkan bagian anggota tubuh yang mana saja yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh. Misalnya, tangan, punggung, kaki yang boleh, sedangkan area sensitif tidak boleh disentuh sembarang orang. Jangan lupa untuk memberi tahu pada anak, bahwa kegiatan mandi bersama ini juga hanya boleh dilakukan dengan orang tertentu saja, seperti Mommies.

“Pengenalan anatomi tubuh dengan cara mandi bareng ini jsutru lebih mudah diterima anak, dibandingkan jika orangtua menjelaskannya dengan bahasa istilah yang justru membuat anak jadi bingung.”

Saya pun semakin yakin saat mengikuti seminar Supermoms dengan tema, “Pede Bicara Seksualitas Pada Anak.” Waktu itu, Ibu Elly Risman sebagai nara sumber mengatakan sebenarnya tidak ada yang salah jika ingin memandikan anak dengan cara cross gender. Misalnya, ibu memandikan anak laki-laki atau bapak yang memandikan anak perempuannya. Tapi kebiasaan ini memang jangan berlanjut.

“Yah, kalau memang ayah mau memandikan puterinya,  paling nggak sampai usia 7 tahunlah. Jadi, kalau sudah besar seperti itu anak juga akan malu sendiri kalau dimandikan. Baiknya, sih, kalau anak perempuan memang dimandikan sama Ibunya saja,” begitu kata Ibu Elly Risman. Lagi pula, Ibu Elly juga mengingatkan kalau sebenarnya anak umur 3,5 seharusnya sudah bisa mandi sendiri, sudah mandiri.

Ada banyak manfaat dari sex education untuk anak, mulai dari mengetahui bagian anggota tubuh dan organ-organ kelamin. Dengan cara seperti ini, anak akan mendapat konsep citra positif sehingga merasa dihargai, dicintai dan anugerah. Selain itu, dengan sendirinya anak pun dapat membentengi diri dari hal-hal negatif.

Meskipun pendidikan seks merupakan salah satu hal PR yang paling sulit buat saya dan suami, tapi kami selalu berusaha memberikan pendidikan seks pada Bumi sesuai dengan kapasitasnya.

Kalau memang ada pertanyaan Bumi yang aneh-aneh, meskipun susah dan bikin bingung, kami selalu berusaha menjelaskan dengan kata-kata yang mudah dimengerti. Kami berusaha untuk menjelaskan dengan jujur dan menggunakan kata yang benar, ini yang terpenting.

Seperti yang dikatakan Ibu Elly Risman ataupun Adisti, untuk urusan mandi bersama Bumi, saya pribadi juga akan membatasinya. Secuek-cueknya saya, sekarang saja sudah ada perasaan malu kalau sedang mandi dengannya. Kalau pengalaman Mommies yang lain, bagaimana?

 


7 Comments - Write a Comment

  1. setuju.. Leia sama Papanya juga sesekali mandi bareng (biasanya weekend), dengan tujuan yang sama seperti di artikel, dan malah jadi salah satu bonding time mereka jg. sounds taboo for some of my friends, tapi kita malah melakukannya karena saran dari orangtua gue, supaya nantinya Leia ngga “kaget”. Leia sepertinya malah lebih seneng mandi sama Papanya deh karena bisa mandi pleus main2 air lebih lama. sama Mamanya, maunya cepet2 aja ngga pake main! hahaha..

  2. Gue sih cuek mandi bareng Langit. Walaupun sejak dia 4 tahun, udah nggak pernah lagi. Gue justru mengajarkan bahwa kegiatan di dalam kamar mandi adalah privacy seseorang. Ini colongan sih, supaya gue bisa tenang di dalam kamar mandi tanpa digedor-gedor Langit, haha!

    Kalo suami gue lain lagi, mungkin karena besar dari keluarga yang cowok semua, dia malah nggak mau banget mandi sama Langit. Mandiin Langit pun bisa dihitung pake jari dan itu kalo dalam kondisi terpaksa *misalnya gue sakit/ ga ada, sementara pengasuhnya nggak ada juga* haha. Menurutnya, nggak pantes anak cewe dimandiin sama lawan jenis, walaupun itu bapaknya sendiri. Beda orang, beda pandangan ya.

    Apapun itu, ya mudah-mudahan meberikan efek yang terbaik untuk anak-anak kita :)

  3. kalau gue lumayan sering mandi bareng Rasya, apalagi kalau cuma berdua di rumah, ayahnya gak ada, mbaknya juga nggak ada. pilihan mandi bareng paling praktis hehehehe. habis gue selalu tergoda ngeliat bak mandi penuh dengan air segar begitu…tapi pasti kalau Rasya udah bisa mandi sendiri ya nggak mandi bareng lagi. si ayah sih sering mandiin anak, tapi malah nggak pernah mandi bareng. padahal klo ngajarin pipis kan kudu lihat cara ayahnya ya, bukan mamanya, dia udah mulai meniru cara gue keramas dan sabunan juga. next step mesti ayahnya yg ngajarin cara pipis dll dst :)

  4. Hii momiess lam kenal,,newbie nihh…anak aq cowo..dlu sihh pas umur dion masi kecil suka mandi brg,,krn bs mempersingkat waktu gtu,,mandiin anak skalian mandi jg,,jdi wktu yg ada bs dpake utk yg laen2..maklum ibu RT tanpa pembantu..tpi pas udh 2-3th rasanya risih momm,,secara dion tnya2 ini apa,,itu apa,,hehehe..well klo menurut aq sihh,,mandi sama anak sihh gpp meski lawan jenis,tpi palingan sampe umur tertentu…soalnya tkut tar si anak ngomong2 ke orang2.. :p

  5. Aku setuju! Buatku, mandi bareng anak bisa jadi sarana untuk menjelaskan organ reproduksi luar dan perbedaan laki2 dan perempuan. Setiap mandi dengan si sulung, laki2, 2,5thn, pasti yang ditanyakan “kok ibu ngga punya penis?” Hihihi

  6. Aku juga setuju nih. Secara aku dari kecil dulu juga selalu mandi bareng ibuku, bahkan sampai aku dewasa. Nadia 5 th masih sering mandi bareng aku n papanya. Betul telanjang semua. Jadi Nadia sudah tau bagaimana bentuk2 organ tubuh pria & wanita. Dan kami juga mengenalkan istilah sebenarnya seperti penis dan vagina. Aku sengaja gak cukur bulu v agar Nadia lihat perbedaannya dgn org dewasa. Suatu kali pernah saat papanya erection, Nadia tanya, aku jawab kalau itu biasa terjadi pada laki-laki. Sama seperti waktu dulu aku masih kecil, juga mandi bareng bapak & ibuku, dan telanjang semua. Skrg Nadia sudah 7 th, sudah stop mandi bareng papanya, tp sm aku masih rutin. Kalaupun bareng2 ama papanya, pasti papanya pake cd, tidak telanjang lg. Aku sih pengennya sampai gede juga tetep bisa mandi bareng (aku & Nadia), karna waktu mandi bareng itulah kami bisa saling sharing.

Post Comment