Suplemen untuk Melancarkan ASI

Ditulis oleh: Rosalia Titi

Pernah merasakan atau bahkan sedang mengalami ASI sering ngadat karena kurangnya asupan makanan yang membuat produksi ASI kurang lancar?

Beberapa tahun lalu menjadi pengalaman paling seru sekaligus deg-degan buat saya, dengan misi memberikan ASI selama 2 tahun membuat saya parno sendiri, kira-kira sanggup nggak yah?!

Dari mulai menghindari faktor perusak pemberian ASI Ekslusif, mengonsumsi ASI booster alami, mencari tahu mitos dan fakta menyusui dan tentu saja memerhatikan pola makan di masa menyusui sudah saya lakukan. Dan benar saja, ASI semakin deras.

Kendala terjadi saat masa cuti sudah mulai habis, stok ASIP belum memadai walaupun saya sudah belajar mengenai Manajemen ASIP. Saya mulai kasak kusuk mencari cara agar bagaimana selama saya kembali bekerja ASI tetap terpenuhi. Obrolan-obrolan sesama busui di ruang pumping menjadi pengalaman-pengalaman seru yang bisa kita share. Salah satunya adalah bagaimana meningkatkan produksi ASI.

Nah, memahami banget problem busui macam saya dan teman-teman saya, membuat PT Tunggal Idaman Abdi, perusahaan farmasi nasional memproduksi Herbatia Sari Asi, sebagai suplemen yang aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping bagi kesehatan si ibu. Suplemen ini terbuat dari ekstrak bahan herbal alami, di antaranya daun katuk dan biji klabet, yang mana keduanya berkolaborasi secara efektif mampu meningkatkan produksi ASI.

suplemen ASI

Hadir setahun lalu, Herbatia Sari ASI sudah melayani 38.000 bidan di seluruh Indonesia. Prinsip kerjanya, daun katuk yang berfungsi merangsang pelepasan hormon proklatin efektif meningkatkan produksi ASI, sementaran biji klabet yang dapat meningkatkan hormon oksitosin berguna untuk mempelancar aliran ASI.

But wait, memang sudah pasti aman? “Semua makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut akan memiliki efek. Efek baik ataupun tidak baik. Karena itu apapun yang kita konsumsi ada aturan mainnya. Masyarakat memerlukan informasi yang jelas, seperti seberapa banyak mereka minum, kapan minum dan berapa lama mereka minum,” seperti yang dijelaskan dr. Prapti Utami, M.Si. Jadi tetap harus patuh pada aturan.

Well, semakin banyak pilihan ya untuk para busui sekarang!


Post Comment