
Pasangan baru menikah sering overthinking soal anak? Mulai dari kesiapan mental, finansial, hingga gaya asuh, ini hal-hal yang sering bikin cemas.
Buat pasangan baru menikah yang minim pengalaman, tentu banyak hal yang bikin pusing, termasuk soal anak. Belum lagi komen dan berbagai pendapat dari orang-orang di sekitar yang bisa bikin tambah bingung atau cemas. Jangan sampai hal ini memicu masalah yang lebih besar, seperti konflik berkepanjangan dengan pasangan atau masalah pribadi dan keluarga lain.
Penting untuk mengenali dan memahami hal-hal yang biasanya bikin pasangan baru menikah jadi overthinking soal anak, agar kamu lebih sadar, dan bisa jadi bisa menyiapkan diri lebih baik.
BACA JUGA: 13 Tanda Kamu Siap Punya Anak: secara Emosional dan Finansial

Apa saja yang bikin pasangan baru mennikah jadi overthinking soal anak? Mau tahu? Simak, yuk!
Buat pasangan baru menikah, menyesuaikan diri satu sama lain, juga adaptasi perubahan status dan tanggung jawab tentunya bukan masalah sepele, apalagi ditambah dengan peran baru, jadi orang tua yang butuh banget kesiapan mental. Ambil waktu untuk berdiskusi dengan pasangan dan sadari, apakah benar ingin punya anak dan apakah sekarang waktu yang tepat? gak perlu buru-buru memutuskan langsung punya anak, hanya karena kuping udah panas ditanya-tanya
Walaupun uang bukan segalanya, gak bisa dipungkiri kalau kesiapan finansial sangat penting sebelum memutuskan untuk punya anak. Misalnya pendapatan rutin yang stabil, asuransi kesehatan, tabungan yang cukup untuk proses kehamilan dan melahirkan, tentunya penting untuk dipertimbangkan. Minta pendapat financial planner jika diperlukan, ya!
Buat pasangan baru menikah yang belum hamil juga padahal gak pakai proteksi, tentunya jadi kepikiran soal kesehatan reproduksi suami dan istri. Gak ada salahnya untuk cek ke dokter kandungan kalau punya concern ini, daripada terus-terusan overthinking dan bisa memicu pertengkaran dengan pasangan
Di jaman yang sudah lebih melek ilmu Parenting, hal ini juga bisa bikin pasangan baru menikah jadi overthinking, bakal masalah gak sih kalau aku dan pasangan punya cara beda dalam mengasuh anak? Daripada cemas berlebihan terus, bisa sambil berkonsultasi dengan Psikolog keluarga, sebagai persiapan dan sambil membenahi masalah personal calon orang tua. Gaya pengasuhan yang berbeda juga bisa dijembatani dengan keterbukaaan, diskusi dan proses belajar terus bersama pasangan
Tentu beda, ya, waktu single dan saat udah nikah, termasuk soal prioritas dan pengaturan waktu. Yang dulunya kalau weekend bisa menghabiskan waktu bareng teman atau leyeh-leyeh seharian, perlahan perlu beradaptasi menyisihkan waktu juga buat pasangan dan urusan keluarga lain. Nah apalagi ditambah anak, mungkin kepikiran soal “akan cukup gak ya waktu kita buat anak?” atau “kalau udah punya anak, masih bisa me time gak sih?”
Memang gak mudah membagi waktu saat kita punya anak, tapi bisa dilakukan dengan perencanaan waktu yang tepat. Jangan lupa set boundaries, gak semua ajakan atau undangan harus dipenuhi, pilih-pilih yang paling sesuai dengan kondisi, ya!

Banyaknya info kesehatan seputar proses kehamilan dan kelahiran yang diterima oleh pasangan baru menikah, bisa jadi hal baik sebagai persiapan, tapi di sisi lain, bisa bikin pasangan jadi overthinking, mulai dari kelainan yang bisa dialami bayi, kesehatan calon ibu, hingga masalah kelahiran. Bijaklah dalam filtering informasi, detox media sosial jika perlu sambil tetap menjaga kesehatan pasangan seperti makan bergizi, istirahat dan olahraga rutin
Saat suami dan istri sama-sama bekerja, soal pengurusan anak juga bisa bikin pasangan baru menikah jadi overthinking. Mulai dari support system yang bisa dipercaya untuk membantu mengurus anak, atau cara memilih day-care dan baby sitter yang tepat, bisa jadi hal yang dipikirkan oleh pasangan baru menikah.
Bakal sesuai milestone gak, ya, pertumbuhannya? Gimana kalau anak GTM? Nanti kalau dia sakit gimana, ya? Banyak pertanyaan yang terlintas di benak pasangan baru menikah soal tumbuh kembang anak, yang terkadang bisa bikin overthinking. Tentunya kita ingin yang terbaik buat anak, yang sebenarnya semuanya bisa dipelajari bertahap, one step at the time.
Banyak pasangan baru menikah yang khawatir tidak cukup baik untuk anak. Hal ini bisa bikin overthinking. Padahal, tidak ada orang tua sempurna. Yang paling penting, belajar jadi orang tua yang hadir utuh dan berproses terus, seiring tumbuh kembang anak
Banyaknya komen dan masukan dari keluarga atau teman dan juga info yang berseliweran di sosial media soal anak, bisa bikin pasangan baru menikah jadi overthinking. Semua orang bisa berpendapat, tapi kita juga yang menentukan mana yang terbaik buat diri dan pasangan, gak semua pendapat harus didengarkan dan diikuti, pilihlah yang paling sesuai dengan nilai dan keyakinan
Nah, semoga setelah memahami hal-hal yang biasanya bikin pasangan baru menikah jadi overthinking, bisa jadi bahan obrolan bareng pasangan, agar lebih terbuka satu sama lain, saling mendukung dan menyiapkan diri. Penting juga buat kita memahami ini agar bisa lebih empatik pada anggota keluarga atau teman yang baru menikah.
BACA JUGA: Apa Itu Childfree? Bukan Anti Anak, tapi Pilihan Hidup
Cover: Pexels