Single Mom Survival Guide:  Kurnia Amelia Subarkah, “Terpuruk boleh tapi jangan menyerah berjuang untuk anak-anak.”

Kurnia Amelia Subarkah, berpisah karena orang ketiga, harus berjuang menghidupi kedua anaknya dengan berbagai cara. Pernah berjualan aneka camilan, jualan pulsa hingga menjadi tukang ojek. Bagaimana Amel bisa melalui masa-masa sulitnya, bangkit dan akhirnya mampu menghidupi kedua anaknya dengan layak?

Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan sekilas cerita tentang Amel dari Adisty, Editor Mommies Daily. Perjuangan bisa sampai ada di titik yang sekarang, BERAT! Tapi Amel membuktikan kalau dia bisa berdaya sebagai perempuan, dan khususnya single mom.

Single Mom Survival Guide:  Kurnia Amelia Subarkah - Mommies Daily

Apa yang mommies akan lakukan, jika berpisah karena isu orang ketiga? Ditambah, mantan suami tidak menjalankan kewajibannya sebagaimana mestinya, kepada anak-anak, Shakila (10) dan Kezia (7). Entahlah, kalau saya kayaknya belum tentu kuat ada di posisi itu. Tapi Kurnia Amelia Subarkah (29), atau akrab di sapa Amel, membuktikan perjuangannya.

Dari tahun berapa Mbak Kurnia menjalani peran sebagai single mom?

Saya bercerai 6 tahun lalu tepatnya tahun 2011. Saat anak pertama saya berusia 4 tahun, dan yang bontot belum genap setahun. Penyebab perceraian saya, karena kehadiran orang ketiga. Isu semacam ini, sudah sering saya alamai. Berulang kali diselingkui tapi saya masih memaafkan. Berharap dia akan berubah karena demi anak-anak. Dan orang ketiga itu mundur dari kehidupan kami.

Hingga ada konflik yang melibatkan antara saya, suami dan orang ketiga tersebut. Dampaknya, suami sampai lupa sama anak-anak. Setelah beberapa bulan saya dan suami pisah rumah, saya menemukan barang bukti, kalau suami sudah menikah lagi.

Puncaknya, saya mendapati orang ketiga tersebut tinggal di rumah mantan mertua (status saya waktu itu masih istri sah suami). Melihat kenyataan ini, sayah saya marah besar, dan akhirnya saya pun memutuskan untuk bercerai karena mungkin ini keputusan yang terbaik.

Atau lebih kekhawatiran kamu pasca bercerai, and how to handle it?

Kekhawatiran pasca bercerai itu pasti ada apalagi anak-anak masih kecil. Masalah terbesar saat itu adalah masalah finansial terlebih saya ibu rumah tangga yang belum mengenali keahlian khusus yang saya miliki.

Bercerai, juga membuat psikis saya pun terganggu. Saya sering nangis sendirian dan merasa terhina. Bukan hanya saya saja yang menjadi bahan cibiran  tetangga. Anak-anak menjadi korban cemoohan anak-anak lain karena tidak punya ayah.

Setelah bercerai saya makin dekat dengan Tuhan dan keluarga. Keluarga saya terus memberikan support kepada saya dan anak-anak.Terutama Ayah saya.

Selama sekian tahun menjalani peran ini. Kapan masa-masa tersulit yang pernah dihadapi, lalu apa saja itu? Dan bagaimana melewatinya?

Masa sulit saya, saat awal-awal perceraian. Karena saya tidak mempunyai pekerjaan. Sedangkan anak-anak masih harus minum susu dan kebutuhan lainnya. Sempat ada masanya saya banya melamun dan nangis di rumah.

Bangkitnya saya, saat Shakila minta ice cream tapi apa daya saya tidak punya uang saat itu. Akhirnya saya bongkar celengan sebagai modal usaha. Berbagai pekerjaan saya jalani mulai dari, jualan pulsa, jualan aneka camilan, buruh sulam pita, tukang ojek, guru privat, buka laundry kiloan (tapi tidak berlangsung lama) dan pada akhirnya saya mengenal dunia digital dan saat ini bekerja sebagai blogger. Kini, sudah 4 tahun saya masuk di dunia blogger, content writer dan buzzer.

4.Bagaimana mbak me-manage hubungan dengan mantan suami?

