4 Tanda Pasangan Adalah Orang yang Narsis

Marriage

annisast・14 Jun 2019

detail-thumb

Sering sekali ya akhir-akhir ini mendengar pembahasan soal narsis. Bagaimana kalau pasangan kita yang ternyata narsis?

Kata narsis biasanya identik dengan pamer diri sendiri di media sosial seperti selfie. Malah banyak yang menggunakan kata “narsis” sebagai pengganti foto. Alih-laih mengajak “foto dulu yuk!” banyak yang bilang “narsis dulu yuk!” ahahaha agak salah kaprah jadinya ya.

Istri Wajib Tahu, 6 Tanda Anda Terlalu Memanjakan Suami - Mommies Daily

Narsis yang saya maksud di sini bukan pula Narcissistic Personality Disorder (NPD) karena NPD butuh diagnosis profesional dan biasanya terjadi pada orang dewasa. Sementara narsis yang akan saya bahas adalah kecenderungan perilaku narsis seperti hanya memnetingkan diri sendiri, selalu ingin dipuji, sulit berempati, dan banyak lagi.

Karena meski tidak didiagnosis sebagai NPD, punya pasangan narsis bisa jadi salah satu bentuk kekerasan lho! Ingat pula bahwa tanda ini harus terjadi berulang kali bukan hanya sesekali atau jarang.

Berikut tanda pasangan kita punya kecenderungan narsis:

(Baca juga: Narcissistic Parenting dan Dampak Buruknya Terhadap Anak Kita)

1. Tak mau mendengarkan

Mereka mendengar tapi tidak mendengarkan karena kurangnya empati. Yang terus dipikirkan adalah bagaimana agar percakapan bisa berubah jadi tentang diri mereka sendiri.

2. Pasangan tak mau dikritik

Kritik memang kadang menyakitkan tapi tiap orang kan tidak sempurna jadi tentu butuh kritik. Bagi orang narsis, mereka sempurna sehingga tak perlu dikritik, kritik biasanya membuat mereka sangat terluka dan tersinggung.

3. Tidak mau punya komitmen untuk aturan

Mereka sangat percaya diri kalau mereka luar biasa sehingga tak mau ikut aturan. Sayangnya, di setiap hubungan yang sehat pasti punya aturan tertentu untuk membentuk kepercayaan satu sama lain. Namun orang narsis biasanya tidak peduli pada aturan sehingga berisiko merusak hubungan.

4. Tak mau mengaku salah

Orang sempurna tak mungkin salah jadi mereka sangat sulit untuk mengakui kekalahan. Hasilnya ia selalu menyalahkan orang lain. Lelah juga kan kalau pasangan terus menerus tak mau mengaku salah.

Apakah suami mommies seperti itu? Jika ya, dan hubungan sudah dirasa terganggu, mungkin sudah saatnya mengunjungi psikiater atau konsultan pernikahan. :)

Diadaptasi dari tulisan John Kim LMFT di Psychology Today