Meninggalkan Anak Sendiri di Rumah, Apa yang Harus Diperhatikan?

Ada waktu ketika saya terpaksaaaaaa banget meninggalkan anak sebentar di rumah untuk sekian jam tanpa pengawasan orang dewasa. Apa yang harus diperhatikan?

Sebagai seorang ibu bekerja yang (mantan) pasangan juga bekerja, kadang ada waktu ketika jadwal kegiatan kami lagi sama-sama penting dan tidak bisa ditinggal. Lalu, ditambah dengan situasi sedang tanpa ada Asisten Rumah Tangga. Hal pertama yang kami lakukan biasanya, mencari keluarga terdekat untuk menjaga anak-anak. Sayangnya nggak setiap saat keluarga besar kami bisa membantu. Bisa dimaklumi karena mereka kan juga punya kegiatan sendiri.

Akhirnya apa yang terjadi? Dengan berat hati meninggalkan anak-anak sendiri di rumah. Ssttttt, jangan berisik, jangan menghakimi, jangan julid! Ahahahaha. Tenaaaaang, ketika mulai berani meninggalkan anak-anak sendiri di rumah tanpa pengawasan orang dewasa kan saya juga memastikan keamanan anak-anak ya.

Nah, kalau mommies juga terpaksa mengalami situasi seperti saya, coba pastikan beberapa hal berikut ini terlebih dulu ya:

Meninggalkan Anak Sendiri di Rumah, Apa yang Harus Diperhatikan? - Mommies Daily

1. Apakah anak-anak memang sudah bisa ditinggal sendiri?

Pertama kali saya meninggalkan anak-anak tanpa pengawasan adalah ketika si kakak berusia 11 tahun, di saat saya melihat si kakak sudah memahami pesan-pesan saya. Misalnya, jangan buka pintu sama sekali, segera telepon mama atau ayah kalau ada apa-apa. Sudah paham untuk tidak bermain hal-hal yang berbahaya seperti listrik atau api. Tapi kan setiap anak itu berbeda ya, jadi nggak selalu juga usia bisa dijadikan patokan.

2. Informasikan ke anak terlebih dahulu

Jangan mendadak meninggalkan anak tanpa pengawasan sebelum mereka diberitahu terlebih dahulu. Ketika saya dan mantan suami sudah menemukan jadwal di mana kami terpaksa meninggalkan anak-anak sendiri, saya langsung memberitahu anak-anak, bahwa pada tanggal segini, mama dan ayah akan pergi sebentar, untuk sekian jam dan kalian hanya berdua di rumah. Ingatkan juga anak-anak untuk tidak menginformasikan kepada siapa pun tentang kondisi mereka itu, dan jangan posting apa pun di social media.

3. Jangan terlalu lama dan tidak pada malam hari

Nah, saya biasanya tidak pernah meninggalkan anak-anak lebih dari dua jam tanpa pengawasan sih. Dua jam batas maksimal, dan setelah itu entah bagaimana caranya, salah satu dari kami sudah harus kembali ke rumah atau anggota keluarga besar lain harus sudah ada untuk menemani. Dan itu selalu kami lakukan di antara pagi hingga siang hari. Tidak pernah sore apalagi malam hari.

4. Ajarkan mereka apa yang harus dilakukan ketika terjadi situasi darurat

Amit-amit semoga tidak ada kejadian bahaya apapun ketika anak ditinggal sendiri, saya tidak bosan-bosannya mengingatkan dan bertanya ke anak-anak apa yang harus mereka lakukan ketika terjadi situasi darurat, seperti gempa bumi atau kebakaran. Kalau mereka belum paham cara menghadapi situasi darurat, IMHO, jangan pernah meninggalkan mereka sendiri, berapapun usia mereka.

5. Harus selalu bisa dikontak

Setiap 30 menit sekali saya pasti telepon ke rumah untuk memastikan mereka baik-baik saja. Dan jangan pernah sekali pun mematikan ponsel kita!

6. Ada CCTV kalau perlu

Pasang CCTV di dalam dan luar rumah yang dapat kita akses dari smartphone, sehingga kita tetap bisa mengawasi mereka dari jauh dan memastikan mereka baik-baik saja.

7. Sebisa mungkin ada orang yang bisa dipercaya yang bisa dititip

Dititip di sini artinya, kalau terjadi apa-apa kita bisa meminta orang tersebut untuk segera mengecek kondisi anak-anak di rumah. Biasanya tetangga yang sudah kita percayaaaaaa banget atau keluarga yang lokasi rumahnya paling dekat dengan rumah kita.

8. Pastikan ada makanan

Meskipun hanya 30 menit atau dua jam, saya memastikan anak-anak memiliki stock makanan di rumah agar mereka nggak usah memasak sendiri agar menghindari situasi yang tidak diinginkan. Benar-benar menyiapkan makanan yang sudah tinggal makan.

Masih banyak sebenarnya list yang bisa dilakukan ketika meninggalkan anak di rumah tanpa didampingi oleh orang dewasa. Tinggal disesuaikan saja dengan kondisi si anak, kebijakan yang kita punya dan situasi tempat tinggal sekitar. Tapi kalau kondisi Anda membuat Anda tidak pernah harus meninggalkan anak tanpa pengawasan, selamaaat, Anda beruntung!


Post Comment