5 Cara Menanam Tanaman Organik di Rumah

Ditulis oleh: Saskia Elizabeth

Agar keuangan saya tidak bocor karena harus membeli sayuran organik terus menerus di supermarket, saya pun menyiasati dengan menanamnya sendiri. Bagaimana caranya?

Ada tiga hal yang membuat saya akhirnya ingin memiliki kebun organik di rumah, walaupun sangat mini. Pertama, saya bisa bangkrut kalau setiap hari beli sayuran organik, karena harganya yang lebih mahal dibanding non organik. Kedua, tempat mendapatkannya tidak dekat dengan area rumah saya kalau untuk pembelanjaan harian. Ketiga, karena tidak dekat biasanya saya beli per satu minggu, malangnya sayur terkadang sudah tidak kuat, keburu layu atau tidak bagus lagi, sehingga jadi terbuang.

Maka, saya mencoba mencaritahu bagaimana menanam tanaman organik, karena kalau saya bisa memetik sendiri sayuran tersebut akan lebih baik bukan? Lebih segar, nggak repot naik kendaraan, dan gratis! Berikut langkah awal yang harus diperhatikan saat menanam tanaman organik:

cara menanam tanaman organik

1. Lahan dan tanah untuk berkebun. Lahan/tanah organik harus terbebas dari residu pupuk dan obat-obatan kimia sintetis. Proses konversi lahan dari yang sudah pernah ditanami terlebih dahulu ke organik membutuhkan waktu setidaknya 1-3 tahun. Selama masa transisi, sayuran yang dihasilkan belum bisa dikatakan organik karena biasanya masih mengandung residu-residu kimia. Tapi jangan khawatir sekarang Anda sudah bisa membeli tanah organik sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk menanam di kebun di rumah.

2. Memerhatikan lingkungan sekitar. Tanaman harus bebas dari pencemaran, kalau masih terlalu dekat dengan jalanan yang memungkinkan terkena polusi maka tidak bisa dibilang murni organik. Hal ini bisa disiasati juga dengan tanaman pagar. Memagari dan menumbuhkan tanaman yang dapat menyerap racun, bahan kimia, dan bau serta mengusir hama.

3. Perhatikan arah angin dan cahaya matahari, cari lokasi yang berkecukupan (tidak lebih dan tidak kurang) dengan kedua sumber alam ini.

4. Air yang digunakan tentu jangan yang mengandung campuran kimia. Cari sumber mata air terdekat atau membuat unit pemurnian air sendiri, di mana air ditampung dalam sebuah wadah atau kolam.

5. Menggunakan hanya bibit, pupuk, dan pestisida organik saja!

Apabila sudah mempersiapkan 5 hal di atas, maka langkah selanjutnya kita bisa memilih sistem penanaman tanaman, apakah digantung, langsung pada lahan, atau menggunakan pot. Semua tergantung dengan jenis tanaman yang akan ditanam.

Selamat berkebun ya moms!

Baca juga:

Bertani di Rumah

Cara Bertanam Hidroponik

Jenis Tanaman Kesehatan yang Bisa Ditanam Sendiri di Rumah


Post Comment