Jika Mertua Hobi Melarang Ini dan Itu

Parents & In Laws

Mommies Daily・24 Aug 2018

detail-thumb

Ditulis oleh: Febria Silaen

Kalau ada hubungan mantu dan mertua perempuan yang harmonis tanpa embel embel larangan ini dan itu, maka itu adalah orang yang sangat beruntung ya!

mertua

Tapi bukan artinya kalau punya ibu mertua yang gemar memberikan larangan ini dan itu terus kita harus langsung memasang aksi perang. Coba deh belajar dari sikap elegan Meghan Markle.

Setelah resmi menikah dengan Pangeran Harry, dan tidak lagi memiliki ibu mertua kandung bukan artinya Meghan bebas dari konflik. Buktinya, dirinya sempat dilarang untuk menyantap makanan bertepung yakni pasta oleh Ratu Elizabeth II.

Padahal, kabarnya pasta adalah makanan favorit Meghan.Tidak hanya soal makanan, Meghan juga diberikan banyak aturan mengenai cara berpakaian. Duh kalau kita jadi Meghan, tentu sudah kesal dan kecewa dengan larangan untuk menghentikan apa yang kita sukai.

Diakui oleh Meghan, dirinya sempat frustasi. Tapi ya bagaimana lagi kan, memang harus menghadapi kehidupan barunya. Sebagai anggota baru dalam kerajaan, ia memang dituntut untuk patuh dan mengikuti aturan yang ada.

Menikah kan bukan hanya dengan pasangan tetapi juga seluruh anggota keluarga dan aturannya. Nah, contek yuk sikap Meghan yang tidak langsung menolak mentah-mentah larangan atau aturan yang dibuat oleh mertua.

Pertama, tentu Moms harus mencari kesamaan yang dimiliki dengan mertua. Pasti ada minimal satu kesamaan yang bisa kalian nikmati bersama.

Meghan dan Ratu Elizabeth punya beberapa kesamaan soal menu makanan. Keduanya sama-sama menyukai camilan sehat. Ratu Eizabeth gemar mengonsumsi pisang, sedangkan Meghan memilih diet vegan dengan pengecualian pada acara tertentu.

Ini akan membuat kita bisa merasa nyaman dan tetap bisa bersikap manis dengan ibu mertua. Plus tetap menjaga hubungan harmonis karena masih memiliki kesamaan.

Kedua, jangan langsung antipati atau menunjukkan sikap penolakan pada larangan yang dibuat mertua.

Bisa jadi larangan itu dibuat atau disampaikan karena memang tujuannya baik. Ya, kembali pada contoh kehidupan baru Meghan yang tidak lagi bisa menikmati pasta sebagai makanan favoritnya.

Tapi ternyata terlalu sering mengonsumsi karbohidrat olahan seperti pasta memang tidak baik untuk kesehatan lho. Biasanya karbohidrat olahan terdiri dari makanan dengan kadar gula, garam dan tepung yang tinggi dna bisa menjadi salah satu pemicu penyakit akibat gaya hidup. Misal jantung, stroke, obesitas dan juga diabetes mellitus.

Jadi, ada baiknya kalau cari tahu dahulu alasan dari mertua memberikan larangan, jika dirasa memang baik, kenapa juga harus tidak mematuhi larangan tersebut.

Ketiga, cari orang terdekat yang bisa menolong. Ya, penting sekali lho untuk bisa memiliki hubungan baik dengan kakak atau adik ipar sebagai orang terdekat dengan mertua.

Meghan pada akhirnya bisa merasa betah dan mengikuti semua peraturan yang berlaku di Istana. Itu semua berkat dukungan dan bantuan dari kakak iparnya, Kate Middletton dan Pangeran William. Ia jadi punya tempat untuk bisa bercerita dengan leluasa dan berbagi pengalaman. Kate dan William pun melakukan banyak cara untuk memastikan kalau adik iparnya itu merasa dicintai dan diterima di keluarga.

Jadi meski hubungan dengan mertua (mungkin) kurang harmonis, tapi hubungan dengan para ipar harus tetap terjaga baik. Sebab, dari mereka kita akan mendapatkan dukungan dan memahami maksud dari setiap larangan yang berlaku.

Keempat, abaikan saja dan minta dukungan suami. Selain lelah juga jika harus membantah terus, sikap memusuhi mertua juga bisa menjadi boomerang bagi kita yang akan balik menyerang.

Belajar untuk bersikap "mengalah" dengan banyak mendengar ketimbangan membantah. Perbanyak mengatakan "iya" daripada "tidak". Meskipun mungkin hal tersebut adalah hal yang tidak kita suka.

Ingat, mengabaikan lebih baik dari pada harus beradu argumen dengannya. Kurang lebih, seperti quote di bawah ini ahahaha.

I haven’t spoken to my mother-in-law for eighteen months-I don’t like to interrupt her. – Ken Dodd