Kecil-Kecil Berharga

Pengalaman melahirkan selalu memberikan jutaan pelajaran. Yaeyalah, semua juga pasti tahu, yaaa… Tapi kali ini, saya bukan mau bicara soal pelajaran yang rumit-rumit seperti cara bernafas saat kontraksi, pain management, mempercepat bukaan dan sebagainya, melainkan nice little life-tips untuk pascapersalinan.

*gambar dari sini

I learned these things first-handedly, dan akan saya share untuk yang sedang bersiap-siap melahirkan. Bagi yang sudah berpengalaman, silahkan tambahkan kiat-kiat sendiri di kolom komen, ya!

  • Pasca persalinan, badan pasti akan terasa capek, babak-belur, bau bin asem.

Amatlah menyenangkan kalau kita bisa memanjakan diri dengan toiletries yang lebih ‘mewah’ daripada biasanya. Saat hamil tua, saya beli sabun, body lotion, bedak talc, dan deodoran Marks and Spencer seri China Blue, yang bagi saya aromanya mewah dan menenangkan. Saya gunakan sebelum dan sesudah melahirkan, untuk memberikan ketenangan kecil di tengah kacaunya fisik dan jiwa menjadi ibu baru. Dan kalau RS anda menyediakan jasa salon rambut, manfaatkanlah!

  • Don’t forget the important people during your pregnancy!

Selama hamil, dua orang non-keluarga yang paling berjasa bagi saya adalah obgyn dan guru yoga prenatal saya, sehingga saya memutuskan untuk memberikan mereka tanda terimakasih, setelah saya melahirkan. Kebetulan dua-duanya perempuan, maka saya memberikan masing-masing sebuah pouch cantik yang saya isi dengan dua hand lotion mini, lengkap dengan kartu bertuliskan kata-kata terimakasih. Sebaiknya, sih, hadiah diberikan tak lama setelah persalinan, jadi mending dipersiapkan sebelum melahirkan kali, yaaa…

  • Be thankful to your helpers.

Selama menginap di rumah sakit pascapersalinan, saya sering mau nangis terharu atas kebaikan suster-suster jaga yang selalu sigap membantu. Saya tidak menyangka, perhatian mereka sebesar itu. Sehingga sebelum check-out, saya berikan mereka hadiah kecil. Dari hasil baca-baca di internet, hadiah yang ideal untuk para suster jaga adalah makanan kecil, karena enak ‘kan, bisa ngemil-ngemil di saat jaga, hihihi…

Di rumah sakit bersalin saya, para suster jaga terbagi menjadi tiga shift. Maka saya belikan dua kotak coklat praline untuk masing-masing shift. Selain coklat, kopi juga cocok tuh, supaya mereka siaga selalu ya…

  • Setelah melahirkan, otomatis hadiah berdatangan dari teman dan keluarga.

Namun 99% hadiah tentu buat si bayi ya, jadi saya amat bersyukur kalau ada yang masih ingat ibunya, hahaha. Bagi yang mau memberikan hadiah untuk ibu baru melahirkan, berikut ide-ide lucu:

Voucher salon/ spa – jarang banget deh, ada ibu baru melahirkan yang merasa kece. Pasti semua merasa buruk rupa. Voucher salon/ spa adalah obat mujarab untuk membuat ibu baru merasa kece seketika. Dan karena ibu baru sering susah meninggalkan newborn-nya (apalagi yang tidak punya nanny, ya), pastikan expiry date voucher-nya agak lama. Setelah saya melahirkan, sepupu saya ‘menghadiahi’ saya dengan paket lulur dan bekung. Seru yah?

Makanan OMG, I loooved getting food as gifts when I just gave birth, utamanya makanan yang tidak basa-basi seperti nasi kuning dan rendang paru (nggak becanda!), walaupun saya juga menerima cupcakes dan puding-puding dengan tangan terbuka, hahaha. Soalnya, saat jadi ibu baru, saya jadi cenderung picky. Mau makan banyak, tapi enak. Padahal makanan rumah sakit rasanya kurang lezat. Jadi saat diberi hadiah makanan enak, rasanya surgaaaa banget!

Ada dua macam makanan yang bisa diberikan sebagai hadiah: snacks dan one-dish meal, atau—kalau memang niat—Mommies juga bisa memberikan makanan/ lauk selama beberapa hari berturut-turut, saat sang ibu baru sudah pulang ke rumah. Hal ini berharga, khususnya untuk ibu-ibu yang tidak punya ART / tukang masak di rumah. Dengan memberikan hadiah makanan, Mommies akan meringankan beban sang ibu untuk menyiapkan makanan di rumah.

