Diet Mayo: Dari Review Sampai Resep!

Eat Less Salt*Gambar dari sini

Turun 5 kg dalam 13 Hari, why not?

Belakangan ini, di timeline instagram saya sedang heboh dengan diet mayo. Beberapa teman pun asyik mencoba berdiet dengan metode ini. Ada yang menyiapkan makanannya sendiri, ada pula yang ikut katering diet yang khusus menyediakan makanan untuk diet mayo. Rata-rata tergiur dengan klaimnya yang bilang “berat badan akan turun 3-10kg dalam 13 hari”. Wuiihhhh….

Saya pun jadi penasaran. Apa sih diet mayo itu? Lalu saya minta juklaknya pada teman yang sedang menjalani diet ini dengan khusyuk. Setelah saya baca, ya ampun, ternyata saya sudah pernah dapat juklak diet ini beberapa tahun lalu.

Saat itu, saya sedang frustrasi dengan berat badan paska-melahirkan yang nggak turun-turun hahaha… Tapi karena menunya ayam kukus, telur rebus, dll dsb, tanpa garam, tanpa bumbu-bumbu, nyali saya langsung ciut. Gimana rasanya coba makan kukus-kukusan dan rebus-rebusan, tanpa garam maupun bumbu? Hueekkk…

Makanya saya heran, kok sekarang diet ini ngetren lagi? Karena penasaran, saya pun iseng mengintip beberapa akun katering diet di instagram. Menu-menu yang mereka sajikan ternyata jauh dari menu menggelikan yang pernah ada di benak saya, lho.

Ayam tak hanya dikukus, tapi juga dipanggang atau ditumis dengan sedikit olive oil. Begitu juga dengan telur dan daging. Bahkan mereka memasukkan sedikit karbohidrat sehat seperti kentang dan ubi dalam menu makan siang. Agak berbeda dengan menu diet mayo yang pertama kali saya dapatkan dulu.

Wah, saya pun jadi tertarik ikutan. Awalnya, saya sempat ingin ikutan katering diet mayo yang sedang naik daun. Tapi setelah saya tanya beberapa teman yang ikut katering, mereka menyarankan saya untuk masak sendiri. “Rasanya tetap hambar kok Ra, namanya juga nggak pakai garam. Apalagi lo suka masak, jadi mending bikin sendiri aja lah,” kata teman saya. Benar juga ya. Irit pula kan kalo masak sendiri hehehe #makirit

Setelah dijalani, ternyata enak-enak saja kok diet mayo ini. Memang sih, di hari 1 dan 2, saya lemas luar biasa karena masih beradaptasi. Bahkan di hari ke-2 saya sempat cheating minum susu UHT coklat karena nyaris pingsan. Tapi sesudah itu, semua Alhamdulillah bisa saya jalani dengan baik-baik saja.

Hasilnya, bobot saya turun sekitar 4-5 kilogram setelah 13 hari berdiet. Lingkar pinggang saya pun turun 5cm. Lumayan banget yaaa…

Selanjutnya: Apa saja yang harus dilakukan saat melakukan diet mayo? >>


38 Comments - Write a Comment

  1. adiesty

    Wah, setelah ngeliat menu diet mayo di IG Mbak Ira, sekarang bisa dapat info yang jauh lebih lengkap. Jadi tertarik mau coba, euy! Tapi mengingat gue penyuka makanan yang asin2, pasti diet mayo bakal susah dijalanin, nih :D

    TFS, ya, Mbak Ira :*

  2. Leija

    Hai ira. Sebagai yg pernah Mayo Diet juga, gue mau komen ya.

    Gue bukan ahlinya sih. Jauuuh bgt. Tapi gue kayak melihat ada keanehan niii di modif menu Mayo homemade loo…

    Contoh, kalo lo gak minum teh / kopi, kayaknya mending stick with water daripada sarapan pepaya. Krn makan buah cuma boleh di bbrp hari tertentu kan?

    Kalo kentang ganti ubi, kata dokter gizinya Yayi (kelincitertidur) sebenernya bisa aja, tapi untuk 200 gram kentang penggantinya hanya 100 gram ubi. Jadi harusnya kecil bgt.

    Dan karena lo ganti dada dgn paha ayam, kayanya harusnya kurang dr 200 gram, krn lemaknya kan lbh banyak.

    Also, gue denger bumbu2 spt lada aja gak bisa sembarangan. Bisa kok masak sendiri, tapi kalo ragu sama bahan, kayaknya better bumbu-less aja spt Nadia Primaji dulu hehehe.

    Gue gak tau siiiih, modif2 menu lo bisa dikategorikan “cheating” atau gak. Semoga masih aman ya! Kata mbak Vita blekros, kalo cheating2, berat mungkin aja turun, tapi kurusnya bisa2 gak awet.

    Also, jgn lupa esensi dari Mayo adalah “me-restart” ulang metabolisme badan / detoks. Kurus is a bonus, aamiiin.

    Goodluck nih buat yg mau mayo, terutama yg masak sendiri. Salut!

