Good Food for Working Mommies

Health & Nutrition

adiesty・13 Oct 2015

detail-thumb

Jam makan siang atau waktu ngemil sore bisa menjadi jam galau untuk saya. Mau makanan enak namun sehat, tapi kok ya pilihan jualan di area kantor terbatas. Di tengah pilihan yang terbatas, saya mengakalinya dengan hal ini.

Duluuuu.... saya termasuk perempuan yang cuek kalau memilih makanan. Sejauh rasa makanan tersebut cocok di lidah, ya, akan saya santap. Nggak pernah, deh, mikir lebih panjang berapa kandungan kalori dalam makanan tersebut. Tapi, berhubung sekarang sudah jadi ibu-ibu, terlebih sudah punya anak, saya pun harus cerdas memilih makanan. Saya ingin sehat sampai tua. Lagi pula, mengonsumsi makanan sehat toh sebenarnya salah satu cara kita mencintai tubuh kita,

Sebelum melakukan berbagai jenis diet yang sedang booming seperti diet mayo, dash diet, ataupun clean eating, ada baiknya kita memulai pola makan sehat bisa dilakukan dengan cara sederhana.  Dalam hal ini saya percaya kalau kalau hidup sehat perlu dimulai dengan sarapan lebih dulu. Termasuk lebih bijak dalam memilih jenis makanan. Kalau di rumah, saya berani jamin pilihan masakannya pasti lebih sehat. Menjadi PR saat saya berada di kantor dan makanan yang dijual, ya gitu deh, hehehe. Jadi, lebih baik memilih makanan yang mana, ya? Berikut ada beberapa perbandingan makanan untuk membantu Mommies dalam memilih jenis makanan.

Roti VS Nasi

roti vs nasi

Tidak sedikit orang yang sedang melakukan diet akan memilih makan roti ketimbang nasi,  dengan alasan nasi lebih banyak mengandung lemak dari pada roti. Dalam hal ini Ineka Andi Tabita, R.D, MPH selaku konsultan nutrisi dari Livo Diet Center juga sependapat dengan saya. Ia mengatakan, “Ya beberapa orang memang berpikir makan nasi bisa bikin gemuk dibandingkan dengan makan roti. 100 gram nasi putih memiliki 129 kalori dan untuk 100 gram nasi merah memiliki 110 kalori , sedangkan 1 lembar roti gandum merek sari roti memiliki  80 kalori dan 1 iris reguler roti (27 gram) roti gandum memiliki 67 kalori.  Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kalori yang terdapat dalam nasi jauh lebih besar dibandingkan yang ada di roti.

Namun, untuk alasan yang menyebutkan bahwa nasi mengandung lebih banyak lemak dibandingkan dengan roti sebenarnya salah. Hal ini karena dalam 100 gr nasi putih hanya mengandung 0,28 gr lemak, sedangkan dalam 1 lembar roti gandum mengandung 2 gr lemak. Lalu kenapa kalori roti gandum lebih kecil dibandingkan nasi? Karena kandungan karbohidrat pada nasi lebih tinggi dibandingkan dengan roti gandum, hal inilah yang membuat  makan roti gandum tanpa topping lebih baik dibandingkan makan nasi.

Snack Crispy Crackers VS Kacang Almond

Buat orang yang mengenal saya dengan baik, pasti sudah tahu kalau saya ini doyan ngemil. Termasuk saat di kantor. Camilannya, sih, berbeda-beda, tergantung mood, hahaha. Kalau lagi ada stok buah di rumah, saya bisa membawanya ke kantor untuk stok camilan. Tapi nggak jarang juga camilan saya ini terdiri dari crackers atau kacang almond. Nah, buat Mommies yang senang nyemil, Tabita memberikan saran, “Kalau disuruh milih ngemil kacang almond atau crackers, saya akan lebih memilih ngemil pake kacang almond. Bandingkan saja dalam 100 gr snack crispy crackers mengandung 500 kalori, sedangkan 1 ons (22 biji utuh) kacang almond panggang kering tanpa garam mengandung 169 kalori.  Jauh kan perbedaannya.”

Lagi pula, selain kalori yang terkandung di dalamnya, kacang almond memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita. Kacang almond kaya vitamin E, kalsium, fosfor, besi, magnesium, seng, selenium, tembaga dan niacin. Almond mengandung nutrisi paling banyak, jika dibandingkan dengan semua jenis kacang lainnya. Dalam  1 ons kacang almond terdapat lemak jenuh sebesar 1,147g, lemak tak jenuh ganda 3,586 g dan lemak tak jenuh tunggal sebesar 9,542 g sedangkan dalam 100 gr crackers mengandung lemak sebesar 8 g. Jadi mau pilih yang mana?