Sejauh ini hubungan kami kurang baik. Karena dia tidak memberi nafkah kepada kami. Di satu tahun pertama perceraian, saya menutup semua akses untuk anak-anak karena masih sangat sakit hati dan dari ayahnya anak-anak juga tidak ada keinginan untuk ketemu anak. Perlahan tapi pasti, akhirnya saya mengizinkan dia ketemu anak-anak. Walau frekuensinya juga hanya 2-3 kali dalam setahun.

Selain itu, komunikasi juga dilakukan via telepon dengan frekuensi yang bisa dihitung dengan jari. Sekarang ia bisa update kabar anak-anak, lewat social media, karena saya berteman di sana dengan mantan suami.

Adakah self healing spesifik yang mbak jalankan, dalam menghadapi situasi sulit?

Untuk self healing biasanya saya lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, terutama sholat malam, mengadu keluh kesah dan terus berdoa semoga saya diberikan kekuatan, kesabaran dan keikhlasan menjalani takdir. Pelukan dan ciuman anak-anak termasuk penguat saya.T ak jarang saya menyendiri hanya sekadar untuk introspeksi diri. Untuk menghilangkan rasa sakit hati saya juga bekerja keras jadi pikiran saya ke mantan suami itu hilang.

Survival guide ala kamu, untuk single mom yang bisa kamu bagi untuk para single mom di luar sana?

Saya juga tidak menyangka bisa kuat menjalani sebagai single mom selama 6 tahu lebih. Untuk para single mom di luar sana. Saya tahu menjadi single mom, tidak mudah dan penuh tantangan. Kita harus membagi waktu setiap harinya untuk mengurus rumah, kerjaan dan anak-anak. Tapi selalu yakin, kalau semua takdir Tuhan itu baik dan dia tahu yang terbaik untuk kita. Jadi kita ikhlas saja dan fokus mengurus anak-anak. Kita buktikan bahwa kita itu tidak akan mudah dihancurkan oleh orang-orang yang mencemooh dan menyakiti kita. Pokoknya fokus sama anak-anak.

Ada nggak single mom yang jadi panutan kamu? (Bisa luar/dalam negeri),dan kenapa?

Singe mom panutan saya Maia Estianty. Kami memiliki nasib sama, bercerai karena wanita lain. Dulu beliau diusir dan tidak memiliki apa-apa. Tapi sekarang dia maju dengan berbagai usaha dia, dia menjadi janda elegan yang sukses dan beliau berani menunjukkan kepada mantan suami kalau sekarang, “Saya sudah sukses, kamu tidak bisa menghancurkan saya walau sudah diinjak-injak.”

Melihat perjalanan Maia Saya makin tertantang dan termotivasi, untuk terus maju dan menggali semua kemampuan saya untuk ditunjukan ke mantan suami dan keluarganya, yang dulu menghina habis-habisan keluarga saya.

3 hal atau lebih, yang membuat kamu yakin, hidup pasca bercerai akan baik-baik saja?

Keyakinan semua akan baik-baik saja pasca bercerai mungkin tidak datang begitu saja yang harus pertama dilakukan yaitu Ikhlas menerima takdir, berusaha dan kita tanamkan ke diri kita sendiri kalau kita berhak bahagia lahir dan batin. Maka secara perlahan keyakinan itu akan muncul kita jadi lebih percaya diri menjalani kehidupan.

Single Mom Survival Guide:  Kurnia Amelia Subarkah2 - Mommies Daily

Saya selalu percaya kalau Tuhan itu Maha baik dan saya yakin semua takdirnya , semua doa kita pasti akan dikabulkan. Hal itu terbukti pada saya,  sekarang saya sudah memiliki penghasilan yang mumpuni untuk anak-anak.

Menurut saya, setelah bercerai sebaiknya kita fokus membesarkan, merawat anak-anak dan bekerja keras untuk mereka. Kalau urusan mencari sosok ayah yang baru, saya sendiri sampai saat ini belum berpikir kesana. Yang penting sekarang, saya ikhlas dan tulus mencintai anak-anak entah sampai kapan pun.

Untuk semua para single mom, terus berbuat baik kepada orang yang mendzalimi sekalipun. Terpuruk boleh tapi jangan menyerah berjuang untuk anak-anak. Habiskan waktu kita untuk membahagiakan orang terkasih terutama anak-anak. Keep fighting, buktikan bahwa kita janda yang elegan dan kuat.T erakhir selalu percaya Tuhan maha baik jadi pasrahkan semuanya dan yakin takdir Allah selalu baik.

Salut untuk Mbak Amel, dan semua single mom di luar sana. Tetap semangat mommies, kalau kata teman saya, “Kerja keras tidak akan pernah berkhianat!.”


Post Comment