Bercerai dan Tetap Menjalin Hubungan Baik dengan Mantan, Bisa Kok!

Yuk, lah, jangan kayak anak SMA yang kalau putus kemudian musuhan dan saling hujat. Malu sama usia dan sama anak-anak.

Beberapa direct message masuk ke Instagram saya dan mengajukan pertanyaan yang sama: Bagaimana saya bisa menjalin hubungan baik dengan mantan suami?

Pertanyaan ini sebagian besar datang dari sesama perempuan yang: sedang proses untuk bercerai, yang sudah bercerai namun hubungan dengan mantan macam anjing dan kucing atau mereka yang sedang galau untuk bercerai atau tidak. Urusan bercerai atau tidak, sudah pasti bukan urusan saya. Udahlah itu urusan personal masing-masing. Urusan mereka dan pasangan mereka.

Namun mengenai pertanyaan tentang cara menjalin hubungan baik dengan mantan suami, saya berani menjawab setelah ……. saya terbukti mampu menciptakan hubungan yang baik dengan mantan pasangan.

Jangan dikira hubungan saya dan mantan suami langsung harmonis, lho! Tentu tidak. Banyak drama yang kami berdua lewati. Namun setelah sekian lama, akhirnya kami mendapatkan ‘formula’ yang pas untuk menjaga hubungan tetap manis tanpa harus saling “bunuh-bunuhan,” ahahaha.

1. Sabar dan kasih waktu

Mau sebaik apapun proses pisahnya, pasti tetap ada perasaan sakit atau kehilangan, kan. Jadi berikan waktu dulu untuk semua rasa tidak nyaman yang hadir itu untuk berkurang. Jangan terlalu memaksakan diri harus segera baik-baik aja. Kalau perlu, minimalkan komunikasi ketika emosi negatif belum sepenuhnya berlalu.

2. Ingat anak

Ketika kita lagi gregetan sama mantan pasangan, ketika tindakan atau ucapannya dia sangat menguji kesabaran, selalu ingat anak-anak. Selalu ingat bahwa tujuan kita itu hanyalah fokus pada kebutuhan dan kebaikan anak-anak. Menempatkan anak di atas keinginan kalian berdua bisa membuat kita sadar akan prioritas kita yang sebenarnya, apa.

3. Jangan pernah mengancam

Pahami bahwa menciptakan hubungan yang penuh respek dengan mantan pasangan akan membuat kesehatan mental kita dan anak-anak lebih terjaga, hehehe. Sekali lagi, kalau emosi masih tinggi, hindari berkomunikasi secara langsung. Lebih baik melalui email atau WA.

4. Mantan adalah orangtua dari anak-anak kita

Mungkin dia adalah mantan pasangan yang menyebalkan, tapi kalau dia adalah ayah atau ibu yang baik untuk anak-anak, ya sudah, maklumi saja perilakunya, selama tidak membahayakan anak-anak atau mencoret nama baik anak-anak :D.

Baca juga:

Orangtua Belajar Untuk Menjaga Nama Baik Anak-anak!

Bercerai dan Tetap Menjalin Hubungan Baik dengan Mantan, Bisa Kok! - Mommies Daily

5. Perlakukan mantan seperti kita ingin diperlakukan

Ini sudah pasti keinginan semua orang kan, ya :D. Kalau kita ingin mantan mendiskusikan segala sesuatu yang berkaitan dengan anak terlebih dahulu bersama kita, kalau kita ingin mantan berbicara dengan baik dan sopan, maka lakukan hal yang sama. Menjadi manusia menyebalkan hanya karena kita masih sakit hati terhadap mantan nggak akan membuat kita mencapai tujuan kita, kok!

6. Jangan ribut di social media

Ini salah satu hal yang paling saya benci kalau melihat ada orangtua atau suami istri yang berantem di social media. Apa siiiih tujuannya? Biar semua orang iba? Nggak juga kok. Malah kebanyakan yang kepo dan menertawakan di belakang.

7. Jangan jadikan anak sebagai tameng

Tahu kan, kalau marah sedikit yang kena efek ancaman anak-anak. “Ya udah anak-anak nggak usah sama kamu bulan ini!” atau “Ya udah bayar aja uang sekolah anak pakai gajimu, nggak usah gajiku.” Dan seterusnya. Kan aneeeh. Kesalnya sama siapa, yang kena imbas malah anak-anak. One of the most damaging things people can do, to put their kids between themselves and the ex!

8. Jangan libatkan pasangan baru kita ke dalam drama keluarga

Karena kondisi ini akan sangat melelahkan bagi pasangan baru kita. Dia yang tidak tahu apa-apan dan tidak paham apa-apa harus masuk ke dalam drama antara kita dan mantan pasangan. Sebisa mungkin jauhkan pasangan baru kita.

9. Jangan menjelek-jelekkan mantan di depan anak-anak

Ini bisa fatal banget akibatnya. Mungkin kita hanya sekadar mengucap sambil lalu, tapi memori anak akan merekam dan mengingatnya bahkan hingga ia dewasa. Bisa jadi ini membuatnya membenci kita atau mantan kita. Bisa jadi ini membuat anak kehilangan figur dewasa yang menjadi idola. Bisa jadi dia kehilangan figur orangtua. Nggak mau kan ini terjadi?

10. Tetap berteman itu nggak kenapa-kenapa lho!

Kan masih ada anak yang menjadi penghubung antara kita dan mantan. Jadi berteman dengan mantan itu sah-sah saja kok selama kita tahu batasannya dan tidak menganggu perasaan pasangan baru kita. It shows our kids how mature adults should behave and helps both families deal with the inevitable speed bumps that occur along life’s highway.

11. Terakhir … a little distance is also good

Bagaimanapun hubungan baik yang ingin kita jalani, tetap ada batasan yang harus kita penuhi, terlebih jika kita sudah memiliki pasangan baru. Having everyone on the same page will prevent destructive event from occurring.


Post Comment