Biaya Kehamilan dan Melahirkan Selama Pandemi

Mommies melihat kehebohan viral biaya melahirkan yang diposting oleh sebuah akun financial advisor kah?

Angkanya fantastis untuk kebanyakan kelas menengah. Tapi sebetulnya angka itu pilihan saja. Beda rumah sakit ya beda biaya, beda kondisi kesehatan ibu, ya sudah pasti juga beda biaya yang perlu dikeluarkan.

hamil

Nah, saya justru jadi penasaran, ada nggak sih bedanya hamil di masa pandemi dan sebelum pandemi? Ternyata bisa jadi beda dan cukup banyak ya item yang hilang.

Coba kita buat daftarnya satu-satu. Dimulai dari yang biaya yang pasti kita keluarkan dulu dan perbandingannya saat pandemi maupun saat tidak pandemi. Ini sumbernya langsung dari teman kantor yang sedang hamil ya! Jadi biaya kehamilan 2020.

Tes Torch, ini tentu wajib ya jangan sampai tidak tes untuk mengurangi bahkan mencegah risiko komplikasi pada janin: Rp 2-3,5juta di rumah sakit besar. Pandemi maupun tidak pandemi, tes torch ini tetap harus dilakukan.

Cek bulanan setiap bulan jika di rumah sakit besar Rp 1,3juta. Namun saat pandemi seperti ini, datang ke rumah sakit kok jadi was-was ya? Meskipun ada protokol khusus sepertinya akan lebih nyaman jika ke klinik. Biaya cek bulanan di klinik Rp 500ribu.

Dengan demikian, harga vitamin dan asam folatnya pun jadi beda lho, moms! Di rumah sakit, bisa Rp 650ribu sementara di klinik Rp 150ribu.

Lalu melahirkan kalau mau tetap di rumah sakit biayanya beragam. Untuk kelas VVIP ada di harga Rp 36juta (vaginal) dan Rp 65juta (SC).

Meski bisa mengirit di budget kontrol bulanan, melahirkan saat pandemi mensyaratkan swab test. Biaya swab test di Rp 2,5juta.

Nah, sekarang kita masuk ke pos-pos yang sifatnya optional ketika harus hamil di masa PSBB seperti ini.

Yang sudah pasti hilang adalah acara adat, 4 bulanan atau 7 bulanan? Dari obrol-obrol bersama para mommies di WhatsApp group Mommies Daily, menggelar acara adat seperti ini biayanya mulai dari Rp 4jutaan jika diurus sendiri sampai Rp 20-30juta kalau mau melibatkan event organizer seperti acara siraman pernikahan.

Lalu maternity photoshoot, hilang dong yah karena datang ke studio kok rasanya nggak penting-penting banget dan malah jadi ketemu fotografer, dll. Diam di rumah tentu lebih baik jadi bisa diganti dengan virtual photoshoot atau malah foto sendiri! Biaya yang bisa diirit untuk photoshoot ini adalah Rp 1-4juta tergantung fotografer, belum termasuk biaya makeup artists Rp 800ribu hingga Rp 1juta.

Selain itu, masih ada pula birth photography yang biasanya di angka Rp 3-5juta. Namun karena sedang pandemi, yang menemani di kamar persalinan pun kan dibatasi. Jadi tidak mungkin juga membawa fotografer dan videografer dari luar.

Apalagi yang bisa diirit?

Konselor laktasi? Kalau tatap muka biayanya sekitar Rp 400ribu. Kalau sekiranya merasa belum perlu, mommies bisa ikut kelas persiapan menyusui saja, biayanya lebih murah.

Dan yang terakhir senam hamil, saat tidak pandemi, sekali pertemuan di Rp 75-100ribu. Namun saat pandemi begini tentu tidak bisa juga datang ke RS untuk senam hamil, solusinya senam hamil di rumah.

Nah sudah terbayang ya moms apa saja biaya yang bisa diirit saat hamil dan melahirkan di masa pandemi ini?

Baca juga:
Inspirasi Kegiatan Seru untuk Para Ibu Hamil di Tengah Pandemi
Penderita Skizofrenia dan Hamil, Harus Bagaimana?
Jangan Panik Jika Alami 5 Hal Ini di Trimester Tiga Kehamilan


Post Comment