10 Pertanyaan Wajib pada Pasangan Sebelum Punya Anak

annisast
punya anak

Punya anak adalah keputusan besar dalam hidup sebuah pasangan. Sayangnya, banyak yang langsung memiliki anak tanpa diskusi terlebih dahulu sehingga timbul konflik.

Kenapa berdiskusi itu penting? Ya namanya menikah, kita seringnya hanya melihat pasangan sebagai pasangan saja, bukan sebagai ayah. Berdiskusi tentang hal-hal ini bisa membuat kita dan pasangan semakin yakin, apakah kita siap punya anak sekarang? Atau masih ada duu yang akan disepakati bersama?

Ini dia 10 pertanyaan yang wajib ditanyakan pada pasangan sebelum punya anak:

Bagaimana kalau ternyata tidak langsung bisa hamil atau malah tidak bisa hamil sama sekali?

Ini sebetulnya lebih ideal ditanyakan sebelum menikah. Karena banyak orang yang menikah untuk memiliki keturunan, namun ada pula yang menikah untuk hidup bersama. Kalau alasannya yang pertama, maka harus dibicarakan bagaimana rencananya kalau ternyata tidak bisa punya anak.

Kenapa mau punya anak?

Semua pasti punya alasan personal masing-masing namun pertanyaan ini penting untuk kita bisa lebih dekat dengan pasangan. Merencanakan keluarga kan berdua ya, masa iya mengkhayal masing-masing, jadi berdiskusi tentang kenapa mau punya anak juga sebaiknya dibicarakan berdua.

Apakah kalau anak terlahir tidak sehat 100% akan siap untuk mengurusnya bersama?

Dari data Kemenkes, menurut WHO lebih dari 8 juta bayi di seluruh dunia setiap tahunnya lahir dengan kelainan bawaan. Data WHO menyebutkan bahwa dari 2,68 juta kematian bayi, 11,3% disebabkan oleh kelainan bawaan. Angka yang tidak kecil.

Jadi bagaimana jika bayi lahir dengan disabilitas atau kelainan lain? Apa yang akan dilakukan?

Apakah anak akan divaksin?

Banyak sekali cerita ibu-ibu yang terpaksa vaksin anak diam-diam karena ayahnya tidak mau divaksin dengan berbagai alasan. Jadi bicarakan sejak awal agar bisa disepakati bersama (harus vaksin tentunya!).

Seberapa banyak akan terlibat?

Tugas pengasuhan bukan hanya untuk ibu tapi ayah juga! Dan kita tidak tahu apakah pasangan sepakat pada hal ini? Atau hanya menganggap pengasuhan adalah tugas ibu sehingga ibu harus bersyukur ketika ayah mau bantu? Ingat ayah bukan support system tapi main system!

Bagaimana dengan kondisi keuangan?

Anak punya rezekinya sendiri katanya, betul, tapi orangtuanya kan yang harus berusaha ahahaha. Wajar kalau kondisi keuangan sedikit goyah karena yang dibiayai bertambah satu orang. Apakah mampu? Apakah kondisi keuangan sekarang sudah baik?

Apakah ibu boleh tetap bekerja setelah punya anak? Siapa yang akan mengasuh anak?

Jika hal ini tidak dibicarakan biasanya berakhir ibu resign karena kesulitan mencari daycare atau pengasuh. Bicarakan sejak awal agar yang pusing mencari nanny bukan hanya ibu tapi juga ayah.

Bagaimana kita menjaga hubungan suami istri?

Nah ini juga tidak terduga, banyak yang menyangka akan baik-baik saja padahal pasca punya anak, semua perhatian pada anak sehingga pasangan biasanya sedikit dilupakan. Bagaimana menjaganya?

Apakah anak perempuan dan laki-laki akan diperlakukan sama?

Ini kembali pada prinsip masing-masing ya tapi ada baiknya dibicarakan juga agar nanti anak tidak merasa orangtuanya pilih kasih.

Bagaimana nanti akan mendisiplinkan anak?

Sepertinya jauh sekali sudah membicarakan disiplin tapi siapa tahu pasangan dibesarkan dengan kekerasan sehingga akan keras pula pada anak. Lebih baik diskusikan dulu agar bisa sepakat, akan pakai pola parenting yang sepertti apa?

Bicarakan parenting value bersama, lengkapnya ada di artikel ini ya!

Follow us on Instagram @mommiesdailydotcom!

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top