Clean Eating 101

Clean-Eating*Gambar dari sini

Sudah agak lama saya mendengar tentang konsep clean eating, meski masih samar-samar, sih. Berhubung belum tahu secara lengkap, saya beranggapan clean eating itu semacam diet regimen. Kata “clean” menarik perhatian saya karena menunjukkan fokus pada pemilihan bahan makanan yang menyehatkan, bukannya semata-mata rendah kalori. Saya sendiri sudah berniat untuk mengubah gaya hidup, tak cuma (inginnya) rutin berolahraga, tapi juga merasa sudah waktunya, deh, lebih memerhatikan apa yang dimasukkan ke perut. Sudah masuk kepala tiga, soalnya…

Beruntung, nggak lama kemudian, lewat Twitter saya mendapat informasi workshop untuk membahas clean eating!

Penggagas workshop yang saya ikuti ini adalah Farah Mauludynna atau disapa Dynna (akun Instagramnya: @dynzzzz), sosok yang kiprahnya terkait gaya hidup sehat sangat menginspirasi. Ia memulai kebiasaan healthy eating secara disiplin, berbagi weight loss story, lantas kepikiran untuk ‘meracuni’ orang lain dengan metode clean eating. Keren banget!

Pada workshop ini, sebelum mulai menjelaskan apa dan bagaimana metode clean eating itu, Dynna berbagi tentang perjalanannya menuju gaya hidup sehat. Dia bercerita kalau awalnya dia tidak tahu bahwa yang dimakan itu “salah.” Contohnya, dia kerap jajan makanan dan minuman kemasan (hihihi, ini juga kebiasaan saya sejak SD), sarapan ‘berat,’ dan juga nggak memerhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi, apakah mengandung MSG, pengawet, atau dibuat dari bahan-bahan yang kualitasnya tidak terjamin.

Sampai lalu lewat Instagram, dia ‘kenal’ dengan gaya hidup sehat, yaitu dari akun para pelakunya, seperti Sophie Navita dan Nadya Hutagalung. Simpel saja, awalnya dia hanya penasaran ingin mendapatkan kulit yang sehat tapi glowing seperti kedua selebriti itu. Hihihi, don’t we all?? Nah, dari situlah perjalanannya menapaki gaya hidup sehat dimulai.

Apa saja, sih, yang harus diperhatikan kalau mau clean eating? Lihat di halaman selanjutnya ya.