9 Sumber Perdebatan Antara Menantu Perempuan dengan Ibu Mertua

Terhitung ada 88 comments di IG @mommiesdailydotcom ketika saya melempar pertanyaan tentang apa yang biasanya menjadi bahan ‘perdebatan’ antara mommies dan ibu mertua. Ini dia hasilnya …

Entah kenapa, dari semuaaaaaa jenis relationship yang ada dan tercipta di dalam sebuah keluarga, hubungan antara menantu perempuan dengan ibu mertua menjadi salah satu yang cukup gegap gempita serta rusuh :D.

Merasa tergelitik (atau penasaran sebenarnya), saya pun kemarin melempar pertanyaan di social media, mengenai apa aja sih yang suka menjadi sumber pertengkaran atau perdebatan antara mommies dan ibu mertua. Dan, ini hasilnya saya compile ya…. monggo dicek, siapa tahu kelar baca, Anda langsung berasa “Duh, ini gue bangeeeet”

9 Sumber Perdebatan Antara Menantu Perempuan dengan Ibu Mertua - Mommies Daily

1. Pola Asuh
Ini menempati urutan teratas sebagai alasan yang paling sering membuat menantu dan mertua berselisih paham. Biasanya karena mertua masih memakai pakem lama yang dianggap terbukti sukses dalam membesarkan anak-anaknya dulu. Sedangkan menantu masuk ke dalam golongan kaum millennial dengan sumber-sumber ilmu pengetahuan terbaru, entah itu dari dokter atau influencer (eeeeeeh, ahahahaha).

Baca juga:

Mengatasi Perbedaan Pola Asuh dengan Mertua

2. Skill memasak
Mertua seringkali berharap ilmu memasak para menantu sama canggihnya dengan dirinya sendiri. Yang bisa menyajikan mulai dari roti bakar sederhana hingga lauk pauk maha dahsyat. Ketakutan kalau anak dan cucunya kekurangan gizi mungkin membuat para mertua berharap para menantu masa kini lebih pintar lagi di dapur :D.

3. Cara berpakaian
Pakai atasan tanpa lengan ditegur, pakai celana pendek ditegur, pakai baju nerawang sedikit ditegur, membuat para menantu merasa serba salah. Mungkin, besok-besok, saat ada mertua coba dress code diubah sementara menjadi yang serba santun :D. Bagian yang tanpa lengan, transparan, mini dkk dikeluarkan begitu mertua nggak ada di dekat kita. Well, bisa juga maksud mertua baik, secara kan sudah menikah dan punya anak, mungkin jangan terlalu terbuka juga, hehehe.

4. Penanganan anak saat sakit
Ketika mertua maunya si kecil cepat diberikan obat sedangkan mommies model yang sebisa mungkin tidak menggunakan obat-obatan kimia jika tidak perlu-perlu amat. Paling enak sih, sesekali mertua diajak ikut ke dokter si kecil, biar mertua juga dengar apa yang disarankan oleh dokter.

5. Cara mengatur rumah
Kembali lagi, seringkali kita memang memakai standar milik kita ke orang lain. Ini juga yang terjadi. Mertua merasa kalau cara pengaturan rumah kurang bersih, kurang aman dan kurang-kurang lainnya. Sedangkan kita merasa ini adalah metode yang paling nyaman.

Baca juga:

Cara Menyampaikan Ketidaksetujuan dengan Mertua

6. Cara mengurus suami
Namanya juga ibu, yang sudah puluhan tahun mengurus anaknya, yang kini sudah menjadi suami kita. Saking besar cintanya pada anaknya, mertua mungkin kerap lupa bahwa si anak sudah dewasa dan sudah memiliki istri yang akan mengurusnya tak kalah baiknya dengan sang ibu.

7. Waktu beribadah
Ini biasanya dialami oleh mertua dan menantu yang tinggal satu atap, sehingga mertua memang melihat jelas kegiatan ibadat menantu . Diingatkan untuk tidak lupa sholat atau ke gereja. Intinya sih karena mertua ingin sesibuk apapun kita, jangan sampai urusan berterima kasih kepada Tuhan terlupakan. Baik kok niatnya.

Baca juga:

4 Tips Tinggal Bersama Mertua

8. Status sebagai ibu bekerja
Masih ada mertua yang beranggapan kalau istri itu harus stay di rumah dan mengurus anak. Bagian mencari nafkah biar tanggung jawab suami. Sayangnya, hari gini konsep tersebut sudah semakin jarang sih. Yang ada memang baik istri atau suami semua bekerja. Ingatkan saja mertua kalau apa yang kita lakukan murni untuk masa depan si kecil.

9. Frekuensi berkunjung
Mertua sering merasa kalau anak dan menantunya kurang memperhatikan dan jarang sekali mampir. Jika memang kita tidak ada kendala, nggak ada salahnya kok rutin mampir dan menjenguk mertua. Di masa tuanya, sudah pasti mertua merasa kesepian atau hanya sekadar rindu bertemu dengan anak dan cucunya. Memenuhi keinginannya selama itu masuk akal nggak ada salahnya, kan?!

Mungkin kita nggak akan pernah melenyapkan semua perdebatan yang ada, karena bagaimanapun ini tentang menyatukan atau menyamakan persepsi dua otak dan dua hati manusia. Kuncinya, sabar, sebisa mungkin miliki komunikasi yang baik dan ingat saja, mertua mungkin bersikap seperti itu karena beliau sangat mengkhawatirkan anak dan cucunya. Di balik rasa khawatir dan sikap menyebalkan itu, ada rasa cinta yang besar kok, hanya menunjukkannya saja berbeda :D.


Post Comment