    1. Hai Leila,

      Terus terang, gue pun sesungguhnya amat sangat bingung dengan the so-called diet mayo 13 hari ini. Soale, yg gue tau, mayo clinic sendiri gak pernah mengeluarkan diet ini. Mayo clinic hanya pernah merilis low sodium diet dalam bentuk buku. Dan nggak ada disebut2 juklak selama 13 hari.

      Sebelum melakukan diet mayo ini, I did my research. Gue ubek2 berbagai jurnal kesehatan, online/offline, dan tanya temen2 gue yang dokter. Juklak diet mayo 13 hari ini memang nggak pernah ada referensi yang jelas. Ujug2 cuma ada juklak ayam kukus, telur rebus, etc. Semua pun hanya available dalam versi bahasa Indonesia. Entah gue yg siwer/gimana, gue gak pernah nemu juklak diet mayo 13 hari dalam bahasa Inggris. Mungkin lo punya? Mau dong dibagi :)

      Yang pernah gue dapet, rata2 justru bilang bahwa diet mayo 13 hari ini adalah fad diet, yg diambil dr metode diet cewek2 Jepang utk bisa turun BB secara drastis. Di myfitnesspal.com misalnya, pernah ada satu thread ttg diet ini. Si penanya diet mayo malah diomelin sama semua personal trainer/health coach di situ karena diet itu dianggap gak bener.

      Gue sih nyoba diet ini berdasarkan rasa penasaran aja. Itupun harus banyak meraba-raba karena utk diet mayo 13 hari ini gue gak nemu landasan dan referensi yang jelas. Ukuran daging/ayam misalnya, ada yg pake oz, tapi ada juga yg pake gram. Apalagi setelah liat menu ketring diet yang ditambah kentang/karbo. Aseli gue tambah bingung.

      Alhasil ya gue pake logika aja deh. Gue ambil esensi intinya aja, yakni diet ini menekankan pada tiadanya kandungan garam, gula dan penyedap. That’s all.

      Jadi kalo dibilang diet mayo ala gue ini aneh, ya emang aneh sih. Gimana nggak, wong juklak sesungguhnya aja absurd. Jadi mau dibilang diet mayo mana yang salah dan mana yang benar, bingung juga ya. Parameternya sendiri aja nggak jelas hehehe..

      Sesungguhnya, gue tetep gak percaya ada diet yg hasilnya long lasting meski kita makan barbar sesudah itu. Sebab, banyak temen gue yang diet mayo ikut juklak 100% (ayam kukus, daging panggang, telur rebus, etc), tapi pada naik lagi setelah kembali ke pola makan awal yang barbar. Dan di ilmu kesehatan pun emang begitu hukumnya, bukan?

      Gue tau gue gak pernah konsultasi secara profesional sama ahli kesehatan untuk ini, nggak kayak ketring diet. Tapi Alhamdulillah, lumayan berhasil, meski mungkin hasilnya mungkin nggak bakal awet. Gue sharing di MD pun karena emang banyak yang nanya dan daripada gue capek jawab satu2, mending gue tulis sekalian. Itupun pake catatan “ini semua berdasarkan pengalaman pribadi. Hasil pada tiap orang akan berbeda-beda”.

      Anyway, thanks for the input ya :)

  3. Hmmm.. Setelah baca-baca tampaknya ini serupa apa yang gw praktekin ke suami deh.. Dulu sih bukan diet mayo.. Tapi emang istrinya ini maunya masakin gak pake garem aja. Jadi hambar bar bar. Plus cuma di saute sebentar aja di frypan gak pake minyak. Dan dia berhasil turun juga 5 kg. Tapi sebulan sih kalo gak salah. Soalnya emang santai santai aja sih.. Dan sabtu-minggu itu hari bebas menu makanan. Kayaknya seru juga kalo dia di kasih diet mayo.. *dengan catatan istrinya gak males* TFS ya mak..

  4. kak mau tanya, aku lg menjalankan diet ini. di hari kedua pun lemes banget dan akhirnya sarapannya gak cuma teh, tapi pakai roti sedikit. di hari ketiga pun, saya memasak kangkung menjadi menu kangkung plecing (masakan bali). karena gak ada blender dikosan, saya beli bumbu giling yang tinggal masak. ternyata setelah dimasak, rasanya asin, kemungkinan dari bumbu giling yang udah dikasih garam sama penjualnya. kalo kayak gini, apa saya harus ulang dari hari 1 lagi? Terima kasih :D

  5. DesZeLL

    Gue kan baru diet mayo ini yah, Ra. Sebagai orang yang dari awal emang kalau masak jarang pake gula dan dikit pake garem, gue selalu masak kaya bumbu – at least banyak dedaunan yang gue cincang. Gue bingung banget kenapa ini bumbu minim banget sih makanan! Put more ginger and lemon and you’ll have a richer taste. Apa emang karena si Mayo bilang makanannya harus hambar?

    Tapi kok gue malah baca dari websitenya Mayo kalo makanannya rasanya hambar dan nggak enak ya itu salah lo sendiri, kan lo yang masak :p. Resek! Jadi harusnya sebenarnya bisa lebih berasa dong ya.

    Dan bener kata lo, gue cari kesana kemari itu menu strict 13 hari kok nggak nemu sih. Sebenarnya darimana asalnya menu ini?

Post Comment