Satu lagi ide hadiah untuk ibu yang baru melahirkan – ART infal. Saudara saya baru-baru ini melahirkan, dan ia tidak punya ART. Maka mertuanya memberikan ‘hadiah’ ART infal temporer (hanya dua bulan) yang datang pagi, pulang siang. Tugas sang ART hanya cuci-setrika baju bayi dan beberes ringan, namun efeknya luar biasa bagi saudara saya yang kecapekan dan overwhelmed.

  • Jika mommies akan melahirkan, tidak punya ART…

dan curiganya tidak akan sempat masak, try to prepare and then freeze some foods before giving birth. Mudah-mudahan akan membantu menghindari Mommies terus-menerus pesan junkfood. Ya ‘kan?

Mommies ada kiat-kiat kecil (namun berharga) lain seputar pengalaman pascapersalinan? Silahkan dibagi disini, ya!


5 Comments - Write a Comment

  1. Gue selalu inget pesan tante gue kalo besuk temen yang melahirkan: berikan kado untuk ibunya karena hampir semua akan fokus kepada si bayi, padahal ibu baru juga perlu diberi support. Mungkin tante gue belajar dari pengalamannya pasca melahirkan kali ya, hahhaha…. Kalo kado buat baby biasanya kan patungan (supaya bisa beli barang yg agak mahalan), sebagai tambahan gue suka bawain kue lucu2 gitu buat ibunya. Gak perlu gede, 1-2 slice aja tapi yang gue tau pasti enak dan kotaknya cantik (misalnya dari hotel). Selama ini, yang yang menerima selalu senang :)

    Oh ya, belakangan ini kado buat yang melahirkan juga suka gue tambahin dengan mainan kecil buat kakak si bayi, supaya nggak ngiri karena adeknya dapet kado banyak. Untung bapaknya si bayi nggak perlu dikasih kado juga :D

  2. Gak usah junkfood laah klo ampe gak sempet masak… masi ada warung padang or warteg or warung makan lainnya,, asal jangan lupa,, pilih yg bersih n diyakinkan kehigienisannya.. ato gak nyetok sambel pecel or bumbu2 udah jadi.. tinggal tumis2 dikit,, jadi deh… yang penting mateng n bersih… hehehe

  3. bener banget.. tuk suster2 yang baik jangan dilupaken…
    kemaren kasih donat 2 box *kok gak kepikiran kasih buat yang shift malem ya waktu itu.
    trusss setuju banget sama kasih voucher perawatan buat ibunya.
    temen2 yang laen heboh kasih kado buat bayi, saya biasanya kasih voucher perawatan atau paket toiletries beraroma nyaman buat mamahnya..

  4. kalo nggak sempet masak, langganan katering aja! dulu pasca persalinan n nyokap dah pulang, MIL langganin gue katering, yang mana bisa request sesuai kebutuhan busui. Jadi gue bisa request sayur bening katuk, udang goreng tepung, ikan, dll (suami gue juga kudu makan yang sama donk, ga mau tau!). soalnya, mood untuk balik masak lagi itu ga kunjung dateng setelah sebulan melahirkan, apalagi klo caesar :p *alesan doank ini mah*

    trus ART infal itu super-penting-banget! kejadian nih di gue. ART yang nyuci-nyetrika-bersih2 mendadak ga dateng tanpa kabar. ada kali semingguan gue nyuci-nyetrika sendiri pas anak tidur. yang ada gue capek dan nangis2. untung ART mertua mau bantu sampe gue dapet ART baru. tapi klo emang ga ada ART, berdayakan suami :p

    oiyaaa, gue inget sahabat gue jauh2 ngirimin paket perawatan pasca persalinan, bisa pake sendiri di rumah. kalo pun ga bisa ke salon, minimal bisalah merawat sendiri dikit2, terutama urusan perut biar nggak kewer2 *euh, bahasanya*

  5. nambahin, hadiah untuk ibunya: nursing wear! baju menyusui kan sekarang banyak banget tuh. gue cuma berharap klo nanti hamil dan melahirkan lagi, dikadoin nursing wear juga :p kado untuk bayi kebanyakan gak kepake (kecuali kita yang request), bahkan setelah setahun lewat. mending buat mamanya hihihi

Post Comment