4 Cara Merekrut Karyawan Potensial untuk Startup Company

Butuh karyawan untuk bisnis kecil mommies? Simak cara merekrut karyawan potensial untuk startup yang bisa dipraktikkan dengan budget terbatas sekalipun!

Di dua tahun pertama dimulainya Female Daily Network, hampir semua pekerjaan dikerjakan oleh saya dan Hani. Memang pada saat itu kondisinya jauh berbeda dari sekarang. “Bisnis” kami belum berbentuk bisnis, melainkan hobi yang menghasilkan uang. Udah gitu, waktu itu kami masih mengerjakannya secara remote alias berjauh-jauhan, Hani di Amerika Serikat dan saya di Indonesia. Setelah kami berada di lokasi yang sama dan mulai menggarap website ini secara lebih serius, sampailah satu titik di mana kami menyadari bahwa kami membutuhkan tambahan “tangan”.

Saat itu mulai banyak perusahaan yang ingin bekerja sama dengan Female Daily Network, dan dibutuhkan satu orang khusus untuk mengerjakan hal ini, sementara kami berdua harus fokus untuk menyusun dan menjalankan strategi konten dan pengembangan bisnis. Saya sempat berpikir “Gimana caranya menemukan orang yang mau di-hire oleh kami?” Maklum, saat itu kantor pun kami belum punya :D

Saya rasa tantangan ini dihadapi oleh semua pemilik bisnis yang baru mulai. How do you attract great talent with limited resources? Karena sudah jelas, perusahaan start up belum bisa menawarkan gaji yang tinggi ke calon karyawannya, kecuali bisnisnya sudah diinvest besar-besaran sejak awal, itu cerita lain ya. Fasilitas lain-lainnya seperti kesehatan dan transportasi? Nggak disuruh bawa laptop sendiri aja udah bagus :D. Intinya, kalau soal materi, susahlah bersaing dengan perusahaan yang sudah lebih established. Padahal, di tahap awal sebuah bisnis kita sangat butuh orang-orang yang punya skill, passion dan network yang tepat untuk membawa bisnis ke tingkat yang lebih tinggi.

Tapi jangan takut dulu. Ada kok triknya supaya bisnis kecil kita tetap bisa mendapatkan orang-orang yang berbakat di bidangnya. Di bawah ini ada 4 cara merekrut karyawan potensial untuk startup. Hampir semua cara di bawah ini sudah kami praktikkan dan buktikan hasilnya. Beruntung, di awal perjalanan Female Daily Network sampai sekarang, kami selalu berhasil menarik anggota tim yang berbakat, yang sudah membantu kami mencapai posisi sekarang ini. You just can’t be afraid to hustle and be prepared to hustle a lot!

cara-merekrut-karyawan-startup

1. Sell your dream

Kita pasti punya mimpi besar kan yang ingin dicapai lewat bisnis yang sedang dijalankan? Entah itu ikut memberikan kontribusi ke industri yang kita tekuni, mengajak orang untuk berpikir dan bertindak lebih positif, menyehatkan orang banyak, membuat pelanggan kita happy, dan masih banyak lagi. Nggak usah jauh-jauh, “hanya” dengan mempunyai bisnis dan membuka lebih banyak lowongan pekerjaan kita sudah ikut memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia. Whatever it is, you have to be able to articulate those dreams and sell them to potential employees. Banyak orang-orang yang pintar dan berpengalaman yang tidak hanya mencari materi dalam karirnya, tapi juga ingin mempunyai pekerjaan yang hasilnya berdampak positif ke lingkungan sekitarnya. This is the kind of people you want to get.

2. Offer non-material benefits

Namanya juga startup, pastinya kita belum bisa menawarkan berbagai benefit materi bagi calon karyawan untuk menarik hati mereka seperti asuransi kesehatan atau mobil kantor. Nah di sini kita harus pintar-pintar memikirkan, apa lagi yang bisa kita tawarkan selain gaji. Misalnya, karena bisnisnya berbasis internet, banyak pekerjaan yang bisa dilakukan secara remote sehingga tidak perlu datang ke kantor 5 hari dalam seminggu? Atau posisi yang ditawarkan memberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai seminar dan workshop yang biasanya berbiaya mahal? Di Female Daily Network sendiri, dari dulu kami selalu bermimpi bikin kantor yang “mommy-friendly” alias sangat mengakomodir kebutuhan para ibu bekerja yang tentunya berbeda dengan pekerja lainnya. Ini yang menjadi salah satu “perk” bekerja di perusahaan kami dari dulu saat kami masih sangat kecil, hingga sekarang.

3. Sampaikan info lowongan dengan cara yang menarik

Biar bagaimanapun, yang namanya recruitment juga butuh mengaplikasikan ilmu marketing. Buat design banner lowongan kerja yang sebagus mungkin, gunakan copywriting yang catchy dan pastikan lowongan tersebut ditayangkan di medium yang tepat dan sesuai dengan target kita. Think beyond traditional media which can be expensive. Titipkan info lowongan kerja kita di kampus-kampus, milis, Facebook group atau bahkan Whatsapp group yang isinya orang-orang yang kita cari. Kalau tepat sasaran, akan ada kok, orang-orang yang merasa “terpanggil” dengan iklan lowongan kerja yang kita pasang.

4. Pertimbangkan untuk memberi stock option

Stock option atau pemberian saham perusahaan kepada calon karyawan adalah cara yang ditempuh banyak perusahaan start up, dengan tujuan menarik high quality talents untuk mau bergabung. Kalau pemilik perusahaan yakin sekali bahwa orang yang sedang dijajaki akan menjadi orang yang tepat untuk membantu mencapai tujuan-tujuan perusahaan, this is a great way to lure them in. Selain itu, pemberian saham juga diharapkan bisa memotivasi karyawan untuk bekerja segiat mungkin karena mereka juga akan ikut menikmati hasilnya saat bisnis tersebut sukses secara finansial. Kalau mommies pede dengan calon karyawan yang sedang didekati, pilihan ini bisa dipertimbangkan. Tapi biar begitu, saran saya, cari tau sebanyak-banyaknya tentang aspek legal stock option ini, agar kedua belah pihak sama-sama terjamin hak dan kewajibannya dan menghindari masalah yang bisa muncul di kemudian hari.

image source: startups.co.uk


Post Comment