Ketika Anak Minta Izin untuk Punya Instagram

Hidup di era sekarang di mana orangtuanya tergila-gila pada berbagai jenis media sosial, wajar dong ya kalau anak tiba-tiba juga minta akun media sosial sendiri. Apalagi kalau teman-temannya juga sudah punya.

Kecanduan gadget

Secara term & condition, Instagram dan berbagai platform media sosial lain mensyaratkan usia 13 tahun untuk membuat akun. Kenyataannya, di umur 6 atau 7 tahun saja sudah banyak anak yang punya akun Instagram sendiri.

Dan sosial media itu mengerikan, tentu kita tidak akan bisa mengontrol semua orang di dalamnya. Tapi jangan khawatir, mommies masih bisa mengizinkan anak untuk punya akun Instagram sendiri dengan beberapa syarat.

Private account

Mengunci akun adalah salah satu fitur Instagram untuk melindungi pengguna dari pengguna lain yang tidak diinginkan. Dengan demikian, semua followers bisa tersaring lebih dulu sebelum bisa mengakses profil kita. Beri syarat yang difollow hanya boleh orang-orang yang kenal dengan dengan mama atau dia sendiri. Tidak boleh follow orang tidak dikenal kecuali akun selebriti yang terverifikasi. Aturan ini bisa dimodifikasi sesuai value keluarga masing-masing ya.

Minta akses

Ini syarat utama. Anak boleh punya Instagram asal akunnya juga login di ponsel kita. Jadi kita bisa memantau semua komentar dan DM yang masuk. Kita juga bisa “diam-diam” memblock orang yang sekiranya akan memberi pengaruh buruh pada anak.

Pamer karya

Syarat yang satu ini akan jadi wajib sih untuk anak saya. Ia harus menggunakan Instagram untuk pamer karya, bukan hal lain. Kalau misal ia senang membangun Lego, ia bisa foto hasil karyanya dan diunggah. Atau misal ia senang menggambar, main bola, hobi apapun baru boleh diunggah. Tidak mengunggah selfie apalagi jika tidak ada kepentingannya. Media sosial yang sehat adalah media sosial yang menebar inspirasi kan. Menyiapkan anak untuk pamer karya bisa jadi perjalanan cita-citanya.

Siapkan untuk hal negatif

Beri tahu anak, internet juga dunia nyata, tetap ada orang baik dan orang jahat. Ada yang berbuat jahat lewat komentar negatif, ada pula yang sampai ke dunia nyata dan terjadi penculikan. Jangan sampai anak menganggap media sosial adalah tempat aman. Ia justru harus menganggapnya sebagai tempat yang sama sekali tidak aman.

Siapkan diri sendiri juga

Selain mengawal, siapkah kita untuk selalu dikawal anak? Ini bahan bahasan saya dengan suami banget nih. Karena ya kadang isi Instagram kita rasanya nggak pas aja untuk anak-anak ya. Karena monkey see monkey do, jadi ya kita sendiri juga harus memberi contoh bersosial media yang baik.

Berat yaaa! Di luar ini, bisa banget anak diam-diam punya second account atau membuat akun media sosial lain di luar sepengetahuan kita. Jadi komunikasi tetap jadi kunci ya moms.


Post Comment