Sex Toys Untuk Hubungan yang Lebih Yahud

Dari pada melakukan fake orgasm, lebih baik gunakan saja sex toys. Alat bantu  ini dipercaya ampuh membuat aktivitas seksual dengan suami semakin yahud.

Siapa di antara Mommies yang pernah menggunakan sex toys? Atau ada yang penasaran mau coba? Buat saya, untuk urusan yang satu ini memang nggak usah malu-malu untuk dibicarakan, kok, terutama bersama suami.

relationship

Jadi, ya, beberapa waktu lalu ada salah satu teman yang cerita kalau dirinya baru mencoba ring getar yang digunakan untuk organ intim suaminya. Dengan antusias, teman saya ini bilang, “Dis… loe coba, deh… rasanya ‘enak’ banget, lho! Ada sensasi yang beda. Suami gue juga bilang begitu,” ujarnya.

Hahahaha…. terus terang saja, begitu mendengar ceritanya saya jadi penasaran Saya pun lantas bercerita ke suami mengenai penggunaan seks toys ini. Biar bagaimana pun ukuran seks itu kan memang harus dikomunikasikan, termasuk menggunakan sex toys untuk variasi seks.

Saya jadi ingat pernah ngobrol dengan Zoya Amirin, psikolog seksual ini mengatakan kalau variasi seks memang perlu dilakukan. Bahkan katanya, lebih bagus dilakukan tiga bulan sekali sehingga hubungan seksual nggak monoton. Caranya, tentu sangat beragam, mulai dari mencari posisi seks yang berbeda, melakukan phone seks, melakukan ‘serangan fajar’, membuat video pribadi, termasuk menggunakan sex toys.

Mengingat usia pernikahan saya sudah masuk tahun ke-7, variasi seks memang perlu. Sebagai langkah agar pernikahan tetap mesra sepanjang waktu, dan tentunya nggak terlepas mencari cara agar bisa mencapai orgasme. Sering kali kita sebagai istri, kita berusaha keras memuaskan pasangan dengan mencari tahu apa yang mereka inginkan saat bercinta. Sementara kebutuhan diri sendiri untuk merasakan orgasme dikesampingkan.

Fakta ini sudah banyak dibuktikan lewat beragam penelitian, salah satunya lewat survei The ‘O’ Project yang dilakukan beberapa tahun lalu di mana survei ini membuktikan kalau persentase perempuan yang bisa mencapai orgasme dalam kehidupan percintaannya di Indonesia masih sangat rendah. Dan hal ini banyak disebabkan oleh pola pikir yang salah.

Jadi kalau ada yang masih berpikir menggunakan seks toys itu tabu, mungkin ada baiknya persepsi ini mulai diubah. Soalnya menggunakan sex toys memang banyak manfaatnya, kok. Seperti yang diungkapkan Zoya Amirin, “Be open minded, dan coba menerima kererbukaan yang ada. Termasuk kererbukaan dengan pasangan kalau memang membutuhkan variasi menggununakan seks toys”.

Perlu diakui, nggak semua orang bisa terbuka dan bicara gamblang mengenai masalah seksual, termasuk keinginan menggunakan seks toys. Tapi buat saya, sih, kenapa mesti malu mengungkapkan dengan pasangan sendiri? Lagi-lagi, kuncinya tinggal komunikasi. Bagaimana kita mengungkapkan keinginan dan sama-sama menyetujui dan merasa nyaman untuk menggunakannya.  Sekali lagi, hubungan seksual ini berjalan dua arah dan nggak mungkin memasaksakan kehendak sendiri.

Ia mengatakan, “Memang ngga ada salahnya, kok, menggunakan sex toys. Sah-sah saja, tapi jangan sampai menjadi ketagihan juga. Gunakan bersama-sama pasangan sehingga hal ini relatif membuat pasangan nggak takut kalau ia akan tergantikan dengan sex toys’’.

Ia pun mengatakan, bahwa biasanya sex toys ini berguna untuk memberi rangsangan awal pada sehingga bisa meningkatkan dapat meningkatkan gairah. Mengingat ragam sex toys sangat banyak, maka  carilah  sex toys yang paling disukai dan sesuai sehingga apa yang hubungan seksual dengan pasangan pun bisa mencapai klimaks. Sebagai seorang seksolog, Zoya pun mengaku kalau ia mengoleksi beberapa dildo dalam berbagai bentuk untuk kepentingan seminar atau sex edukasi.

Jadi, siapa yang mau mencoba?

 

 

 


Post Comment