10 Kesalahan yang Sering dilakukan Saat Pasangan Berselingkuh

Sex & Relationship

Fannya Gita Alamanda・07 May 2023

detail-thumb

Pasangan berselingkuh seringkali membuat kita jadi melakukan hal-hal yang kelak bisa jadi membuat kita menyesal. Nomor satu dan sembilan sering terjadi. 

Sering nonton drakor dan miniseries bertema perselingkuhan, curhat sahabat, sampai tetangga sebelah yang bertengkar hebat setelah tahu pasangannya punya ‘simpanan’. Tapi nggak pernah terbayangkan ketika Anda sendiri yang mengalaminya. Diselingkuhi adalah pengalaman yang traumatis. Tidak semua orang mampu menghadapi dan mengatasinya dengan baik. Tapi jika Anda menghindari 10 kesalahan di bawah ini, kemungkinan Anda akan pulih lebih cepat dan dengan cara yang sangat bermartabat.

Baca juga: 15 Tanda paling Umum Saat Pasangan Berselingkuh, Wajib Tahu!

10 Hal yang jangan dilakukan saat pasangan berselingkuh

 

1. Jangan balas dendamsaat pasangan berselingkuh

 

Kalau dia  begitu, saya juga bisa melakukan hal yang sama! 

Pernah atau selalu berpikir seperti itu? Di film-film mungkin itu tindakan yang terlihat keren, namun pada kenyataannya, ini bukan langkah yang baik. Buang-buang waktu, tenaga, dan biaya. “Membalas dendam tidak akan membuat kemarahan Anda mereda. Justru hati dan pikiran bakal semakin panas, membuat Anda terjebak dalam luka berkepanjangan yang sulit sembuh,” kata Jane Greer, PhD, pakar hubungan dan penulis buku “How Could You Do This to Me? Learning to Trust After Betrayal.” Membalas dendam hanya memberikan kepuasan sesaat dan membuat Anda sama bersalahnya dengan pasangan. 

 

2. Jangan hancur lebur

 

“Sangat sedih itu normal, apalagi jika hubungan sudah berlangsung lama. Namun sadarilah bahwa situasi ini bukan berarti hidup Anda sudah berakhir. Terima faktanya dan tetap jalani hidup. Sedikit berbeda itu pasti, tapi ingat, perselingkuhan pasangan tidak boleh membuat kehidupan Anda berhenti. Rugi.

 

3. Jangan merasa jadi orang paling menderita sedunia

 

Memang, tidak ada satu pun manusia yang pantas diselingkuhi, tetapi itu tidak berarti Anda harus berkubang dalam rasa mengasihani diri sendiri. Playing victim hanya akan membuat Anda merasa semakin tidak berdaya dan hancur. Akibatnya, harga diri Anda akan merosot dan Anda akan merasa sulit untuk menjalani hidup dengan cara yang memuaskan. 

 

4. Jangan libatkan anak-anak ketika pasangan berselingkuh

 

Jika Anda memiliki anak, lakukan yang terbaik untuk menjauhkan mereka dari masalah ini. Situasi harus tetap antara Anda dan pasangan saja. Jangan membuat anak-anak merasa harus memilih ayah atau ibunya, Berikan informasi seperlunya saja. Mereka mungkin tahu Anda sedang sedih, tetapi mereka benar-benar perlu tahu bahwa mereka tidak akan kehilangan Anda. 

 

5. Jangan izinkan orang lain mengambil keputusan untuk Anda

 

Ibu Anda meminta Anda untuk meninggalkan pasangan; 

Sahabat menyarankan Anda untuk memberinya kesempatan kedua. 

Anda boleh mempertimbangkan saran mereka tapi Andalah yang harus menentukan karena Anda yang paling tahu apakah hubungan itu layak diselamatkan dan diperbaiki atau tidak. Mempertahankan atau mengakhiri hubungan dan pernikahan Anda semuanya harus Anda yang putuskan.

Baca juga: 10 Tanda Selingkuh Tanpa Sadar

 

6. Jangan abaikan yang sedang terjadi

 

Mungkin Anda berpikir mengabaikan perselingkuhan pasangan akan meringankan rasa sakitnya, tapi itu keliru. Masalah yang mendasar dalam hubungan Anda tetap ada. Mengabaikan ketidaksetiaan yang terjadi hanya akan membuat hubungan goyah. Kemarahan dan kebencian yang dipendam pada akhirnya akan berakibat jauh lebih buruk. kata Hall. Lebih baik cari tahu dulu penyebab mengapa perselingkuhan itu terjadi. 

7. Jangan berharap segala sesuatunya akan kembali seperti semula setelah pasangan berselingkuh

Setelah perselingkuhan terjadi, semuanya tidak akan sama lagi. Yang bisa Anda berdua lakukan adalah mencari tahu cara menjaga hubungan bisa tetap kuat dan menjadi sehat. Berfokuslah untuk membangun hubungan yang lebih kuat dan belajarlah dari pengalaman buruk sebelumnya. Daripada bolak-balik menoleh ke belakang, buat babak baru atau ‘pernikahan kedua’, di mana kalian  dapat mempelajari keterampilan berkomunikasi dan memperbaiki hal-hal yang menjadi penyebab perselingkuhan.. 

 

8. Jangan bolos mengikuti konseling

 

Konseling dapat membantu memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang apa yang terjadi. Ini dapat membantu Anda berkomunikasi dengan lebih baik dan memproses perasaan bersalah, malu, dan apa pun yang mungkin Anda rasakan dengan cara yang tepat. Andai pun mantap memutuskan untuk berpisah, setidaknya Anda dapat pergi dengan hati yang tenang karena sudah mencoba yang terbaik dan tidak bertindak impulsif. 

 

9. Jangan lupa mencintai diri Anda

 

Ketika perselingkuhan terjadi dan Anda ribet memikirkan bagaimana cara mengatasi situasi ini, Anda mungkin terlalu fokus pada masalahnya sampai-sampai lupa merawat diri sendiri. Pengalaman traumatis ini dapat berdampak negatif pada pikiran dan tubuh. Untuk bisa kembali bangkit, memerhatikan kondisi tubuh dan pikiran Anda juga sangat penting. 

Agar dapat membuat keputusan yang rasional, Anda harus sehat. Makan, tidur cukup, berolahraga, bersosialisasi, dan tertawa. Cobalah untuk ikut terapi, menulis jurnal, bergaul dengan lingkungan yang mendukung, atau membaca buku self-help. Lakukan aktivitas yang membuat Anda senang. Jangan ragu untuk ke dokter jika Anda mengalami reaksi fisik.

 

10. Jangan paksa mempercepat proses pemulihan hati

 

Tidak ada yang bisa menentukan seberapa cepat seseorang bisa pulih dari luka dikhianati. Prosesnya akan mengalir begitu saja. Bersabarlah, beri waktu untuk diri sendiri. Jangan paksa hati untuk segera sembuh atau segera memaafkan. Nikmati prosesnya. Jika sudah waktunya, Anda akan pulih dan kembali bahagia. Harap diingat, buang semua kebiasaan lama yang dapat membahayakan hubungan Anda agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Sumber artikel dari sini