Bubble Tea VS Jus

bubble tea

Siapa yang doyan minum bubble tea? Kalau saya, sih, mengaku saja kalau gemar dengan jenis minuman yang satu ini. Saya sendiri cukup paham kalau kandungan kalori bubble tea cukup tinggi, tapi entah kenapa hal ini tetap saja tidak menghalangi saya untuk menikmatinya. Ternyata menurut Tabita, secangkir bubble tea memiliki 335 kkal, sedangkan segelas jus dengan buah-buahan tinggi kalori seperti alpukat, durian dan nangka memiliki 200 kkal dan segelas jus buah rendah kalori seperti apel, jeruk, melon, pir, dll mengandung sekitar 80 kkal.

Jadi bisa dibayangkan, ya, kalau bubble tea memiliki kalori yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jus. Kenapa? Alasannya karena bubble tea memiliki kandungan gula yang sangat tinggi dibandingkan dengan jus buah. “Akan lebih baik lagi, jika membuat jus buah tanpa tambahan gula. Untuk para pemula memang rasanya agak sedikit aneh, tapi cobalah untuk belajar merasakan manis asli dari buah itu sendiri lama kelamaan kita akan terbiasa. Dengan mengurangi gula, mafaatnya sangat baik untuk tubuh kita, “ terang Tabita.

Caesar Salad Dressing Vs Classic Salad dengan mayonnaise

Apakah benar akan lebih baik atau lebih sehat mengonsumsi caesar salad dibandingkan classic salad dengan mayonnaise? “Dalam 40 gr (4 sdm)  Caesar salad dressing mengandung 211 kalori dengan lemak 23 gr dan mayonaise dalam 1 sdm makan saja terkandung 57 kal dan 4,91 g lemak. Sedangkan jika mengonsumsi salad dengan mayonaise kita menambahkan 4 sdm mayo ke dalamnya sama dengan kita mengonsumsi tambahan 228 kal dan sekitar 20 g lemak. Memang penambahan kalori dalam saus sangat signifikan maka jika memang tidak perlu menambahkan saus pada salad, kenapa tidak mulai dari sekarang kita belajar makan sehat dengan mengurangi penggunaan saus salad,” papar Tabita.

Karedok VS Gado Gado

Gado-gado merupakan salah satu menu yang sering saya konsumsi saat makan siang. Gado-gado dan karedok merupakan salah satu makanan Indonesia yang menjadi favorit banyak orang. Berhubung saya penikmat kedua sajian ini, saya sendiri penasaran, sebenarnya lebih baik makan karedok atau gado-gado, ya?

“Biasanya gado-gado memiliki isian sayuran matang di antaranya ada kangkung, bayam, kacang panjang, kecambah, kol,dan kentang rebus, telur rebus, serta tahu dan tempe yang dipotong kotak dadu kecil-kecil serta kerupuk sebagai pelengkapnya dan bawang goreng. Dalam satu porsi gado-gado setara 241 g mengandung 318 kal, lemak 17,86 g, karbohidrat 26,28 g, dan protein 17,22 g.  Sedangkan karedok merupakan makanan berbumbu sambal kacang yang semua sayurannya mentah. Sayuran mentahnya terdiri dari kol, kecambah, kacang panjang, terung hijau, dan daun selada. Satu porsi karedok (241 g) mengandung 300 kal, lemak 16,79 g, karbohidrat 24,67 g, dan 16,53 g protein,” terang Tabita.

Melihat dari jenis bahan bakunya karedok memang lebih sehat karena hanya terdiri dari sayuran mentah tanpa ada tambahan gorengan tempe dan tahu seperti yang ada dalam gado-gado, sehingga kandungan lemaknya pun lebih sedikit dibandingkan dengan gado-gado.

Pizza dengan topping sayuran VS Pizza Toping Daging Sosis dan Daging Asap

Pizza

Di antara dua pilihan pizza ini, pizza dengan toping sayuran tentu akan lebih sehat kita konsumsi ketimbang pizza dengan topping daging. Dalam hal ini Tabita menerangkan bahwa pizza toping sosis dan daging asap dengan ukuran sedang dengan diameter 33 cm mengandung 2.477 kalori,  113,57 g lemak, 258, 83 g karbohidrat, 99,5 protein. Pizza tanpa toping saja mengandung 14% dari AKG dengan nilai kalori 247, lemak 10, KH 35. jika memang ada pilihan menu lain lebih baik pilih jenis karbo lain misal dari jenis salad sayuran non saus, namun jika mengonsumsi pizza, lebih baik pilih pizza dengan toping sayuran dan definetely no cheese.